HeadlinePalembangPolitikSUMSEL

ESP: Siapa Bilang Pemecah Suara, Kami Serius untuk Urus Sumsel

teks foto: Ir H Eddy Santana Putra MT, salah seorang kandidat Pilkada Sumsel tahun 2024.

PALEMBANG, MEDIASRIWIJAYA – Ir H Eddy Santana Putra MT dengan tegas menyatakan diri SERIUS untuk mengurusi Sumsel. “Saya Bersama Riezky Aprilia serius untuk menang. Mana ada urusan pecah suara segala. Bersama Riezky serius ikuti kontestasi Pilkada Sumsel. Emang gelas, pecah,” katanya saat jumpa pers di Posko Pemenangan E-Ra, Jumat (13/9).

Meurutnya, dirinya maju menjadi salah seorang kontestan Pilkada Sumsel maju untuk menang, dan itu tentunya dengan keseriusan dan tekad yang kuat. Diakuinya, banyak isu-isu yang tidak sedap terkait pencalonan dirinya Bersama Riezky Aprilia pada Pilkada Sumsel 2024 namun semua itu diakui ESP sebagai tantangan untuk dibuktikan. “Kami berharap jadi pemenang. Serius urus Sumsel. Saya tidak haus kekuasaan tapi haus pembangunan. Tagline E-RA, Sumsel CERAH yang merupakan singkatan dari Cerdas,Sehat dan Sejahtera,” tambahnya.

Mengusung Program prioritas di dunia Pendidikan dan kesehatan, ESP menegaskan bahwa dirinya akan mengulang kesuksesan Kota Palembang di era dirinya menjabat Walikota Palembang dua periode. “Kita sudah pernah membuktikan peduli dengan Pendidikan. Bersama Pak Alex Noerdin Gubernur Sumsel waktu itu, kita Bersama-sama memperhatikan bidang Pendidikan. Doakan saya terpilih jadi Gubernur Sumsel maka PENDIDIKAN akan gratis. Gratis itu artinya tidak memberatkan siswa dan orangtuanya.  Prioritas terutama sekolah negeri. Bukan berarti tidak peduli dengan sekolah swasta. Kita perhatikan semuanya. Swasta bagus, SMK, SMA bagus. Seperti di Palembang dulu semasa saya jadi walikota, semua kita perhatikan mulai dari Gedung, kurikulum, guru dilatih, semua guru harus hebat. Sumsel akan hebat,” kata ESP seraya menyatakan prihatin atas kondisi bahwa SMA bukan hanya mahal tapi banyak praktik pungli. “Itu yang akan kita bahas. Dalam waktu 2 tahun tak bisa berantas pungli saya mundur. Itu komitmen saya jika nanti dipercaya jadi Gubernur Sumsel. Pendidikan gratis. Dak ada cerita harus bayar mahal. Sistem zonasi juga akan dievaluasi karena banyak disalahartikan oknum. Jika ada yang merasa tidak yakin bahwa kita bisa gratis, lho dulu sudah kita buktikan semasa saya jadi walikota Palembang. Ada dana 20 persen untuk Pendidikan dari pemerintah. Ada kerjasama antara provinsi dan kab/kota. Gratis itu tidak memberatkan siswa,” ulang ESP lagi.

Di sisi lain, ESP juga menegaskan bahwa dirinya bersama Dr Riezky Aprilia juga akan prioritas menangani juga bidang kesehatan. Banyak kondisi yang dirasakan masyarakat tidak nyaman saat ini akan dibenahinya. “Memang kita tak bisa hapus BPJS karena sudah diatur Undang Undang. Namun system yang diberlakukan saja yang akan kita benahi. Misalnya, jika ada yang nunggak BPJS sementara ada satu keluarga yang butuh karena sakit maka akan kita negosiasi BPJS agar masyarakat yang sedang bermasalah dengan tunggakan itu hanya bayar satu orang yang akan berobat itu dulu. Kan dalam satu keluarga ada 4-5 orang, jadi ada keringanan bayar dulu tunggakan bagi yang bersangkutan yang mau berobat sehingga tidak terlalu berat bagi masyarakat yang sedang dalam kesusahan itu,” kata ESP. “Kita upayakan ada subsidi. Satu orang bayar 60 ribu tapi dalam satu rumah ada 4 5 orang ini yang berat. Jadi kalau karena tunggakan tetap harus diterima rumah sakit-rumah sakit. Yang nunggak kita selesaikan kita akan negosiasi nunggak di mana. Yang sakit dulu dibayar. Dia sakit jadi diduluke,” kata ESP.

Terkait infrastruktur, ESP juga menyatakan bahwa berbekal pendidikan di Teknik Sipil, seumur hidup bekerja di Dinas PUPR, dan ditambah pengalaman dua periode menjabat Walikota Palembang, dirinya yakin bisa mengatasi. “Saya merasakan mimpi, Sumsel akan benar-benar hebat dan maju karena kami orang infrastruktur dan Riezky orang pertanian. Jadi klop. Masak 5 tahun dak tebangun, serahkan ke saya. Palembang sudah terbukti dua periode saya walikota. Nanti ajak walikota bersama kita bangun infrastruktur di Palembang sebagai ibukota. Kurang anggaran kita cari dan tambah,” ujarnya seraya menambahkan untuk pembangunan turap di sepanjang aliran sungai Musi yang merupakan proyek peninggalan dirinya semasa walikota Palembang akan diteruskan jika terpilih menjadi Gubernur Sumsel. “Banyak yang tidak tau, 16 ilir itu aspirasi kami. SU dermaga baru itu aspirasi kami. 7-10 Ulu nanti kita akan bangun turap sampai tembus ke jembatan Musi sebelah kiri dan kanan. Sudah terbayang, tinggal poles sedikit saja bisa maju Palembang,” katanya mantap. (saf)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *