Empat LawangHeadlineHukum&KriminalNasionalPalembangSUMSEL

Kemenkumham Sumsel Turunkan Tim ke Empat Lawang, Pasca Kaburnya Tahanan

PALEMBANG, MEDIASRIWIJAYA – Dampak kaburnya seorang tahanan kasus narkoba, Riansyah, warga Desa Lubuk Layang Kecamatan Pendopo Kabupaten Empat Lawang, dari Lapas Kelas II B Empat Lawang usai shalat zuhur. Minggu (2/1) pukul 12.48 Wib.

Kementerian Hukum dan Ham Sumatera Selatan langsung membentuk dua tim, satu bertugas melakukan pemeriksaan terhadap petugas dan satu tim lain melakukan pengejaran terhadap narapidana Riansyah, berhasil kabur setelah memanjat dan melompat tembok pagar atas. “Telah dibentuk tim untuk melakukan pemeriksaan terhadap petugas yang bertanggung jawab pada saat kejadian, petugas diperiksa oleh tim dan petugas yang lain sebagian melakukan pengejaran.” ungkap Kepala Divisi Permasyarakatan (Kadivpas) Kantor Wilayah Kanwil Kemenkumham Sumsel, Dadi Mulyadi. Saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (04/01).

Masih dikatakan Kadivpas Kemenkumham Sumsel, untuk sangsi kepada petugas ditentukan dari hasil pemeriksaan, jika terbukti lalai akan dengan tegas akan dikenakan sangsi. “Sangsi bagi petugas yang bertanggung jawab itu berdasarkan hasil pemeriksaan yang kini masih kita dalami dan kita pelajari.” tegasnya.

Atas kejadian tersebut, menjadi bahan evaluasi jajaran Kanwil Kemenkumham Sumsel agar kejadian kaburnya tahanan atau narapidana di Lapas atau Rutan tidak terulang lagi.”Evaluasi kita kedepan bagaimana memenuhi sarana dan prasarana iti akan kita usulkan ke Pusat agar tembok ditinggikan standar dari 6 meter ditambah 1 meter lagi jadi tingginya 7 meter, tapi yang sekarang hanya 4 meter untuk tingginya,” jelas Dady.

Lapas Empat Lawang, menurut beliau merupakan Lapas prioritas untuk penambahan personel, kebetulan Kemenkumham 2021 ini ada pengadaan CPNS. Paling tidak pengamanan di Lapas atau Rutan dapat berimbang.

Kaburnya tahanan banding kasus narkoba ini, juga dilatarbelakangi oleh selain tidak berimbang petugas jaga, kondisi Lapas Empat Lawang yang over kapasitas mencapai 287 orang. “Pegawai di sana hanya 32 orang, kapasitas 98 orang tapi sekarang dihuni 287 orang, saat kejadian dijaga oleh 3 petugas, ke depan kita akan meningkatkan sarana dan prasarana termasuk penambahan personil agar kejadian ini tidak terulang lagi,” harapnya. (Ly).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *