HeadlineHukum&KriminalPalembangSUMSEL

Dinkes Palembang Sebut Kasus ISPA Palembang Capai 14.960 Kasus

PALEMBANG, MEDIASRIWIJAYA – Dinas Kesehatan Kota Palembang mencatat kasus penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Kota Palembang mengalami peningkatkan selama tiga bulan terakhir mencapai 14.960 kasus hampir 15 ribu kasus ISPA. “Menang terlihat ada peningkatkan untuk kasus ISPA di Kota Palembang di akhir bulan juni hingga akhir september sebanyak 14.960 kasus hampir 15 ribu mengalami peningkatan sebelum di bulan sebelumnya (bulan agustus) sekitar 12 ribuan.” ungkap Kepala Dinas Kota Palembang, dr Hj Fenty Aprina, M Kes, Senin (2/10).

Fenty mengatakan jika tren perhari kasus ISPA di Kota Palembang mencapai 600 sampai dengan 700 kasus perhari yang tercatat di Paskes yang ada di Kota Palembang terutama tercatat di Puskesmas, dimana mayoritas terserang penyakit ISPA anak- anak . “Tren perharinya mencapai 600 hingga 700 kasus, itu tercatat di Paskes terutama Puskesmas di Kota Palembang, yang paling banyak pasiennya itu bayi dan balita,” terangnya.

Mengingat udara Kota Palembang yang sudah tercemar asap dan memasuki tahap gawat, Pemerintah Kota Palembang melalui Dinas Kesehatan Kota Palembang dalam penanganan ISPA, telah mendirikan Posko Posko Kesehatan juga menyiapkan tim gerak cepat penanganan ISPA. “Kita sudah diperintahkan Bapak PJ Walikota Palembang, untuk membuat Posko, di Posko itu sudah di bentuk di setiap Kecamatan dan Puskesmas, dengan menyiapkan tim gerak cepat dari Puskesmas, dan Posko ini sudah berjalan,” jelasnya.

Untuk Tim Gerak Cepat, dijelaskan beliau jika ada warga yang mengalami ISPA tim tersebut akan turun ke lapangan ke rumah warga. Bahkan tim ini akan mobile setiap hari memantau kondisi warga masyarakat di wilayah kerjanya.

Ditegaskan Kepala Dinas Kota Palembang, dr Fenty ika pihaknya hanya berwenang dalam penanganan dampak asap kepada warga masyarakat Kota Palembang, terutama Kecamatan Sukarami, Kecamatan Kalidoni dan Kecamatan Jakabaring yang paling banyak terkena dampak ISPA. “Kita Dinas Kesehatan menangani masalah terkait dampak asap yaitu ISPA, dan yang paling banyak kasus ISPA yang tertinggi itu kecamatan Sukarami di bulan September sebanyak 1.490 kasus ISPA, Kalidoni dan Jakabaring, mengingat luas daerahnya yang luas dan penduduknya banyak, serta ada daerah daerah yang terjadi kebakaran,” tegasnya. (Ly).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *