Empatlawang Nol Program 4 Bulan ke Depan

EMPAT LAWANG, MEDIA SRIWIJAYA –  Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Empat Lawang tahun 2022, mengalami penurunan jika dibanding akan dengan APBD tahun 2021. Hal ini diungkapkan langsung oleh Bupati Empat Lawang Muhammad Joncik, saat sidang paripurna DPRD Empat Lawang, dalam rangka penyampaian RKUA dan RPPAS tahun 2022, serta RKUPA dan RPPAS tahun 2021 oleh pihak Esekutif di Gedung DPRD Empat Lawang, Senin (23/8).

“APBD kita dari tahun 2019, 2020, 2021, sesungguhnya mengalami penurunan, tapi mendengar ini ada kenaikan. Kenapa ada kenaikan, karena ada pinjaman dari Bank Sumsel Babel, jangan sampai salah persepsi, mengalami penurunan tapi di laporan pendapatnya mengalami kenaikan, itu karena ada pinjaman Rp 147 miliar, itulah yang menyebabkan seakan-akan pendapatan kita naik,” kata Joncik.

Kemudian dijelaskan Joncik, di tahun 2022 jauh di bawah target semula, jauh mengalami penurunan, tidak sampai triliunan yaitu sekitar tujuh ratusan miliar. “Artinya memang ada kontraksi ekonomi yang luar biasa, APBD kita mengalami persoalan. Tapi itu adalah tantangan,” jelasnya.

Dirinya berharap kepada Anggota DPRD Empat Lawang, agar ini dibahas secara detail sesuai dengan target yang ingin dicapai, dalam suasana krisis seperti ini. “Kita diuji, kalau kita mampu melewati, mampu mengalokasikan dana yang ada artinya Bapak, Ibu, saudara-saudara sekalian hebat. Kepala OPD hebat,” imbuhnya.

Karena lanjut Joncik, 4 bulan terakhir ini dari sisi belanja sangat-sangat minim, namun hal-hal yang mendasar seperti gaji ASN, listrik, air itu adalah yang wajib. Belanja lain kemungkinan besar akan dinolkan. “Jadi mohon pengertiannya kepada kepala OPD, 4 bulan ke depan gambarannya seperti itu. Artinya tidak ada program lagi, tidak ada yang dinas luar lagi, itu kondisi keuangan, kalau tidak saya kendalikan keadaan keuangan Pemkab Empat Lawang dari sekarang bisa-bisa tidak gajian PNS kita,” ujarnya.

Dirinya sambung Joncik, bersama tim TAPD selalu mengatakan beberapa hal yang harus mengalami pemotongan, bahkan TPP pun akan menjadi bahan yang akan dibahas nanti. “TPP akan kita evaluasi nanti, saya berharap jangan sampai dihapuskan, dinolkan. Tapi kalau bisa dikurangi,” pungkasnya.(rodi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *