Hubungkan Teori dan Realita, Ratusan Siswa SMA Xaverius 2 Palembang Ikuti Kunjungan Edukatif Lintas Sejarah dan Teknologi
PALEMBANG, MEDIASRIWIJAYA – SMA Xaverius 2 Palembang adalah lembaga pendidikan yang berkomitmen menyelenggarakan pembelajaran inovatif dan berkarakter, guna membekali siswa dengan kompetensi yang relevan dengan perkembangan zaman, menggelar kegiatan Field Trip atau Kunjungan Edukatif serentak bagi seluruh peserta didik kelas X, XI, dan XII pada Selasa (20/1/2026). Kegiatan ini dirancang sebagai strategi pembelajaran luar ruang untuk mendekatkan siswa pada realita sejarah, perkembangan teknologi, serta keberagaman budaya di Kota Palembang.
Para siswa mengunjungi berbagai lokasi strategis, di antaranya: Kantor Wali Kota Palembang: Destinasi Museum Edu Trip untuk mempelajari sejarah gedung yang dahulunya merupakan Menara Air (Ledeng) peninggalan Belanda., City Musi Tour: Eksplorasi kawasan perairan Sungai Musi. Graha Teknologi Jakabaring: Pusat pembelajaran sains dan teknologi. Kompleks Rumah Ibadah Jakabaring Sport City: Simbol toleransi dan wisata religi. Taman Purbakala Kerajaan Sriwijaya (TPKS) Karanganyar: Penelusuran jejak sejarah kemasyhuran Kerajaan Sriwijaya.
Pembelajaran Kontekstual di Luar Kelas
Kepala SMA Xaverius 2 Palembang, Petrus Widodo, dalam sambutannya sebelum keberangkatan menekankan bahwa kunjungan ini adalah upaya sekolah menghubungkan teori di buku teks dengan praktik nyata. “Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya memahami konsep secara abstrak, tetapi mengalami langsung penerapannya. Misalnya, saat belajar tentang sistem pemerintahan, mereka datang ke Kantor Wali Kota untuk melihat bagaimana teori tersebut diimplementasikan dalam pelayanan publik,” ujar Petrus Widodo.
Membangun Keterampilan Abad 21
Senada dengan hal tersebut, Wakil Kepala Bidang Kurikulum, Nyimas Heni, menjelaskan bahwa kelebihan utama metode ini terletak pada pengalaman belajar kontekstual. Menurutnya, lingkungan sekitar adalah sumber belajar yang sangat kaya bagi guru untuk menciptakan pembelajaran yang bervariasi dan interaktif.
Sementara itu, Isma Yuliati didampingi Saptiko Agung selaku Koordinator Pelaksana, menambahkan bahwa aspek sosial menjadi poin penting dalam kegiatan ini. Selain membangkitkan rasa ingin tahu, field trip melatih siswa dalam kolaborasi dan interaksi sosial yang lebih bermakna dibanding pembelajaran konvensional di kelas.
Diskusi Sejarah di “Kantor Ledeng”
Salah satu momen krusial terjadi saat kunjungan di Kantor Pemerintah Kota Palembang. Di lokasi yang berfungsi sebagai office museum tersebut, para siswa berkesempatan melakukan diskusi interaktif dengan Perencana Ahli Utama Kota Palembang. Fokus diskusi meliputi sejarah transformasi gedung dari menara air peninggalan kolonial hingga menjadi pusat administrasi kota saat ini, sekaligus mendalami sejarah perkembangan Palembang secara luas.
Dengan kegiatan ini, SMA Xaverius 2 Palembang berharap dapat mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kemampuan observasi, berpikir kritis, dan analisis yang tajam terhadap lingkungan sekitar.(daris)





