EkonomiHeadlineMUBASUMSEL

Kepemimpinan Apriyadi Sukses Perluas Kebun Swadaya Masyarakat

 

  • Bantu Petani, Bantu Bibit Hingga Buka Lahan Tanpa Bakar

MUBA, MEDIASRIWIJAYA – Membaiknya harga komoditas sawit ditambah dorongan dan berbagai bantuan yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin di bawah kepemimpinan Pj Bupati H Apriyadi Mahmud terbukti berhasil meningkatkan jumlah luasan perkebunan sawit swadaya masyarakat. Bahkan tidak tanggung-tanggung, kenaikannya nyaris 50 persen. Berdasarkan data Dinas Perkebunan Musi Banyuasin, pada 2020 lalu jumlah perkebunan swadaya masyarakat baik plasma maupun nonplasma, untuk tanaman belum menghasilkan (TBM) untuk nonplasma seluas 10.346 hektar, sedangkan plasma seluas 767, 61 hektar, sedangkan tanaman menghasilkan (TM) untuk nonplasma seluas 31.812 hektar dan plasma seluas 22.723,78 hektar sedangkan untuk tanaman tua dan atau tanaman yang rusak (TT/TR) seluas 1.437 hektar untuk kebun non plasma, sedangkan plasma tidak ada, total luasan kebun swadaya masyarakat mencapai 67.086,39 hektar.

Angka ini meningkat drastis di tahun 2021 saat mulai kepemimpinan tahun pertama Pj Bupati Apriyadi dimana total luasan kebun swadaya masyarakat menjadi 96.874,18 hektar. Rinciannya untuk nonplasma TBM 10.821 hektar, TM seluas 32.250 hektar, dan TT/TR seluas 1.462 hektar, sedangkan untuk plasma TBM seluas 16.044,09 hektar, sedangkan TM seluas 35.970, 97 hektar, sedangkan TT/TR seluas 326,12 hektar.

Kemudian di tahun 2022 luasan total kebun swadaya masyarakat naik lagi menjadi 99.351,03 hektar. Rinciannya, nonplasma TBM seluas 11.435 hektar, TM seluas 33.157 hektar dan TT/TR seluas 1.457 hektar, sedangkan plasma luasan TBM 16.342,12 hektar, TM 36.670,67 hektar, dan TT/TR, 289,24 hektar.

Kadisbun Muba Akhmad Toyibir SSTP MM mengatakan kehadiran pihaknya untuk membantu para pekebun kelapa sawit masyarakat. Ada banyak hal yang dilakukan mulai dari pendampingan, penyuluhan teknik budidaya secara gratis, pembukaan lahan tanpa bakar guna mengantisipasi kerusakan lingkungan akibat membuka lahan dengan cara membakar. “Dalam hal ini Dinas Perkebunan sudah mengupayakan bantuan alat berat yang bisa disewa pakai masyarakat pekebun untuk usaha pembukaan lahan tersebut,” yang pengelolaan alat berat tersebut kami khususkan di UPT Alsintanbun. Kami sedang mengusulkan agar retribusi terhadap sewa alat berat ini dapat dikurangi, sehingga sangat membantu bagi pekebun apalagi pekebun yang kurang mampu,” tambahnya.

Kemudian memberikan bantuan dan membantu pembelian bibit tersertifikasi, teknik aplikasi pemupukan, pendataan STDB bagi pekebun kelapa sawit swadaya, peningkatan kapasitas kelembagaan pekebun melalui pelatihan pelatihan oleh narasumber yang kompeten, fasilitasi kemitraan dalam rangka memastikan harga petani mendapatkan harga jual yang baik sesuai standar harga Disbun. “Dan yang paling penting sebagaimana diamanatkan dalam peraturan perundangan terkait kelapa sawit berkelanjutan (ISPO), maka direncanakan akan lakukan fasilitasi penerbitan sertifikat ISPO bagi lembaga pekebun swadaya yang akan menggandeng lembaga auditor independen ISPO yang sudah mendapat akreditasi dari Kementerian Pertanian ,” terang pria yang akrab disapa Ibir tersebut.

Dinas perkebunan Kabupaten Musi Banyuasin juga kata Ibir melakukan pengawalan dalam penentuan harga TBS tingkat petani pekebun. “Kita berperan aktif dan hadir secara langsung dalam Rapat Penetapan Harga Tandan Buah Sawit (TBS) Produksi Pekebun yang nantinya menjadi pedoman harga kelapa sawit yang diterima oleh petani Pekebun,” tukasnya.

Meningkatnya jumlah luasan kebun di Kabupaten Musi Banyuasin sendiri kata Ibir dilatari meningkatnya harga komoditas sawit di pasaran, ditambah banyak petani yang beralih menanam sawit. Namun, itu perlu kehadiran pemerintah, terutama masyarakat yang hendak menanam sawit agar melaporkan kepada pemerintah. “Tujuannya agar kita bisa memberikan pendampingan, dari awal, kita dorong mereka juga memiliki kelembagaan, sehingga bantuan, termasuk akses permodalan bisa masuk. Kualitas juga meningkat karena adanya pendampingan, bibit yang baik, teknik yang baik, dan mereka kita juga kita hadirkan pabrik, guna mendapatkan harga terbaik, ini memutus mata rantai tata niaga sawit, sehingga petani bisa terhindar tengkulak,” tukasnya.

Diakuinya, kendala yang masih dihadapi adalah bagaimana masyarakat yang sudah telanjur panen, apalagi yang sudah terikat tengkulak. “Ini yang kita cari formulasi dan benahi pelan-pelan,” tandasnya.

Pj Bupati Muba H Apriyadi Mahmud mengatakan pihaknya berkomitmen meningkatkan kesejahteraan petani sawit di Musi Banyuasin, apalagi diketahui bersama komoditas sawit merupakan komoditas andalan Bumi Serasan Sekate. Tidak hanya pendampingan, juga bantuan peralatan, bibit sawit tersertifikasi, juga pembangunan jalan produksi ke sentra-sentra perkebunan rakyat.

Tidak hanya dalam menghasilkan tanaman sawit, Pemkab Muba juga mendorong petani berdikari, termasuk memiliki pabrik pengolahan kelapa sawit sendiri. “Sudah berprogres, ditunggu saja beberapa waktu ke depan. Harapannya, petani Muba bisa sejahtera, mendapatkan nilai tambah dari perkebunan kelapa sawit yang mereka lakukan,” ujar Apriyadi. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *