Atasi Karhutla, Warga Keramat Raya Harapkan Bantuan Pompa Air
BANYUASIN, MEDIASRIWIJAYA – Personel gabungan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuasin, Manggala Agni, TNI Polri, Ketua 1 dan 2 BPBD Kelurahan Keramat Raya dibantu RW dan sejumlah RT serta Masyarakat Peduli Api (MPA) juga mitra Kelurahan yang terkait melakukan pemadaman darat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Wilayah Kampung Kebun Jeruk, dan Wilayah A.Gopar Kelurahan Keramat Raya Kecamatan Talang Kelapa Banyuasin Kabupaten Banyuasin, Rabu 14 Oktober 2026.
Pemadaman dan Penanganan lokasi api dimulai sekitar pukul 15.00 WIB hingga menjelang malam selama kurang lebih lima jam. Api yang merambat tersebut berhasil dipadamkan dan dilakukan pendingin oleh Tim BPBD dan Manggala Agni Banyuasin meski ada beberapa titik api masih mengeluarkan asap.

Ketua RT yang juga sebagai Ketua II BPBD Kelurahan Keramat Raya Muhidin (56) mengungkapkan, bahwa kebakaran terjadi sekitar 15.00 sore api dengan cepat membakar kawasan hutan dekat Perumahan Bukit Serelo terus merambat hingga wilayah A Gopar RT. 14 serta perbatasan Sejumlah RT di Keramat Raya. “Kita sudah sering menghubungi dan koordinasi dengan TIM Karhutla BPBD Banyuasin, dikarenakan timnya juga sibuk memadamkan daerah lain, sehingga penanganan sering terlambat. Terpaksa kami melibatkan RW, RT Masyarakat Peduli Api (MPA) dan masyarakat sekitar dengan alat seadanya, berjibaku memadamkan api yang terus merambat karena lahan Semak belukar yang kering,” katanya.
Muhidin menambahkan, untuk mempercepat penanganan Karhutla di kawasan HKTI , Keramat Raya dan perbatasan Kelurahan Sei Sedapat pihaknya sangat mengharapkan bantuan pompa air bermesin beserta perlengkapannya dari Pemerintah Provinsi Sumsel melalui Pemkab Banyuasin agar penanganan kebakaran hutan yang setiap hari dan setiap tahun kawasan ini menjadi efektif. “Kami sebagai mitra pemerintah daerah di Kelurahan Keramat raya, bersama masyarakat wajib menjaga dan membersihkan lahan tidur sudah puluhan tahun yang kondisinya semak belukar agar tidak mengkhawatirkan dan membahayakan pemukiman warga sekitar. Saat ini untuk meredam karhutla sebagian kawasan ini sudah kami bersihkan dan menjadi lahan produktif. Kami sebagai mitra Pemerintah Kelurahan berterima kasih, karena pemilik lahan tidak keberatan karena lahannya kami bersihkan dan kami gunakan menjadi lahan produktif,” kata Muhidin.
Ia menambahkan sebagai mitra pemerintah tentunya tidak berhak atau ingin memiliki lahan kaplingan mereka di sini. “Tetapi tujuan kami untuk menjaga lahan semak belukar yang tidur dan dimanfaatkan, agar kawasan ini tidak ada lagi kebakaran hutan yang sangat mencemaskan warga sekitar,” ujarnya.

Ketua RT. 14 Hendra menambahkan karena seringnya terjadi kebakaran lahan di kawasan ini juga jauh dari sumber air serta sangat mengkhawatirkan warga karena dekat pemukiman. “Kami mengharapkan adanya sumber air berupa sumur bor atau semacam kolam retensi untuk menjangkau air jika kebakaran lahan terjadi, “ujarnya.
Berdasarkan hasil penanganan di lapangan, luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar lebih dari 20 hektar, Dari luasan tersebut, tim berhasil melakukan pemadaman pada sekitar 10 hektar sementara sisanya dilakukan pendinginan meski di beberapa titik menyisakan bara api. Untuk mendukung proses pemadaman, TIM BPBD Banyuasin menurunkan 2 unit mobil operasional dengan memanfaatkan sumber air dari petani dan warga sekitar melalui pompa dengan menyedot Sungai Keramat. Hingga kegiatan berakhir, kondisi api masih menyisakan asap. (*/jack)




