HeadlineNasionalNUSANTARAPalembangPolda SumselSUMSEL

Kapolda akan Evaluasi Kinerja Jajaran sampai ke Polsek

PALEMBANG. MEDIASRIWIJAYA – Kapolda Sumatera Selatan (Sumsel) Irjen Pol Toni Harmanto, akan mengevaluasi kinerja jajarannya, baik mengungkapkan kasus kasus menonjol maupun hasil pengungkapan hingga ke jajaran Polres dan Polsek.

Tak tanggung tanggung, Irjen Pol Toni Harmanto yang baru dua minggu menjabat Kapolda Sumsel telah mengatensikan 3 kasus menonjol seperti kasus begal perampokan HP di Kota Palembang, kasus seorang perempuan Tarbiayah (50) tewas dengan kondisi leher tergorok di Kabupaten Ogan Ilir (17/9) dan kasus penembakan kurir anter paket Riko (24) jadi korban begal di kawasan Kikim Kota Lahat.

Atas kejadian tersebut, Kapolda Sumsel menekankan masing masing Kapolrestabes/Kapores harus bisa mengungkapkan kasus tersebut selama 7 hari.

“Peristiwa perampokan ambil HP dengan paksa, korban di tembak, dan kasus perempuan di potong leher di OI, saya kasih waktu 7 hari. Kapolrestabes/Kapolresnya 7 hari paling lama. Tapi Polda dalam hal ini Ditreskrimum tolong di bantu,” ungkap Kapolda Sumsel Irjen Pol Toni Harmanto. Jumat (17/9).

Dijelaskan Kapolda Sumsel, batas waktu yang diberikan kepada 3 Kapolrestabes/Kapolres, selain memotivasi juga merupakan kebijakannya selama menjabat Kapolda Sumsel.

“saya kasih waktu 7 hari, mengapa?saya juga pernah seperti ini, di minta untuk cepat mengungkap kasus menonjol, sekaligus untuk memotivasi bahwa kita ada tanggung jawab,” jelasnya.

“Kebijakan saya Karena semua ada batas waktu dia dikatakan berhasil jika dia berhasil menyelesaikan sesuai dengan batas waktu,” jelas Kapolda Sumsel.

Bahkan Kapolda Sumsel juga mengingatkan setiap Polres/Tabes hingga Polsek Polsek, untuk dapat mengpublikasikan hasil pengungkapan ke media massa, sebagai keberhasilan kinerja Polri kepada masyarakat.

“Saya minta Polsek – Polsek mempublikasikan perkara-perkara yang terjadi di Polsek bahkan Polres, itu dengan maksud untuk mempublikasikan keberhasilan kita,” ungkapnya.

Masih dikatakan beliau, ” ini menjadi konsen saya sehingga nanti kami Ingatkan lagi kebijakan ini untuk bisa terus dilaksanakan hingga ke tingkat Polsek,” ujar Irjen Pol Toni.

Dari pantauan, Polsek Polsek yang berada di wilayah hilir, dimana Polsek yang sering melakukan pengungkapan dan mempublikasilan ke media seperti Polsek Kemuning. Polsek Kalidoni. Polsek Sukarami. Polsek Ilir Barat 1. Polsek Ilir Barat 2. Dan Polsek ir Timur (IT) 2.

Untuk Polsek yang jarang mempublikasikan kinerjanya, Polsek Ilir Timur (IT) 1 Palembang, sedangkan Polsek yang tidak pernah merealisasikan hasil ungkap kasus di media yaitu Polsek Gandus Palembang dan Polsek Sako Palembang. “Kebijakan saya, nanti harus membuat rapot pejabat teknis, jadi kayak anak sekolah, rapot itu kita kejar setiap awal bulan operasional, seperti uji kompetensi yang sehat,” ingat Irjen Pol Toni.

Lanjut, dicontohkan Kapolda Sumsel Irjen Pol Toni Harmanto. “contoh Ditreskrimum akan menilai Kasat – Kasat di Polres nanti di awal bulan depan akan kita umumkan mana yang terbaik, mana yang terjelek, jika 3 kali jelek pasti saya ganti, kita evaluasi selain itu pejabat-pejabat saya kasih waktu ditreskrimsus Reskrim dan narkoba termasuk target yang di Polres dan Polsek Polsek,” tegasnya. (Ly).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *