HeadlineNasionalPalembangSUMSEL

Kakanwil Kemenkumham Sumsel Ambil Langkah Responsif Usut Pelarian Narapidana Lapas Lahat

PALEMBANG,MEDIASRIWIJAYA – Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sumatera Selatan masih terus mendalami pelarian seorang narapidana kasus narkoba Lapas Kelas IIA Lahat berinisial EP, warga Kelurahan Kota Jaya Kabupaten Lahat, yang dilaporkan kabur meninggalkan Lapas Kelas IIA Lahat, Sabtu (15/01).

Menindaklanjuti hal tersebut, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sumatera Selatan melalui tim pemeriksa yang diketuai oleh Kepala Divisi Pemasyarakatan (Dadi Mulyadi), langsung melakukan investigasi lanjutan terkait insiden tersebut.

Disampaikan Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Sumsel, Indro Purwoko, pihaknya telah mengambil langkah-langkah menarik Petugas Penjaga Pintu Utama (P2U), Komandan Jaga, dan Plt. Kepala KPLP Lapas Kelas IIA Lahat ke Kantor Wilayah Kemenkumham Sumsel untuk dilakukan pemeriksaan dan pembinaan. “Kami telah bergerak cepat sejak awal dengan membentuk tim untuk memeriksa petugas yang bertanggung jawab pada saat kejadian, di samping tim lainnya masih melakukan pengejaran,” tutur Kakanwil Indro Purwoko. Jumat (21/01).

Peristiwa ini menjadi bahan evaluasi jajaran Kanwil Kemenkumham Sumsel agar tidak terulang kembali. Kakanwil juga memerintahkan Kalapas Lahat untuk melakukan evaluasi perbaikan sistem administrasi dalam penunjukan WBP sebagai tahanan pendamping (Tamping), pembinaan program Zero HALINAR secara berkala, serta perbaikan sarana dan prasarana pengamanan seperti penambahan titik CCTV diseluruh area Lapas Kelas IIA Lahat.

Berdasarkan dugaan yang ditelisik, narapidana tersebut kabur setelah berhasil mengelabui petugas P2U dengan berdalih meminta izin menemui anaknya di halaman luar lapas pada pukul 07.08 WIB. Terkait hal iini, masih minimnya SDM personel jaga serta kondisi Lapas Kelas IIA Lahat yang mengalami over kapasitas di antaranya menjadi faktor penyebab dan mempengaruhi situasi penjagaan. Adapun jumlah narapidana Lapas Kelas IIA Lahat saat ini mencapai 577 orang dari kapasitas seharusnya 261 orang, dengan petugas jaga 7 orang yang terdiri dari 2 orang petugas P2U, dan 5 orang anggota regu. “Kepala Lapas kami minta untuk melakukan deteksi dini terhadap gangguan keamanan dan ketertiban lapas, juga kontrol rutin di lapangan seperti pada area brandgang, pintu keluar masuk lapas, serta teralis besi di tiap kamar hunian,” tutup Kakanwil. (Ly)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *