Khalyana Zahira Sandi Siswi MAN 1 Lubuklinggau. Bikin Bangga Kakanwil Kemenag Sumsel Atas Prestasi Jadi Paskribra di Istana Merdeka
PALEMBANG, MEDIASRIWIJAYA – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Selatan, Syafitri Irwan, menyampaikan rasa bangga mendalam dan apresiasi setinggi-tingginya atas prestasi gemilang yang ditorehkan oleh Khalyana Zahira Sandi, siswi MAN 1 Lubuklinggau. Khalyana sukses menjalankan tugas negara sebagai anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) pada Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi HUT ke-81 Republik Indonesia di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (17/8/2026).
Keberhasilan siswi kelahiran Lubuklinggau, 2 Agustus 2010 ini menembus Paskibraka Tingkat Nasional setelah melewati seleksi ketat Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) pada 22 Juni 2026 menjadi bukti nyata bahwa peserta didik madrasah di Sumatera Selatan memiliki kualitas, kedisiplinan berlandaskan nilai agama, serta daya saing yang luar biasa di panggung tertinggi nasional.
Atas capaian tersebut, Syafitri Irwan mengungkapkan apresiasinya atas perjuangan, kedisiplinan, dan dedikasi Khalyana yang telah mengharumkan nama Sumatera Selatan, khususnya keluarga besar Kementerian Agama dan dunia pendidikan madrasah.“Kami sangat bangga dan menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada ananda Khalyana Zahira Sandi atas suksesnya menjalankan tugas negara di Istana Merdeka. Keberhasilan ini bukan hanya kebanggaan bagi MAN 1 Lubuklinggau dan Sumatera Selatan, tetapi juga membuktikan bahwa siswa madrasah mampu berdiri setara dan berprestasi di tingkat tertinggi nasional,” ujar Syafitri Irwan, Selasa (18/8/2026).
Usai menunaikan tugas mulianya di hadapan Presiden RI dan tamu negara di Istana Merdeka, Khalyana pun menyampaikan perasaan haru dan syukurnya atas kesempatan berharga tersebut.
“Saya sangat bersyukur dan terharu bisa menjalankan tugas ini dengan lancar di Istana Merdeka. Terima kasih kepada Orang Tua, Bapak Kakanwil Kemenag Sumsel, Kepala MAN 1 Lubuklinggau, pembina, serta seluruh pelatih yang terus mendoakan dan membimbing saya hingga bisa memberikan yang terbaik untuk Indonesia,” ungkap Khalyana gembira.
Perjalanan Khalyana menuju panggung kenegaraan bukanlah hal yang tumbuh mendadak. Putri kedua dari dua bersaudara pasangan Napyadi Alex Sandi (PNS Pemkab Musi Rawas) dan Mery Laduana Fitriana ini telah memupuk kecintaannya pada seni baris-berbaris sejak SD dan SMP, hingga makin diasah tajam di MAN 1 Lubuklinggau.

Keberhasilan Khalyana di Jakarta juga mendatangkan rasa haru yang mendalam bagi keluarganya yang berasal dari Desa Mandi Aur, Musi Rawas. Sang ibunda, Mery Laduana Fitriana, tak mampu menyembunyikan rasa bangga dan syukurnya atas pencapaian sang putri yang bertugas usai menjalani karantina ketat di Jakarta sejak 14 Juli 2026.“Rasanya tak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Ada bangga, haru, gembira, dan juga rindu. Saya dan suami adalah orang desa dari Desa Mandi Aur, Musi Rawas. Alhamdulillah ini rezeki anak saya bisa lolos hingga tingkat nasional. Waktu lolos ke tingkat provinsi saja kami sudah sangat senang, apalagi sampai ke tingkat nasional,” tutur Mery dengan suara bergetar.
Mery juga menyampaikan terima kasih dan kepercayaan penuhnya kepada MAN 1 Lubuklinggau serta Kementerian Agama atas pembinaan yang diberikan. Pilihan keluarga menitipkan pendidikan anak di madrasah terbukti sukses, di mana putra sulung mereka yang merupakan alumni MAN 1 Lubuklinggau juga berhasil menembus PTN di Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta sebelum prestasi Khalyana ini.
Kakanwil Syafitri Irwan berharap keberhasilan Khalyana dapat menjadi pemantik semangat dan inspirasi bagi seluruh siswa madrasah di Sumatera Selatan untuk terus berani bermimpi besar, melatih kedisiplinan, serta mengukir karya terbaik demi mengharumkan nama bangsa dan negara. (*)




