Kapolrestabes Palembang Deklarasi Mendukung Gerakan Anti Curanmor Bersama Tiga Pilar (TNI Polri dan Pemerintah ) Serta Warga Masyarakat Guna Meminimalisir angka kejahatan Curanmor di Wilayah Kota Palembang
PALEMBANG,MEDIASRIWIJAYA – Guna meminimalisir angka kejahatan Curanmor di wilayah hukum Kota Palembang, Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Mokhamad Ngajib SIK pimpin ‘Deklarasi Mendukung Gerakan Anti Curanmor’ bersama tiga pilar (TNI Polri dan Pemerintah ) serta warga masyarakat.
‘Deklarasi Mendukung Gerakan Anti Curanmor’ merupakan Program Kerja Kapolrestabes Palembang, muncul karena maraknya aksi Curanmor, berdasarkan analisa dan evaluasi jajarannya, bahwa penanganan kasus tindak pidana curanmor ini perlu kerjasama TNI Polri, Pemerintah dan warga masyarakat. “Melihat dari peristiwa yang terjadi Kota Palembang, maraknya tindak curanmor ini setelah kita evaluasi dengan kita melakukan pengungkapan dan penindakan untuk membuat efek Jera para pelaku tapi ternyata masih banyak juga, akhirnya kita membuat pilot project di tiga tempat Kertapati kalidoni dan Ilir Timur 1 Palembang,” ungkap Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Mokhamad Ngajib SIK. Rabu (02/11) petang.
Disini Kombes Pol Ngajib, untuk memulai Pilot Project mulai menerapkan terlebih dahulu uji coba di 3 wilayah hukum Kertapat, Kalidoni dan Ilir Timur (IT) 1 Palembang, yang tadinya aksi curanmor bisa sampai 3 kali dalam sehari sejak adanya Program Kerja ‘Gerakan Anti Curanmor’ mampu menekan angka kriminal curanmor di 3 wilayah tersebut. ” Alhamdulillah dengan kita melakukan kegiatan preventif yaitu melakukan kegiatan bersama-sama dengan masyarakat saling membantu untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang mewaspadai aksi curanmor Alhamdulillah bisa ditekan,” ujarnya.
Disini dalam Pilot Project gerakan anti curanmor ini melibatkan masyarakat untuk saling menyadarkan keamanan masyarakat adalah yang utama sehingga antisipasinya kemudian mereka saling mengingatkan saling berpesan bahwa ini hati-hati dari masyarakat pada saat parkir itu hati-hati aman atau tidak kemudian mengunci stang motornya dan juga menggunakan kunci cadangannya sehingga dengan seperti itu kesempatan curanmor ini bisa kita tekan, tuturnya.
Dicontohkan Kapolrestabes Palembang, Pilot Project ‘Gerakan Anti Curanmor’ di wilayah hukum Polsek IT 1 Palembang, dalam waktu satu bulan saja terjadi penurunan. “Curanmor sehari bisa sampai 6 alhamdulilah di IT 1 Palembang ini menurun dimana dalam 1 bulan hanya 1 kali, ini menandakan adanya keberhasilan dalam tindakan bersama antara TNI Polri, Pemerintah dan warga masyarakat,” jelas Kombes Pol Ngajib.
Dikatakan Kapolrestabes Palembang, dengan keberhasilan ini, akhirnya pihak kepolisian dalam hal ini Polrestabes Palembang bersama TNI, Pemerintah dan segala elemen masyarakat mengelar ‘Deklarasi Mendukung Gerakan Anti Curanmor’. “hari ini karena keberhasilan itu, kita laksanakan louncing bersama Gerakan Anti Curanmor yang dilaksanakan seluruh Polsek jajaran Polrestabes Palembang,” ujarnya.
Sementara itu. Ali Iswandi (59) Ketua RW 009 Kelurahan 20 Ilir D1 Kecamatan IT 1 Palembang, berangkat sebagai Ketua Linmas, dengan adanya Gerakan Anti Curanmor dirinya mengapresiasi dan mendukung program bapak Kapolrestabes Palembang. “Kami mengucapkan terima kasih banyak, saya sangat mendukung sekali program ini malah kami dengan anggota linmas 15 orang untuk membantu di daerah kami, apalagi dengan adanya himbauan-himbauan dari bapak kapolrestabes ini sangat membantu daerah kami, aspirasi ini kami dukung sepenuhnya,” ujar Ali.
Deklarasi ditandai dengan penyerahan gembok dan penandatangan langsung oleh Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Mokhamad Ngajib SIK. Kapolsek IT 1 Palembang, Kompol Ginanjar. Danramil 418-06 /Kamboja, Kapt Inf Syafrullah. Disusul dengan perwakilan warga. (Ly)




