KKMD Sumsel Gelar Pelatihan Teknis Pengelolaan Produk Turunan Mangrove dan Budidaya Silvofishery
• Optimalisasi Nilai Ekonomis Mangrove di Sumsel
Teks foto: Edward Chandra saat melihat salah satu produk turunan mangrove yang dipamerkan di sela kegiatan pelatihan teknis, Rabu (8/4).
PALEMBANG, MEDIASRIWIJAYA – Optimalisasi nilai ekonomis mangrove di Provinsi Sumatera Selatan menjadi target KKMD (Kelompok Kerja Mangrove Daerah (KKMD) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), salah satunya dengan menggelar Pelatihan Teknis Pengelolaan Produk Turunan Mangrove dan Budidaya Silvofishery. Pelatihan berlangsung selama tiga hari yaitu tanggal 8 – 12 April 2026. “Kegiatan KKMD ini sudah dipersiapkan dengan melibatkan banyak peserta.

Teks foto: Pemukulan gong tanda dimulai kegiatan pelatihan teknis, oleh Ketua KKMD Sumsel Drs Edward Chandra, MH yang juga sebagai Sekda Prov Sumsel.
Narasumber didatangkan dari beberapa daerah seperti Surabaya, Pasuruhan, dan Bangka Belitung, serta saya sendiri juga akan menjadi salah satu narasumber” ujar Ketua Tim Pelaksana Pelatihan Teknis Pengelolaan Produk Turunan Mangrove dan Budidaya Silvofishery, Khuswantoro Akhadi, S.Hut.,M.A.P,, saat laporan pada Pembukaan Acara Pelatihan yang digelar di Hotel Santika Premiere Bandara Palembang, Rabu (8/4/2026).

Teks foto: Khuswantoro Akhadi, S.Hut., M.A.P saat memberikan laporan.
Khuswantoro Akhadi, S.Hut., M.A.P yang juga sebagai Kepala Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Musi, Dalam laporannya, menyebutkan maksud dan tujuan, meningkatkan teknis kebutuhan masyarakat. Peran serta masyarakat yang ada di wilayah Mangrove sangat luar biasa sehingga dengan kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan keterampilan teknis produk turunan mangrove. Selain itu, meningkatkan dan mendorong juga keterampilan budidaya silvofishery. Meningkatkan nilai tambah bagi masyarakat di pesisir khususnya di Kawasan OKI, Muba dan Banyuasin. Kegiatan selama tiga hari diharapkan dapat mencapai tujuan tersebut,” katanya seraya menambahkan kegiatan ini bertujuan untuk mendukung pengelolaan mangrove berkelanjutan. Mangrove lestari, masyarakat sejahtera.

Beberapa produk turunan yang bisa ditiru (adopsi) sehingga memberikan alternative sumber ekonomi dengan basis hasil hutan bukan kayu yaitu tentunya dari mangrove. “Kegiatan ini juga bertujuan mengajak seluruh pihak untuk turun serta membangun perekonomian masyarakat pesisir dengan pengelolaan berkelanjutan. Selama tiga hari, kita akan berdiskusi dan turun ke lapangan mempraktekkan teknologi pengelolaan turunan mangrove dan melihat secara langsung kondisi lapangan dengan memberikan masukan-masukan,” tambahnya seraya berharap hasil akhir kegiatan ini dapat ditindaklanjuti masing-masing peserta sehingga tujuan yang diharapkan dapat tercapai.

Teks foto: Drs. Edward Chandra, MH, (tengah) saat memberikan keterangan pers usai acara pembukaan.
Drs. Edward Chandra, MH, Sekda Provinsi Sumatera Selatan, yang juga sebagai Ketua KKMD Sumsel, yang hadir langsung sekaligus membuka acara, pada kesempatan ini mengatakan Pemprov Sumsel sangat mengapresiasi kegiatan ini. “Hal ini penting untuk mengurusi mangrove dan turunannya karena ada dampak baik lingkungan maupun ekonomi. Apresiasi terhadap pihak-pihak yang terlibat dalam kegiatan ini bahkan yang datang dari luar daerah provinsi Babel, Jawa Timur dan beberapa narsum lainnya. Ternyata hasil olahan mangrove itu banyak sekali, termasuk bluntas tanaman yang selama ini dikenal masyarakat sebagai lalapan ternyata masuk dalam kategori produk turunan mangrove,” ujar Edward.

Teks foto: Drs Edward Chandra MH saat sambutan.
Menurutnya, dengan digelarnya kegiatan ini diharapkan dapat memperkaya mangrove dan turunan sehingga bernilai ekonomis. “Mangrove harus dikelola dengan sebaik-baiknya untuk menjaga keseimbangan lingkungan. Melalui pelatihan bisa mempelajari berbagai inovasi pemanfaatan mangrove dan turunannya sehingga bernilai ekonomis. Selain itu, packing atau kemasan produk yang melibatkan beberapa pihak seperti koperasi, UMKM dan badan usaha yang akan turut memasarkan produk sehingga betul-betul sesuai dengan harapan bersama. Semoga dengan kegiatan ini melalui sebagai wadah berkolaborasi semua pihak,” katanya.

Workshop Pengelolaan Wilayah Pesisir Mangrove berasal dari berbagai unsur seperti unsur Provinsi yang terdiri dari Bappeda Sumsel, Dinas Kehutanan Sumsel, Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Prov. Sumsel, Dinas Kelautan dan Perikanan Prov. Sumsel, Dinas Pariwisata Prov.Sumsel, BPDAS Musi, Balai Perhutanan Sosial Palembang, Seksi Wilayah III Balai Taman Nasional Berbak Sembilang, Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sumatera Selatan. Selain itu dihadirkan juga Ir. Hadenli Ugihan, M.Si (Anggota Tim Gubernur Untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) Bidang Lingkungan Hidup, dan Restorasi Gambut dan Mangrove), Tengku Zia Ulqodry, S.T., M.Si., Ph.D (Unsri), Dr. Sarno, M.Si. (Unsri), Prof. Dr. Momon Sodik Imanudin, SP., M.Sc. (Unsri), dan Jun Harbi (Universitas Muhammadiyah Palembang).

Peserta pelatihan juga berasal dari unsur kabupaten yaitu dari BAPPEDA Kabupaten OKI, DLH Kab. OKI, Dinas Perikanan Kab. OKI, UPTD KPH Wilayah IV Sungai Lumpur 1, UPTD KPH Wilayah V Lempuing Mesuji, Dinas Pemberdayaan Masy. Desa Kab. OKI, serta dari BAPPEDA Kab. Banyuasin, DLH Kab. Banyuasin, Dinas Perikanan Kab. Banyuasin, UPTD KPH Wilayah III Palembang – Banyuasin, dan Dinas Pemberdayaan Masy. Desa Kab. Banyuasin.

Unsur NGO, perusahaan dan media juga dilibatkan di antaranya Yayasan Konservasi Alam Nusantara, CIFOR, FORUM DAS Sumsel, Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia Sumatera Selatan, PT. OKI Pulp and Paper Mills, PT. SBA Wood Industries, PT. Bukit Asam, dan Media Sriwijaya. Unsur masyarakat terdiri dari Kepala Desa Sungsang IV, Masyarakat Penggiat Mangrove OKI, Masyarakat Penggiat mangrove Banyuasin,

Paparan secara panel yaitu Penguatan Kegiatan Pasca RHL untuk Mendukung Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Pesisir oleh Kepala BPDAS Musi, Inovasi Pengembangan Ketahanan Pangan Berbasis Mangrove melalui Produk Olahan Tepung, Stik, dan Sirup Mangrove oleh Ibu Pudji Hariana (UMKM SOMANO), serta Inovasi Kuliner Mangrove : Pembuatan Roti dari Tepung Buah Mangrove Syamsul Ma’arif (BOC). Setelah ishoma, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi dengan topik yang disampaikan Syamsul Ma’arif (BOC) tentang Inovasi Pengolahan Buah Mangrove : Pembuatan Manisan Nipah, serta Teknik Pengolahan Gula Nipah Syamsul Ma’arif (BOC).



Teks foto: Produk turunan mangrove yang dipamerkan di sela kegiatan pelatihan teknis.
Hari ketiga, Kamis (9/4) kegiatan dilanjutkan dengan turun ke lokasi yaitu ke Dermana Tulung
(OKI) yaitu melihat praktek lapangan Teknik Budidaya Kepiting Bakau Melalui Sylvofishery yang disampaikan Arthur Muhammad Farhaby S.Si., M.Si (UBB). (saf)




