BKOW Sumsel Gelar Sosialisasi “Membangun Ketahanan Keluarga untuk Mencegah Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT) bagi Masyarakat”
Teks foto: Lidyawati Cik Ujang saat sambutan sekaligus membuka acara.
Pada Kegiatan Advokasi dan Sosialisasi Penguatan dan Pengembangan Lembaga Layanan Pemberdayaan Perempuan Kewenangan Provinsi
PALEMBANG, MEDIASRIWIJAYA –Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW) Sumsel menggelar sosialisasi “Membangun Ketahanan Keluarga untuk Mencegah Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT) bagi Masyarakat” pada Kegiatan Advokasi dan Sosialisasi Penguatan dan Pengembangan Lembaga Layanan Pemberdayaan Perempuan Kewenangan Provinsi, bertempat di Gedung Perjuangan Wanita Kapten Arivai Palembang, Kamis 15 Oktober 2026.

Ketua BKOW Sumsel, Hj Lidyawati Cik Ujang dalam sambutan sekaligus membuka acara mengajak mengajak masyarakat memperkuat ketahanan keluarga sebagai langkah mencegah kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) sejak dini. Ia mengatakan kegiatan ini dilatarbelakangi pentingnya peran keluarga sebagai unit terkecil dalam masyarakat yang perlu dibangun secara kokoh, baik dari sisi psikologis maupun struktur keluarga. “Keluarga adalah unit terkecil dalam masyarakat namun memiliki peran yang sangat besar dalam menentukan kualitas sebuah bangsa. Dari keluargalah karakter, moral dan masa depan generasi penerus kita dibentuk. Oleh karena itu mewujudkan keluarga yang sakinah mawaddah warrohma yang aman dan penuh kasih sayang adalah impian kita semua. Namun kita tidak dapat menutup mata bahwa tantangan kehidupan berumah tangag saat ini makin kompleks. Salah satua ancaman nyata yang dapat meruntuhkan sendi-sendi keluarga adalah KDRT. KDRT bukan lagi sekadar urusan domestik atau masalah pribadi melainkan sebuah persoalan sosial dan pelanggaran hak asasi manusia yang harus kit cegah dan perangi bersama,” ujarnya.

Menurutnya, BKOW Sumsel memandang bahwa pencegahan KDRT harus dimulai sejak dini bahkan sebelum biduk rumah tangga dikayuh. “Itulah mengapa sasaran utama dari sosialisasi ini adalah para calon pengantin. Menikah bukan hanya tentang menyatukan dua insan dalam sebuah pesta yang indah. Menikah adalah komitmen ibadah yang panjang, yang dibutuhkan kesiapan mental, spiritual, ekonomi dan pemahaman emosional yang matang. Melalui ketahanan keluarga yang kokoh, yang dibangun di atas pondasi komunikasi yang sehat, saling menghargai, dan penyelesaian masalah tanpa kekerasan., Insya Allah badai apa pun dalam rumah tangga akan dapat dilewai dengan bijak. Bagi masyarakat luas yang hadir hari ini, mari tingkatkan kepedulian lingkungan. Jangan ragu untuk menjadi pelindung dan pemberi solusi jika melihat indikasi kekerasan di sekitar kita. Dengan melaporkan kepada Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Sumsel,” kata Hj. Lidyawati.

Pada kesempatan ini Lidyawati juga mengatakan BKOW Sumsel akan terus berkomitmen dan bersinergi dengan pemerintah daerah serta organisasi wanita lainnya untuk mengedukasi perempuan dan masyarakat. “Kami berharap melalui sosialisasi ini para calon pengantin dapat bekal ilmu yang berharga sebagai modal awal membangun keluarga yang tangguh,” tambahnya.


Di tempat yang sama, sebelumnya Ketua Panitia Pelaksana Dr. Lishapsari Prihatini, MSi yang dalam hal ini diwakili Dra. Napisah, MHum dalam laporan tertulis yang dibacakannya menyebutkan kegiatan sosialisasi “Membangun Ketahanan Keluarga untuk Mencegah Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT) bagi Masyarakat” pada Kegiatan Advokasi dan Sosialisasi Penguatan dan Pengembangan Lembaga Layanan Pemberdayaan Perempuan Kewenangan Provinsi ini dilaksanakan sehari yaitu Kamis 15 Oktober 2026 dengan menghadirkan dua narasumber yaitu Muhammad Zaki Aslam, SIP,. MSi (Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Sumatera Selatan dan Yuliati, SH, Penyuluh Hukum Ahli Madya Kemenkum danHAM Sumsel. “Kegiatan ini adalah program kerja Bidang Hukum dan HAM BKOW Sumsel tahun 2026 dengan tujuan untuk membangun Ketahanan Keluarga untuk mencegah kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) bagi masyarakat. Untuk membentuk keluarga yang kokoh secara psikologis, sosial dan ekonomi. Selanjutnya guna memutus mata rantai kekerasan sejak dini serta mengajarkan cara menyelesaikan konflik secara damai tanpa melibatkan kekerasan fisik maupun herbal,” ujar Napisah.

Keterangan foto: Ketua Panitia Pelaksana melaporkan kegiatan.
Dua narasumber yaitu Muhammad Zaki Aslam, SIP,. MSi Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Sumatera Selatan dan Yuliati, SH, Penyuluh Hukum Ahli Madya Kemenkum danHAM Sumsel dengan dipandu moderator, Hj. Asmawati MM memberikan pencerahan kepada hadirin dengan berbagai bekal ilmu, tips dan triks tentang KDRT. (saf)








