HeadlineNasionalNUSANTARAPalembangSUMSEL

ISKA Lakukan Aksi Belarasa bagi Pengungsi Erupsi Gunung Lewotobi

LARANTUKA, MEDIASRIWIJAYA. – Seperti kita ketahui sampai hari ini status Gunung Lewotobi Laki- Laki masih erupsi setelah beberapa waktu lalu erupsi besar. Pengurus Pusat Ikatan Sarjana Katolik (PP ISKA) bersama DPP ISKA seluruh Indonesia turut prihatin atas bencana alam yang menimpa masyarkat Flores Timur. Melalui aksi belarasa, ISKA menyalurkan bantuan bagi pengungsi erupsi gunung Lewotobi Laki-laki.

PP ISKA memberikan dukungan kepada korban yang berada pada zona merah. Bantuan disalurkan langsung kepada komunitas yang terdampak. Respon tanggap cepat ISKA melalui Lembaga Riset dan Pengabdian Masyarakat. Ketua Presidium Pusat Ikatan Sarjana Katolik, Dr. Lucky Yusgiantoro langsung meninjau lokasi terdampak di enam titik pengungsi. Menyerahkan langsung bantuan bagi pengungsi dan berdialog langsung dengan para pengungsi. Terutama kelompok ibu-ibu yang menjadi penopang utama keluarga di posko pengungsian. PP ISKA berharap dengan perhatian pemerintah dan sejumlah relawan, masyarakat terdampak terus kuat menghadapi situasi yang ada.

Sementara itu, Koordinator Wilayah ISKA Bali Nusa Tenggara, Yakobus S Muda menyampaikan bahwa Flores berada pada garis titik gunung berapi. Masyarakat di garis ini, memiliki mental yang siap dengan resiko bencana. Mental ini sudah terwariskan sebagai pemilik daerah rawan bencana. “ Kita berhadap masyarakat tetap tenang menghadapi situasi yang ada. Masyarakat diharapkan melapor dan membangun komunikasi dengan posko utama bencana maupun posko-posko di tingkat kecamatan dan desa,” ujarnya.

Stanley pengurus PP ISKA yang turut hadir dalam penyerahan bantuan di Larantuka, kepada media ini menjelaskan bahwa di lapangan ISKA bersinergi dengan semua pihak temasuk dengan Kementrian Sosial. PP ISKA juga melakukan dialog dengan pemerintah Kabupaten Flores Timur dan Keuskupan Larantuka. terkait penanganan pengungsi, relokasi, manajemen krisis serta dampak terhadap mata pencaharian masyarakat serta pendidikan anak.

Berdasarkan assessment cepat tim assesment tanggap bencana ISKA, diketahui banyak kebun warga yang hangus dan kering akibat hawa panas. Komoditi utama seperti kopi dan kakao serta komoditi lain berpotensi kehilangan hasil sampai 3 tahun kedepan sehingga berdampak pada perkonomian keluarga. Termasuk dampak bagi biaya pendidikan anak. Selain itu, banyak rumah warga yang bocor akibat korosi dan hawa panas.

PP ISKA berharap, pemangku kepentingan kebencanaan khususnya Kemensos dan Pemda agar mengambil perhatian pada beberapa persoalan ini. PP ISKA juga memberikan apreasiasi atas aksi tanggap cepat yang dilakukan oleh pemerintah pusat.

Untuk diketahui, Wakil Presiden juga telah berkunjung ke lokasi bencana. Upaya-upaya penanganan bencana selanjutnya akan menjadi perhatian BNPB dan Kementrian terkait. Peran pemerintah diharapkan berlanjut sampai pada tahap rehabilitasi dan rekonstruksi. Infrastruktur yang mengalami kerusakan seperti perumahan warga, sarana pendidikan agar dapat segera diperbaiki dan dibangun kembali.(daris)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *