Kecanduan Digital, No!, Produktif: Yes!, Topik Webinar Literasi Kemenkominfo RI Wilayah Palembang

Keterangan foto: Prof. Dr. H.M. Edwar Juliartha, S.Sos.,  M.M. (Kepala Dinas Kearsipan Provinsi Sumatera Selatan) saat menyajikan materi.

PALEMBANG, MEDIASRIWIJAYA – Dengan banyaknya kemudahan di era digital bukan alasan untuk kecanduan digital ke arah negatif. Dengan memanfaatkan teknologi digital kita harus bisa kreatif dan produktif walaupun dari rumah. Mau tau caranya ?

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 Kota Palembang yang digelar Kamis (16/9) mulai pukul 09.00 WIB dengan topik Kecanduan Digital No, dan Produktif: Yes! Topik ini sengaja dipilih para penyelenggara webinar Kemenkominfo ini dengan menghadirkan empat narasumber di antaranya Karlina Octaviany, M.Sc (Digital Access Programme Adviser British Embassy Jakarta), Muhamad Arif Rahmat, SHI (Certified Life Coach), Prof. Dr. H.M. Edwar Juliartha, S.Sos.,  M.M. (Kepala Dinas Kearsipan Provinsi Sumatera Selatan) serta MarPudhok, M.Pd (Kepala SMA Negeri 2 Palembang).

Dipandu Moderator Hafizulhaq Azzamul Hakim,  webinar yang digelar tetap gratis bahkan diberikan e-sertifikat dari peserta dari Kemenkominfo RI.Webinar ini sendiri dimulai pukul 09.00 yang dibuka oleh moderator Kemudian menayangkan Lagu Indonesia Raya yang diikuti semua peserta webinar. Moderator yang pada kesempatan pertama memberikan ruang kepada Semuel A Pangerapan, Direktur Jenderal (Dirjen) Aplikasi Informatika (Aptika) Kemenkominfo RI untuk menyapa salam digital kepada para peserta webinar. Tak lupa setelah itu, keynote speech Walikota Palembang H Harnojoyo pun ikut menyemangati para peserta dengan juga memberikan salam digital. Begitu juga dengan Key Opinion Leader kali ini, yang juga memiliki berbagai aktivitas yang menginspirasi para peserta webinar kali ini.

Narasumber pertama, Karlina Octaviany, M.Sc (Digital Access Programme Adviser British Embassy Jakarta) yang membuka sesi pertama penyajian materi pada webinar kali ini cukup apik membagikan ilmunya. Dengan tema Sebarkan Kontens Positif yang Hits, Karlina berbagi ilmu, misalnya ilmu mendapatkan Branding, bagaimana caranya?  “Evaluasi bersama-sama dulu tentang personal diri seperti apa dalam diri kita, mau dikemas kontens seperti apa misalnya share informasi tentang covid atau kalau punya keahlian di bidang tertentu misalnya cara masak dan sebagainya. Pilih persona yang profesional. Selanjutnya gaya bahasa yang dipakai seperti apa. Agar semua orang mengerti dengan penjelasan Anda. Cara sederhana upayakan agar mudah diterima publik. Selanjutnya tujuan membuat konten itu seperti apa, mau yang ada unsur pendidikan, yang hiburan, dan sebagainya. Misalkan buat konten di video, pastikan 10 menit pertama itu kontens menarik sehingga orang tertarik untuk terus menontonnya. Perlu diingat, jangan lupa mencantumkan keterangan foto, sumber info dari mana, dan beberapa data lain karena ini penting ketika ada error maka bisa langsung dilacak berdasarkan tanggal atau keterangan tadi. Perhatikan market-market bila ingin membuat konten,” demikian Karlina berbagi ilmu.

Selanjutnya, narasumber kedua Muhamad Arif Rahmat, SHI (Certified Life Coach) yang juga selama 20 menit tak kalah menariknya berbagi ilmu tentang bagaimana memahami fitur keamanan digital. Arif pada kesempatan awal memperlihatkan perkembangan internet dari berbagai segmen dan kegunaan seperti transaksi perbankan, dunia pendidikan dan sebagainya. Ada tiktok, dan zoom metting yang jadi 10 besar aplikasi yang banyak dipakai di Indonesia pasca pandemi Covid 19 di Indonesia. Selain itu aplikasi game yang menampilkan berbagai jenis.

Indikasi ketika bersentuhan dengan internet dan media sosial maka ada risiko siber. Apa itu risiko siber? “Ini berupa kerugian yang terjadi, misalnya tiba-tiba ada transaksi di perbankan, saldo berkurang. Ada juga gangguan tiba-tiba akun tak bisa digunakan. Atau juga rusaknya reputasi dan usaha pribadi dengan mencatut nama dengan alasan pinjam uang dan sebagainya. Apa yang kita lakukan untuk meminimalisir? Dengan cara proteksi perangkat digital kita. Smart phone yang dimiliki diproteksi agar data-datanya tidak mudah cepat tersebar atau berpindah ke tangan orang lain. Pasang fitur keamanan di ponsel kita. Selanjutnya finger print juga. Selanjutnya proteksi perangkat lunak (software) juga agar tak mudah dibaca orang lain. Selanjutnya, jangan lupa anti virus yang perlu diperhatikan. Selanjutnya, proteksi identitas digital seperti nama, profil, dan data lain. Caranya, atur dana privasi yang tidak semua orang bisa mengaksesnya,” ujar Arif berbagi ilmu.

Tak kalah seru, pembicara ketiga dari Palembang yaitu, Prof. Dr. H.M. Edwar Juliartha, S.Sos.,  M.M. (Kepala Dinas Kearsipan Provinsi Sumatera Selatan). Pria enerjik yang selalu berbagi ilmu di setiap kesempatan ini bicara tentang budaya digital. Menurutnya, saat ini orang sudah bicara bagaimana memanfaatkan dunia era 4.0. Dalam kondisi terkini, ada beberapa perubahan yang tanpa disadari tentang transformasi budaya. Topi Transformasi Budaya Digital (Bijak Gunakan Internet). Menurutnya, Indonesia yang saat ini dengan beragam budaya menjadi menarik dan terjadi pergeseran yang luar biasa dalam perkembangannya. “Indonesia paling banyak gunakan ponsel. Penggunaan adroid masuk 5 besar dunia. Persoalan yang muncul, apakah bisa mendatangkan manfaat untuk kebaikan atau pemberdayaan orang yang menggunakannya. Rasa ingin tahu tentunya juga meningkat pada diri setiap orang. Ini yang perlu kehati-hatian. BIsa timbul kecanduan, kekerasan, anti social behaviour, pornografi, kejahatan baru, kesehatan dan kemalasan. Semua ini sebagai akses atau dampak yang terjadi dengan menyikapi perkembangan yang terjadi,” ujar mantan Asisten Pemprov Sumsel ini.

Selanjutnya, Prof Edwar juga memaparkan  ciri-ciri ekstrim yang terjadi misalnya menyia-nyiakan waktu yang berharga, menjauhkan yang dekat, menghilang dari dunia nyata, insomnia, mengganggu kesehatan dan tugas terbengkalai. Semua ini terjadi jika tak bijak menyikapi pengaruh selalu eksis bergelut dengan medsos. Aspek negatif menggunakan internet dengan beberapa poin juga dipaparkan Edward. Beberapa teknik mengatasi kecanduan internet juga dipaparkan Edward.

Selanjutnya narasumber terakhir, MarPudhok, M.Pd (Kepala SMA Negeri 2 Palembang) yang menjadi juru kunci pada webinar yang diikuti 894 peserta ini. Marpudhok memaparkan tentang berbagai hal seperti dampak bermedsos, pengertian etika baik secara arti harfiah maupun definisi secara umum. Menurutnya, pengertian etika digital adalah kemampuan individu dalam menyadari, mencontohkan, mempertimbangkan dan memperkembangkan tata kelola etika digital dalam kehidupan sehari-hari. “Dalam kehidupan sehari-hari karena kurang mengedepankan etika maka sering berhadapan dengan masalah, salah satunya masalah hukum. “Untuk itu, ada beberapa etika yang perlu diperhatikan misalnya ingat keberadaan orang lain saat bermedsos. Selanjutnya, gunakan kata-kata yang sopan ketika berkomunikasi secara digital. Selanjutnya, berpikir sebelum berkomentar. Jangan memberikan info yang belum valid, jangan menggunakan kata-kata yang mengandung unsur SARA, serta berhati-hati ketika memberikan data-data privasi,” ujarnya.

Lebih lanjut dalam sesi tanya jawab, moderator mempersilakan empat penanya terpilih untuk menyampaikan pertanyaan secara langsung kepada keempat narasumber secara berurutan. Karena antusias peserta cukup tinggi untuk bertanya, moderator juga memilih enam penanya lagi untuk berkesempatan mendapat hadiah langsung berupa uang elektronik masing-masing senilai Rp 100 ribu.

Terpisah, Suryati Ali selaku Runner Literasi Digital wilayah Palembang Sumsel membenarkan bahwa webinar yang digelar Kemenkominfo RI bekerjasama dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel diikuti secara daring oleh 842 peserta dari kalangan pelajar, mahasiswa dan orangtua (umum).

Untuk webinar selanjutnya imbuh Suryati, diselenggarakan kembali pada Sabtu 18 September 2021 mulai pukul 09.00 WIB sampai 12.00 WIB dengan tema “Identifikasi dan Antisipasi Perundungan Digital (Cyberbullying). Narasumber antara lain, Ardi Widi Yansah S.sos ( Praktisi komunikasi dan Editor Foto Majalah GATRA), Ali Mansur, MA (Akademisi Politik Hukum  dan Filsafat Hukum UIN Syarif Hidayatullah Jakarta), Isma Nurillah, M.H (Dosen Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya) serta Muhammad Edwar, M.Pd (Wakil Kepala SMA Negeri 11 Palembang). Link Zoom:https://us02web.zoom.us/j/4209362077. (sf)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

\

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *