Kualitas Belajar Tetap Terjaga meski dari Rumah, Berkat Literasi Digital

PALEMBANG, MEDIASRIWIJAYA – Belajar online sudah jadi kebutuhan di mana-mana. Bahkan sebelum pandemi Covid-19 terjadi. Mau tahu tentang pola belajar jarak jauh yang optimal, yang tak kalah efektif dibanding tatap muka? Lalu bagaimana caranya agar kualitas belajar  dari rumah menjadi lebih baik? Inilah yang dibidik Kemenkominfo melalui webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 di kota Palembang yang kami ini khusus mengangkat topik “Literasi Digital: Menjaga Kualitas Belajar dari Rumah” yang dilaksanakan Sabtu (4/9).

Webinar yang kali ini menghadirkan 4 narasumber di antaranya Adi Firmansyah, SP. MSi.  (Peneliti Pusat Kajian Resolusi Konflik LPPM IPB University),  Eval Wari, ACC (Secretary General International Coaching Federation (ICF) Indonesia dan CEO Leadership Resources Indonesia), Jhon Roni Coyanda, S.Kom, M.Si. (Wakil Rektor II Universitas  Indo Global Mandiri (IGM) Palembang) dan Drs. Taufik, M.Si (Kepala SMA N 5 Palembang) mengupas berbagai hal terkait dengan kualitas belajar di masa pandemi Covid 19.

Jhon Roni Coyanda, S.Kom, M.Si narasumber ketiga yang juga sebagai Wakil Rektor II Universitas  Indo Global Mandiri (IGM) Palembang pada kesempatan ini menyajikan materi selama 20 menit. Jhon yang membawakan materi tentang Budaya Digital dalam Pendidikan ini di bagian awal memaparkan tentang sosok ideal seorang pendidik yang profesional di era society 5.0 dan revolusi 4.0. Selain itu juga memaparkan pertumbuhan teknologi digital di Indonesia. “Manfaat media digital antara lain sebagai alat komunikaso, alat pembelajaraj, e-administrasi serta alat pemasaran. Adapun kelemahan atau kekurangannya yaitu komunikasi secara emosional berkurang karena semuanya menggunakan aplikasi. Sebaliknya, kelebihan dalam hal efisiensi waktu,” ujarnya.

Bagian kesimpulan ia menyebutkan bahwa ada 3 hal manfaat bagi pendidik di era siciety 5.0 yaitu internet of things, virtual augmented reality dalam dunia pendidikan. Selanjutnya manfaat ketiga adalah prmanfaatan artificial intelligence, dalam dunia pendidikan untuk mengetahui serta mengidentifikasi kebutuhan pembelajaran yang dibutuhkan oleh pelajar.

Selanjutnya, Drs Taufik MSi dalam makalah berjudul Etika Literasi Digital memaparkan definisi literasi digital menurut Paul Gilster dan Daugles AJ yang intinya menyebutkan bahwa ada 8 elemen penting untuk mengembangkan literasi digital antara lain bertanggungjawab secara sosial, kritis dalam menyikapi konten, kreatif melakukan hal baru dengan cara baru, kepercayaan diri yang bertanggungjawab, komunikatif yaitu memahami kinerja jejaring dan komunikasi di dunia digital. Selanjutnya konstruktif yaitu reka cipta sesuatu yang ahli dan aktual, kognitif yaitu daya pikir dalam menilai konten. Serta yang terakhir, kultural yaitu pemahaman ragam konteks pengguna dunia digital.

Taufik juga pada kesempatan ini memaparkan kelebihan dan kelemahan dunia digital yaitu sisi positif adalah kemudahab dalam beragam aspek kehidupan baik dari segi bisnis, ekonomi, hiburan, transportasi bahkan dalam proses belajar di sekolah. “Sebaliknya dari sisi negatif adalah penyalahgunaan perkembangan teknologi seperti pencurian, perampokan, penipuan dan atau aksi pendukung teroris.

Beberapa kelebihan belajar dari rumah melalui pembelajaran jarak jauh di antaranya memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi siswa, tanpa terbebani tuntutan menuntaskan seluruh capaian kurikulum kenaikan kelas maupun kelulusan,” kata Taufik.

Dua pembicara lain,  Adi Firmansyah, SP. MSi.  (Peneliti Pusat Kajian Resolusi Konflik LPPM IPB University) dan  Eval Wari, ACC, Secretary General International Coaching Federation (ICF) Indonesia yang juga sebagai CEO Leadership Resources Indonesia tak kalah serunya menyajikan materi selama masing-masing 20 menit. Baik Adi Firmansyah maupun Eval Wari dengan segudang pengalaman dan bisnis yang mereka geluti, tak terasa ratusan peserta webinar dengan seksama menyimak pencerahan yang tetap diprakarsai Kemenkominfo RI ini.  Apalagi denga dipandu moderator Hafidz Dzaki, tak terasa waktu selama lebih kurang tiga jam terselesaikan dengan baik.

Walikota Palembang H Harnojoyo pun tak mau ketinggalan, tetap setia menemani peserta webinar dengan Semangat Literasi Digital. Key Opinion Leader kali ini, Adetya yang meupakan seorang pelaku usaha dari berbagai bidang seperti @therealfood.jkt, @trfhomemade_beeclub, HDI Executive Diamond) serta beberapa bisnis lain yang digelutinya menjadi inspirasi para peserta webinar kali ini untuk mengikuti jejak berdasarkan pengalaman dan keberhasilan yang diperoleh Adetya.

Terpisah, Suryati Ali selaku Runner Literasi Digital wilayah Palembang Sumsel membenarkan bahwa webinar yang digelar Kemenkominfo RI bekerjasama dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel diikuti secara daring 749 peserta dari kalangan pelajar, pendidik, dan masyarakat umum. “Webinar selanjutnya digelar Senin 6 September 2021 dengan topik Kreatif Lestarikan Nilai-Nilai Pancasila di Ruang Digital. Adapun peserta webinar dari kalangan pelajar dan mahasiswa,” ujar Suryati seraya menambahkan narasumber yang akan memberikan materi di antaranya Dr. Iding Rosyidin, M.Si ( Dosen Komunikasi UIN Jakarta dan Konten Kreator YouTube (IRC 13) ),
Muhamad Arif Rahmat, SHI (Certified Life Coach), Laurel Heydir, S.H, M.A. (Dosen Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya) dan
Drs. H. Zulkarnain, M.T (Kepala SMK Negeri Sumatera Selatan). (sf)

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *