Cyberbullying, Yuk Kita Kenali Ciri dan Cara Mengatasinya, Demikian Anjuran Kemenkominfo RI
PALEMBANG, MEDIASRIWIJAYA – Apa sih perundungan digital (Cyberbullying) ? Jangan-jangan kita pernah melakukan atau jadi korban cyberbullying, atau anak kita, tetangga kita atau keluarga dekat kita. Mau tau lebih jauh tentang perundungan digital dan cara antisipasinya? Webinar
Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 Kota Palembang yang diselenggarakan, Kamis (23/9) mengangkat tema “Upaya Mencegah Menghadapi dan Melawan Perundungan Digital (Cyberbullying) pukul 09.00 WIB sampai dengan 12.00 WIB.
Moderator Azzura Intan kali ini menghidupkan suasana webinar dengan penyampaiannya yang bersemangat. Di awal webinar, Moderator membuka acara dengan menayangkan Lagu Indonesia Raya yang diikuti semua peserta webinar. Moderator juga pada kesempatan pertama memberikan ruang kepada Semuel A Pangerapan, Direktur Jenderal (Dirjen) Aplikasi Informatika (Aptika) Kemenkominfo RI untuk menyapa salam digital kepada para peserta webinar. Tak lupa setelah itu, keynote speech Walikota Palembang H Harnojoyo pun ikut menyemangati para peserta dengan juga memberikan salam digital.
Selanjutnya, tak lupa Azzura menyapa Qonita yang saat ini sebagai key opinion leader (@qonitah_azzahra (Founder @halomentors , Trainer Market Place). Key Opinian, Qonita yang juga tak kalah serunya berbagi tips dan ikut pula mengomentari tentang cyber bullying? Qonita mengatakan bahasa sangat penting dalam berkomunikasi termasuk di dunia digital. Bahasa dengan teman dekat akan berbeda dengan orang yang belum dikenal baik, sehingga perlu disadari dengan memperhatikan bahasa-bahasa yang akan dipergunakan di internet. Cek dulu sebelum berkomentar apakah isi komentar kita sudah tepat dan tidak membuat yang bersangkutan marah, tersinggung atau justru merasa sedang. Selain itu, penggunaan kata-kata sopan dengan bercanda juga sangat perlu diperhatikan supaya antara tujuan bercanda dengan penerimaan orang yang dicanda menjadi seimbang.
Narasumber pertama diberikan kesempatan selama 20 menit untuk berbagi. Dr. Gushevinalti, M.Si (Dosen Ilmu Komunikasi dan Penggiat Literasi Digital) ini dengan lugas berbagi ilmu dan tips serta pengalamannya baik sebagai pendidik maupun penggiat literasi digital. Tema Kecakapan Digital yang dipaparkannya kepada para peserta webinar terkait dengan bagaimana mengubah perilaku yang tidak sehat ketika berkomunikasi di media digital. Selanjutnya bagaimana memanfaatkan media digital menjadi sesuatu yang baik dan mengubah keadaan menjadi lebih baik lagi. “Yuk sama-sama mengubah diri menjadi lebih baik. Jangan media digital dijadikan sesuai yang julit. Manfaatkan media digital untuk hal-hal perubahan menjadi ke arah yang lebih baik lagi,” demikian anjuran Dr Gushevinalti.
Dr Gushevinalti juga pada kesempatan ini memaparkan data tentang pengguna internet yang menghabiskan waktu sekitar 8 jam lebih dalam sehari. Selanjutnya 3 jam lebih 14 menit untuk bermedsos. “Internet adalah dunia yang bisa memberikan apa pun yang diinginkan, ini pendapat sebagian orang padahal internet juga adalah hutan belantara yang penuh dengan ranjau atau ancaman bahaya yang sewaktu2 bisa menjebak kita. Sekarang ini di dunia internet, Indonesia dikecam paling tidak sopan se-Asia buat masyarakatnya. Kenapa? Ini data dari Mikrosoft , karena banyak sekali ujaran kebencian. Belum lagi diskriminasi sejumlah kelompok. Padahal Indonesia terkenal sopan santun dan ramah tamah masyarakatnya,” tambah penggiat literasi digital ini dengan nada prihatin.
Selanjutnya pembicara kedua, Uli Hartati Panggabean (Blogger, Content Creator). Uli yang menyajikan materi tentang Keamanan Digital, kali ini pun selama lebih kurang 20 menit berbagi ilmu. “Ada 6 hal yang mendasar tentang keamanan digital internet,” ujarnya yang juga menjelaskan dengan beberapa persyaratan supaya dapat mengenal keamanan digital dengan baik terutama dalam upaya pencegahan cyberbullying.
Pembicara ketiga, Hj. Nyayu Nurlaila, M.Pd. (Kepala SMA Negeri 14 Palembang). Kepsek ini menyajikan materi tentang Upaya Mencegah dan Menghadapi Melawan Perundungan Digital (Cyberbullying). Apa yang harus kita lakukan terhadap anak yang sudah jadi korban bullying yang menjauh tidak mau bergaul? Nyayu menjelaskan bahwa kita ajak komunikasi dulu dengan orangtuanya, tanya latar belakang masa kecilnya seperti apa. Selanjutnya melakukan pendekatan dengan mengajak yang bersangkutan berkomunikasi langsung. “Cari tahu apa yang menyebabkan dia menjauh, Kalau di sekolah dengan melibatkan guru BK (Bimbingan Konseling) dan kalaupun tetap tidak membuahkan hasil maka dianjurkan ke psikolog untuk tindakan lanjut yang lebih komrehensif. Guru harus mengenal ciri-ciri khas masing-masing muridnya. Sehingga ketika terjadi perubahan pada siswa bisa langsung cepat diatasi misalnya dengan memanggil menghadap guru BK atau melakukan beberapa tindakan lain,” ujarnya.
Selanjutnya Nyayu juga menyabarkan definisi budaya digital yaitu hasil olah pikir, kreasi, dan cipta karya manusia berbasis teknologi internet. Dampak positif berbudaya digital antara lain Mudah mencari berbagai informasi materi pembelajaran dan tugas sekolah , Berguna untuk membantu proses pembelajaran secara jarak jauh (daring) , Sarana belajar beradaptasi dan bersosialisasi dengan publik serta memotivasi untuk terus belajar mengembangkan , Sebagai sarana meningkatkan kreatifitas dengan membuat sesuatu yang bermanfaat , Kemudahan memperoleh informasi dan berita dengan cepat , Sebagai media komunikasi yang relatif murah . “Sebaliknya, dampak negative antara lain Situs sosial media akan membuat seseorang lebih mementingkan diri sendiri, pornografi merajalela, Munculnya informasi hoax (false news), kejahatan dunia maya, Berkurangnya privasi pribadi . Bagaimana cara penanganan cyber bullying di sekolah antara lain Mengajak siswa bicara, memberikan dukungan, mengajak siswa untuk lebih terbuka, Memberikan sanksi tegas terhadap pelaku cyberbullying di sekolah, sesuai dengan pelanggaran yang diperbuat, Berkomunikasi dengan orang tua siswa sehubungan dengan pencegahan dan penanganan cyberbullying di sekolah, Lihat perubahan terhadap siswa yang terlibat dalam cyberbullying, baik secara fisik, psikis dan prestasi, Meningatkan dan mengajak siswa untuk selalu menjauhi cyberbullying,” ujarnya
Pemungkas, pembicara keempat yaitu Dra. Hj. Tetrayanti, M.Si. (Kepala SMP Negeri 17 Palembang) pun menyampaikan hal yang sama tentang beberapa cara menghindari tindakan cyberbullying. Tetrayanti melengkapi dengan menyampaikan tentang etika digital ada bagaimana cara beretika. “Perlu diingat bahwa saat berinteraksi, kita berinteraksi dengan manusia, gunakan kata-kata yang sopan dan baik,” ujarnya yang selama juga lebih kurang 20 menit memaparkan berbagai hal.
Pada sesi tanya jawab, Tetrayanti menjawab bagaimana cara sikap kita yang mengingatkan dengan kata-kata atau bahasa yang kasar? “Kita berusaha membangun komunikasi dengan yang bersangkutan apa maksudnya. Selanjutnya, kita dengan bijak ingatkan dia bahwa dengan penyampaian yang kasar itu tidak bijak tapi dengan berdialog dan kata-kata yang sopan sehingga tujuan bisa tercapai,” tambahnya.
Webinar gratis 100 Persen bahkan peserta mendapatkan E-sertifikat dari Kementerian Kominfo RI. Selain itu ada hadiah voucher menarik untuk 10 peserta.Lebih seru lagi, Moderator memandu acara dengan menghadirkan juga beberapa keseruan misalnya akan memberikan kesempatan kepada penanya terbaik untuk langsung berinteraksi dengan para narasumber.
Lebih lanjut dalam sesi tanya jawab, moderator mempersilakan empat penanya terpilih untuk menyampaikan pertanyaan secara langsung kepada keempat narasumber secara berurutan. Karena antusias peserta cukup tinggi untuk bertanya, moderator juga memilih enam penanya lagi untuk berkesempatan mendapat hadiah langsung berupa uang elektronik masing-masing senilai Rp 100 ribu.
Terpisah, Suryati Ali selaku Runner Literasi Digital wilayah Palembang Sumsel membenarkan bahwa webinar yang digelar Kemenkominfo RI bekerjasama dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel diikuti secara daring oleh 1659 peserta dari kalangan pelajar, mahasiswa dan orangtua (umum). “Alhamdulilah, antusias masyarakat untuk cakap digital terus terjaga. Peserta hari ini sebanyak 1.659 dari berbagai kalangan merupakan bukti adanya tanggapan positif dari masyarakat terkait literasi digital yang diprogramkan pemerintah melalui Kemenkominfo RI,” ujar Suryati.
Suryati juga menyampaikan bahwa webinar kembali akan digelar pada Sabtu 25 September 2021 pukul 09.00 WIB sampai dengan pukul 12.00 WIB dengan materi “Pilih Menabung atau Belanja Online”dengan menampilkan beberapa narasumber di antaranya Ali Mansur, MA (Akademisi Politik Hukum dan Filsafat Hukum UIN Syarif Hidayatullah Jakarta), Dedi Fahrudin, M.I.Kom (Dosen Komunikasi & Broadcasting, GM DNKTV & Radio RDK UIN Jkt), H. Suparman, S.Pd., M.Si (Kepala SMK Negeri 1 Palembang) dan Fida Muthia, S.E., M.Sc (Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Sriwijaya).
Pendaftaran melalui tautan : https://s.id/lidigpalembang25september, Link Zoom:
https://us02web.zoom.us/j/6450392706.(sf)


.




