EkonomiHeadlineNasionalNUSANTARAPalembangSUMSEL

BPJS Kesehatan Palembang Ajak Media Massa Sosialisasikan JKN

Keterangan foto: Kepala BPJS Kesehatan Kota Palembang dr. Sari Quratulainy, MM, AAK saat sambutan. 

PALEMBANG, MEDIASRIWIJAYA – Lebih mendekatkan diri dengan masyarakat terutama dalam hal pengenalan Program JKN (Jaminan Kesehatan Nasional), BPJS Kesehatan kota Palembang mengajak media massa melalui perwakilan organisasi media seperti PWI, SMSI, AJI dan beberapa organisasi lain ‘dialog’ dan sharing berbagai hal terutama dalam hal mensosialisasikan Program Pemerintah RI di bawah Presiden Jokowi ini. “Kita menggelar kegiatan ini dengan melibatkan unsur organisasi media massa di Sumsel dan Palembang seperti PWI, SMSI, AJI, IWO, dan beberapa unsur lain seperti perwakilan dari Kominfo Kota Palembang, Ombusman serta beberapa pemenang lomba tulis dan foto BPJS Kesehatan tahun 2022 lalu,” ujar Kepala BPJS Kesehatan Kota Palembang dr. Sari Quratulainy, MM, AAK saat sambutan singkatnya di acara yang digelar di Aula Serbaguna Gedung A BPJS Kesehatan Palembang Jalan R Soekamto Palembang, Senin (26/6).


Menurut dr. Sari Quratulainy, MM, AAK bahwa saat ini tercatat program JKN telah diikuti oleh 266 juta jiwa di Indonesia. Dan tahun ini telah memasuki tahun ke-10 program JKN dapat dimanfaatkan oleh masyarakat. “Untuk di Palembang sudah mencapai 99 persen. Kami memandang sangat penting melibatkan media sebagai mitra yang berperan penting dalam mensosialisasikan program-program BPJS Kesehatan terutama keberadaan JKN. Semoga dengan sosialisasi ini bisa tersampaikan kepada semua masyarakat sehingga JKN ini bisa diikuti oleh semua masyarakat melalui bantuan para rekan media. Terima kasih juga kepada Dinas Kominfo Kota Palembang dan Ombusman,” kata dr Sari yang juga sempat mengatakan bahwa Permenkes 3 tentang penjaminan dan perubahan tarif rumah sakit sehingga informasi ini akan terus dilakukan secara masif kepada masyarakat salah satunya adalah melalui bantuan para insan pers.
Senada itu dikatakan Kepala Bagian Mutu Layanan Kepesertaan BPJS Kesehatan Kota Palembang Sugana Pujarama bahwa program JKN ini memang sangat bermanfaat karena dengan gotong royong maka semua bisa tertolong. Dan JKN ini merupakan nama program sedangkan BPJS adalah badan hukum yang mengelola. “Terkadang banyak yang tidak memiliki BPJS, baru terasa kalau ada pengobatan berbiaya mahal. Makanya kami berharap, bagi yang belum memiliki BPJS bisa mendaftarkan bersama keluarganya,” harapnya.
Dikatakan Sugana, banyak juga masyarakat yang bertanya jika yang tidak membayar hingga 6 bulan misalnya dari Januari sampai Juni dan pada bulan Juli sakit maka ada dua opsi. Opsi pertama bisa langsung melunasi selama 6 bulan dan kartu BPJS langsung aktif atau bayar bulan ke 7 saja, tapi akan aktif setelah 14 hari setelah pembayaran. “Bagaimana jika tidak aktif hingga 5 tahun? Maka bisa bayar 2 tahun 1 bulan, sisanya itu korting tidak dibayar,” jelasnya.

Ketua PWI Sumsel Dr. H. Firdaus Komar, S.Pd., M.Si mengucapkan terima kasih sinergi antara BPJS Kesehatan dan PWI Sumsel. Semoga sinergi ini dapat terus berjalan. “Semoga melalui sinergi ini program BPJS Kesehatan Kota Palembang dapat tersampaikan kepada masyarakat melalui peran media,” katanya.
Di tempat yang sama,Ketua SMSI Sumsel Jon Heri berharap BPJS Kesehatan menempatkan personilnya di berbagai lokasi layanan kesehatan terutama yang ada kerjasama karena berdasarkan kenyataan di masyarakat masih ada oknum petugas kesehatan yang masih belum melayani peserta BPJS secara maksimal dibandingkan dengan masyarakat yang menggunakan fasilitas layanan umum. (sf)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *