HeadlineHukum&KriminalNasionalNUSANTARAPalembangPolda SumselPolitikSUMSEL

FDG “Pentingnya Pencegahan Radikalisme dan Terorisme bagi Generasi 5.0” Digelar DPD Mapancas dan Polda Sumsel

PALEMBANG, MEDIASRIWIJAYA – Guna menangkal paham Intoleran, radikalisme dan terorisme di era 5.0 Dewan Pimpinan Daerah Mahasiswa Pancasila (DPD MAPANCAS mengelar Forum Group Discussion (FGD) dengan tema ‘Pentingnya Pencegahan Radikalisme dan Terorisme Bagi Generasi 5.0’.

FGD ini kerjasama DPD Mapancas dengan Polda Sumatera Selatan. (Sumsel), bertempat di Grand Atyasa Convention Center, Jalan Kapten A Anwar Arsad Demang Lebar Daun Palembang, Minggu (27/2).

Forum Group Discussi ini selain dihadiri seluruh anggota DPD Mapancas juga dihadiri mahasiswa perwakilan perguruan tinggi di Kota Palembang. Dengan menghadirkan beberapa narasumber diantaranya Kapolda Sumsel yang diwakili Kasubdit IV Ditintelkam Polda Sumsel, AKBP Iralinsyah dan Kolonel Pas Drs Sujadmiko, Kasubdit Kontra Propa Ganda Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).

Terselenggaranya FGD ini sebagai bentuk kepedulian mahasiswa khususnya akan bahaya Intoleran, radikalisme dan terorisme, untuk menangkal paham paham tersebut dibutuhkan kerjasama dan keterlibatan semua pihak demi keutuhan NKRI.

Apalagi era 5.0 adalah masyarakat yang dapat menyelesaikan berbagai tantangan dan permasalahan sosial dengan memanfaatkan berbagai inovasi yang lahir di era Revolusi industri 4.0 seperti Internet on Things (internet untuk segala sesuatu), Artificial Intelligence (kecerdasan buatan), Big Data (data dalam jumlah besar), dan robot untuk meningkatkan kualitas hidup manusia.

Kapolda Sumsel, Irjen Pol Toni Harmanto diwakili AKBP Iralinsyah, Kasubdit IV Ditintelkam Polda Sumsel, menyambut baik diselenggarakannya FGD sebagai bentuk kesadaran bagi generasi 5.0.”Ini tentunya sangat berguna sekali, harapannya memberikan kesadaran khususnya bagi generasi muda bagaimana mencegah radikalisme di kalangan masyarakat khususnya di Sumatera Selatan.” ungkap AKBP Iralinsyah.

Polda Sumsel, masih dikatakan Kasubdit IV Ditintelkam Polda Sumsel, kegiatan apa pun demi menjaga NKRI pihaknya siap mendukung penuh. “Kegiatan ini harus kita dukung semua elemen anak bangsa untuk menjaga keamanan ketertiban Sumsel ini kita menjauhi paham-paham radikalisme yang ada di Sumsel ini.” ujarnya.

Untuk menghadapi tantangan ke depan, diingatkannya generasi muda di era 5.0 ini harus bekerja dan bertindak secara positif dan bijak dalam menjawab tantangan ke depan. “Untuk tantangan ke depan khususnya generasi muda betul-betul harus mempelajari tantangan ke depan dengan kita bertindak secara positif kita menggunakan kemajuan zaman ini seperti media yang bijak. Jadi kita memikirkan betul-betul kemajuan bangsa dan negara kita.” pesannya.

Sementara itu. Kolonel Pas Drs Sujadmiko, Kasubdit Kontra Propa Ganda BNPT mengapresiasi kegiatan yang dilakukan DPD Manpancas sebagai bentuk kepedulian akan bahaya paham intoleran, radikalisme dan terorisme. “Kami mengapresiasi kegiatan ini karena kegiatan ini bisa kita lihat bahwa ini adalah bukti bahwa kalangan mahasiswa atau organisasi sudah mempunyai kepedulian terhadap bahaya intoleran radikalisme maupun terorisme,” ungkapnya.

Dijelaskan Sujatmiko, sesuai program BNPT, dalam penanganan paham Intoleran, Radikalisme dan Terorisme penyelesaiannya atau pencegahannya harus mengikutkan melibatkan multipihak baik itu pihak pemerintah, media, komunitas, dunia usaha dan lain-lain bersama-sama untuk menyelesaikan terkait dengan meluasnya atau proses radikalisasi. “Dengan harapan agar paham radikalisme dan terorisme ini dapat kita reduksi dan masyarakat secara luas seluruh mempunyai daya tangkal yang tinggi terhadap keterpengaruhan paham radikalisme dan terorisme sehingga bisa meredam aksi tindak pidana terorisme.” ujarnya.

Dari hasil penelitian yang dilakukan BNPT untuk era 5.0 ini masyarakat yang rentang akan paham Intoleran, radikalisme dan terorisme yaitu kaum perempuan dan kaum urban, untuk itu diperlukan pengertian bahwa bahaya paham paham tersebut berada di semua lingkungan dan disinilah peran semua pihak untuk menangkalnya. “Kita harus bersama-sama duduk bersama memberikan pengertian-pengertian bahwa bahaya ini melingkupi kita semua baik itu di ruang publik di dunia pendidikan kampus dan memang hasil penelitian oleh BNPT mengenai indeks potensi radikal untuk generasi 5.0 suatu generasi yang paling rentan terpapar selain perempuan itu kalangan urban. Tapi generasi 5.0 suatu generasi yang paling rentan terpapar,” ingatnya. (Ly).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *