EkonomiHeadlinePalembangSUMSEL

Dukung GSMP, BI Launching Pengendalian Inflasi di Sumsel

PALEMBANG, MEDIASRIWIJAYA — Penjabat (Pj) Gubernur Sumatera Selatan, Agus Fatoni meresmikan Gerakan Pengendalian Inflasi Serentak se-Sumatera Selatan (GPISS) pada Senin 29 Januari 2024 lalu. Kegiatan Gerakan Pengendalian Inflasi Serentak se-Sumatera Selatan (GPISS) di Lapangan Kantor Detasemen Polisi Militer (Denpom) II/4 Sriwijaya Palembang.

Bank Indonesia Perwakilan Sumsel menggelar Gerakan Pengendalian Inflasi Serentak se-Sumatera Selatan (GPISS) dilaksanakan secara serentak di 17 kabupaten/kota di Sumatera Selatan.

Selain itu, BI Sumsel melalui Gerakan Pengendalian Inflasi Serentak se-Sumatera Selatan (GPISS) juga melibatkan unsur Forkopimda, TPID, OPD, BUMN/BUMD, serta stakeholders terkait.

Kegiatan launching GPISS ini, BI Sumsel mengawali dengan Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi bersama Menteri Dalam Negeri yang rutin dilaksanakan setiap Senin pagi secara daring.

Dalam kesempatan tersebut, BI Sumsel melakukan penyerahan secara simbolis bibit tanaman kepada siswa dan Kepala Sekolah SMA Negeri 10 Palembang dan SMK Muhammadiyah 1 Palembang. Penyerahan bibit tanaman dari BI Sumsel sebagai wujud komitmen pengendalian inflasi melalui program GSMP goes to school.  “Gerakan Sumsel Mandiri Pangan (GSMP) goes to school sendiri bertujuan menanamkan pola pikir kepada para siswa di sekolah untuk memproduksi sendiri kebutuhan pokoknya sejak anak-anak,”kata Agus Fatoni, Rabu (31/1).

Dia menambahkan, ini akan menjadi pola hidup mereka dan yang pada akhirnya akan menjadi budaya para pelajar di masa mendatang.

Selain itu, di hari yang sama dilakukan pula kegiatan Operasi Pasar Murah secara serentak oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan bersama pemerintah kabupaten/kota.

Operasi Pasar Murah bersinergi dengan seluruh pihak baik dari BUMN, BUMD, swasta, perbankan, aparat TNI dan Polri serta instansi lainnya di 17 kabupaten/kota se-Sumatera Selatan.

Dalam operasi pasar murah tersebut, masyarakat dapat membeli kebutuhan pokok dengan harga yang murah dan terjangkau.

Saat kegiatan operasi pasar murah, harga jual komoditinya disubsidi oleh BUMN/BUMD/Swasta baik berupa subsidi harga, subsidi angkutan maupun subsidi operasional lainnya.

Dia menambahkan Operasi pasar murah juga untuk memberi kepastian kepada masyarakat bahwa stok mencukupi sehingga masyarakat akan merasa tenang dan tidak panic buying.

Fatoni mengharapkan upaya yang digagas ini dapat terus dilaksanakan oleh para Bupati/Walikota melalui TPID kab/kota setiap hari Senin, Selasa dan Kamis selama bulan Januari hingga Maret 2024 terutama menjelang bulan suci Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 1445 H.

GPISS merupakan komitmen Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dalam pengendalian inflasi khususnya untuk komoditas pangan bergejolak (volatile food).

Selain pelaksanaan operasi pasar murah yang bekerja sama dengan pihak BUMN/BUMD/Swasta, upaya menjaga keterjangkauan harga dan ketersediaan pasokan bahan pokok, BI Sumsel melalui program GPISS juga dilakukan pemerintah provinsi/ kabupaten/ kota.

BI Sumsel bersama Pemda melalui Dinas Ketahanan Pangan menggunakan Dana Dekonstrasi Badan Pangan Nasional.

Selain itu, BI Sumsel juga bekerjasama melalui Toko KePo (Toko Kebutuhan Pokok) yang menyediakan kebutuhan bahan pangan pokok masyarakat dengan harga yang terjangkau dan harganya lebih murah dari harga pasar.

Ke depannya juga Toko KePo akan dikembangkan di 17 Kabupaten/ Kota di Sumatera Selatan. Sejalan dengan tujuan Bank Indonesia untuk mencapai stabilitas nilai rupiah, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan atau BI Sumsel menyambut positif kegiatan ini. “Berkomitmen penuh untuk mendukung GPISS dengan mengkoordinasikan perbankan di wilayah Sumsel,”kata Deputi Direktur Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan M. Latif.

BI Sumsel menghimbau perbankan di wilayah Sumsel yang tergabung dalam Badan Musyawarah Perbankan Daerah (BMPD) untuk turut serta aktif mendukung GPISS. “Dukungan perbankan di Sumsel mendukung GPISS melalui Corporate Social Responsibility (CSR) perbankan yang terkoordinasi,”ujar dia.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *