Bocah Gizi Buruk, Wahyu Difasilitasi Dinkes OI Pemulihan Kondisi

INDRALAYA , MEDIASRIWIJAYA – Pemkab Ogan Ilir mengambil langkah cepat dalam menindaklanjuti laporan seorang bocah di Pemulutan yang alami gizi buruk. Bocah  bernama Wahyu Hidayat, usia 5 tahun asal Desa Teluk Kecapi, Pemulutan, Ogan Ilir, kondisi kesehatannya menurun drastis sejak satu bulan terakhir. Wahyu kini dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tanjung Senai, Indralaya.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Ogan Ilir Hendra Kudeta, melalui Kabid Kesmas Rachmad Edward mengatakan, Wahyu dirawat intensif guna memulihkan kondisi kesehatannya. “Setelah mendapat laporan, kemarin Dinkes Ogan Ilir langsung menindaklanjuti dan mengakomodir proses pemulihan Wahyu,” kata Rachmad kepada wartawan, Jumat (26/11).

Rachmad mengungkapkan, Dinkes Ogan Ilir menerima laporan bahwa orang tua Wahyu awalnya tak bersedia anak mereka dirawat.

Alasannya karena keluarga tak memiliki biaya untuk merawat Wahyu. “Pimpinan (Kepala Dinkes) menyampaikan tidak perlu khawatir, apalagi orang tua Wahyu ada BPJS. Selagi bisa dirawat secara optimal di sini, maka akan dilakukan. Apabila diperlukan penanganan selanjutnya, Dinkes jamin akan mengakomodir,” tegas Rachmad.

Sementara berdasarkan hasil rontgen, Wahyu mengalami infeksi paru-paru.

Dokter umum RSUD Ogan Ilir, dr. Jessica EC menerangkan, tindakan yang akan dilakukan terhadap Wahyu adalah memulihkan kondisi umum. “KU (kondisi umum) harus distabilkan dan perlu transfusi darah,” kata dr. Jessica.

Pasalnya, Hemoglobin (Hb) atau protein yang ada dalam darah Wahyu termasuk rendah. “Hb-nya hanya 4. Padahal normalnya itu minimal 10 atau 12. Sehingga kalau Hb di bawah 8 itu harus transfusi darah,” terang dr. Jessica.

Selama perawatan, tim dokter RSUD Ogan Ilir juga akan memberikan nutrisi berupa menu khusus yang disebut F75. “F75 ini merupakan formula berisi 75 kalori untuk memacu kenaikan berat badan,” jelas dr. Jessica.

Menurut dokter, dengan kondisi Wahyu saat ini yang hanya memiliki berat 7,8 kilogram, dia tampak seperti bayi berusia 1,5 tahun.

Selain itu juga, Wahyu menderita hidrosefalus, dimana ukuran kepala sedikit membesar. “Kondisi Wahyu ini termasuk stunting karena pertumbuhannya terhambat. Tentunya tim dokter akan berupaya secara optimal memulihkan kondisi kesehatan Wahyu,” kata dr. Jessica.(Ber)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *