HeadlineNasionalSUMSELTNI

Dandim 0418 / Palembang Diwakilkan Mayor Inf Winarto Pasi Intel Kodim 0418 /Palembang, menghadiri acara Peresmian Klinik Rehabilitasi Korban Penyalagunaan Narkoba

PALEMBANG,MEDIASRIWIJAYA – Dandim 0418 / Palembang, Letkol Inf Sumarlin Marzuki,SE diwakilkan Mayor Inf Winarto Pasi Intel Kodim 0418 /Palembang, menghadiri acara Peresmian Klinik Rehabilitasi Korban Penyalagunaan Narkoba. Sabtu (29/1) pukul 15.00 wib.

Acara peresmian Klinik Rehabilitasi bertempat di Depan Halaman Yayasan Masjid Agung Kota Palembang, Jalan Jend. Sudirman, 19 Ilir, Kecamatan Bukit Kecil, Kota Palembang, mengingat Provinsi Sumsel berdasarkan data BNN peringkat nomor 2 dalam peredaran dan kasus penyalahgunaan narkoba di Indonesia.

Selain Mayor Inf Winarto Pasi Intel Kodim 0418 /Palembang. Tampak hadir Gubernur Sumatera Selatan Bapak H. Herman Deru, S., M.M. Kabinda Prov. Sumsel Brigjen TNI Armansyah, SH. Ka BNN Prov. Sumsel Brigjen Pol Joko Pribadi. Danrem 044/Gapo diwakilkan Kolonel Hari Widjajanto, S.Sos., M.M. Kasi Pers Korem 044/Gapo.

Kapolda Sumsel diwakilkan Kombes Pol Heru Istu, S.ik. Dirnarkoba Polda Sumsel. Kapolrestabes Palembang diwakilkan Kompol Mario Ivanry. S.H Kasat Narkoba Polrestabes Palembang. Asisten Bid.Pemkes Setda Prov. Sumsel Rosydin Hasan. Kesbangpol Prov, Kurniawan, Ap., Msi. Dan Ketua YMAP, Ir. Kgs H. Ahmad Sarnubi.

Gubernur Sumsel, H Herman Deru, mengapresiasi dengan hadirnya Klinik Rehabilitasi Al-Hayzza bagi korban penyalagunaan Narkoba di Sumsel dengan harapan bisa menekan pengunaan narkoba bagi generasi bangsa. “Saya memberikan apresiasi atas dilaksanakannya Peresmian Klinik Rehabilitasi, yang merupakan gambaran atas kepedulian dalam menghadapi ancaman dari bahaya narkotika dan obat-obatan terlarang.” ungkap Herman Deru.

Masih dikatakan Herman Deru. Hal ini tentunya sangat membantu bagi Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan yang sedang giat melaksanakan Rencana Aksi Daerah dalam Program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika Dan Prekursor Narkotika (P4GN), sebagai tindak lanjut dari Rencana Aksi Nasional yang dicanangkan Pemerintah Pusat. Ujarnya.

Berdasarkan data dari BNN Prov. Sumsel bahwa Sumatera Selatan mendapat peringkat nomor 2 dalam peredaran dan kasus penyalahgunaan narkoba di Indonesia. Oleh sebab itu diharapkan semua stake holder yang terkait pada masalah pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan narkoba dapat lebih fokus dan bersinergi satu sama lain agar dapat menurunkan atau meminimalisir peredaran narkoba di wilayah Sumatera Selatan, serta bagaimana penanggulanggannya. “Untuk menopang hal tersebut, kiranya kita perlu banyak dukungan pada pelayanan rehabilitasi medis seperti Klinik Rehabilitasi Al-Hayzza yang diresmikan hari ini.” jelasnya. (Ly).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *