BI Sumsel Kembali Prakarsai Kas Keliling Antisipasi Lonjakan Permintaan Masyarakat Jelang Idul Fitri 1444H
* Dibuka Selama 2 Hari di Masjid Agung Palembang
PALEMBANG, MEDIASRIWIJAYA – Bank Indonesia Prov Sumsel kembali memprakarsai adanya kas keliling untuk antisipasi melonjaknya permintaan masyarakat. Seperti yang dilakukan, Senin (17/4) dengan pembukaan Kas Keliling yang dibuka mulai pagi, dan akan berlangsung selama 2 hari, berakhir besok pada hari Selasa 18 April 2023 diikuti oleh beberapa bank seperti BNI, BRI.

Erwin Soeriadimadja Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan mengatakan “Pada saat H -5 bulan Ramadhan saya mengucapkan terimakasih kepada rekan-rekan dan masyarakat yang sangat antusias menyambut program Serambi (Semarak Rupiah Ramadhan dan Berkah Idul Fitri 2023 dari Bank Indonesia, tujuan kami hanya satu supaya masyarakat bisa merayakan lebaran dengan bahagia memiliki rupiah dengan pecahan yang sesuai keinginannya,” ucapnya di sela kegiatan Pembukaan Kas Keliling di Halaman Masjid Agung Palembang.
Dikatakannya, beberapa program untuk layanan penukaran uang kecil ini, sudah dilakukan dan pada tanggal 17-18 April 2023 berlangsung di Masjid Agung Palembang, pada hari ini adalah puncaknya, masyarakat bisa menukarkan uang, yang kita targetkan ada sekitar 1.000 penukar perhari jadi ada 2.000 penukar untuk masyarakat di Palembang ini, bisa terpenuhi semua nya dengan baik. Menurutnya, beberapa program dengan layanan penukaran uang untuk hari ini tidak Bank Indonesia saja, tapi bantu oleh 7 bank yang bersama-sama melakukan penukaran uang pada hari ini dan besok.
Lebih lanjut dikatakannya, perkembangan kebutuhan uang kartal yang diperkirakan Rp 3,8 triliun per 14 April kemaren sudah mencapai Rp 3,7 triliun, ini menggambarkan bahwa aktivitas ekonomi sudah mulai bergerak sejalan dengan pertumbuhan ekonomi dan juga periode libur panjang mungkin masyarakat butuh uang yang lebih banyak, tapi di sisi lain kita juga bekerjasama dengan perbankan agar perbankan itu dijaga juga untuk pelayanan ATM- nya, layanan itolnya dan layanan perbankan lainnya yang tujuannya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. “Kami perkirakan sampai dengan besok akan tembus dari Rp 3,8 triliun bisa menjadi Rp 4,1 triliun dalam penukaran uangnya sejalan dengan peningkatan aktivitas perekonomian di Sumatera Selatan,” katanya. (saf)





