EkonomiHeadlineNasionalPalembangSUMSEL

BI Sumsel Hadirkan Ekonom Senior INDEF dan Motivator Nasional dalam Temu Responden 2025

PALEMBANG, MEDIASRIWIJAYA – Gebrakan Bank Indonesia (BI) Sumsel di pengujung tahun 2025 kembali dilakukan. Kali ini dengan menghadirkan Ekonom Senior INDEF (Institute for Development of Economics and Finance, Aviliani dan Motivator Nasional Andre Wongso dalam Temu Responden 2025 yang digelar, Selasa (14/10).

Selain menghadirkan dua tokoh nasional Indonesia tersebut, Rafael Tan, seorang entrepreneur juga dihadirkan BI Sumsel untuk semakin menyemarakkan gelaran yang melibatkan banyak kalangan mulai dari pelaku UMKM, mahasiswa, pelaku perbankan, BUMN, BUMD dan pelaku bisnis lainnya di kota Palembang khususnya dan Sumsel umumnya.

Aviliani yang bergelar lengkap Dr. Aviliani, S.E., M.Si akrab disapa Mbak Avi dengan lugas berbagi ilmu di hadapan ratusan peserta Temu Responden 2025 yang digelar BI Sumsel. Doktor dari IPB University pada tahun 2012 dengan disertasi tentang segmentasi nasabah tabungan bank ini juga memberikan apresiasi terhadap upaya yang dilakukan BI Sumsel untuk mensupport pertumbuhan ekonomi di Sumsel. ‘Undangan BI bagi saya sebuah kesempatan berbagi pengalaman. Seperti dalam penjelasan tadi,  bagaimana dampak. Bagaimana pertumbuhan transaksi keuangan baik dari UKM yang sekarang sudah bertumbuh sebesar 93 persen , ataupun dari masyarakat dengan jumlah transaksi sekian puluh juta. Transaksi cashless itu tercapai. Ini ke depan agar data-data dapat dimanfaatkan untuk mengambil keputusan atau kebijakan.  Ada kondisi selama ini di mana UMKM kebanyakan tidak bankable karena tidak ada data. Dengan adanya data maka bisa jadi Credit storing, bisa meminjam dengan bunga lebih kecil,” ujarnya.

Avi juga mengapresiasi dengan adanya Temu Responden 2025. “Untuk mensupport pertumbuhan ekonomi, BI harus punya binaan-binaan UKM dan sector pertanian. Ini membantu inflasi dan juga membantu pertumbuhan. Artinya, tidak hanya melulu soal moneter tapi terkait dengan pertumbuhan. Apalagi dengan QRIS, ini merupakan langkah bagus,” puji wanita kelahiran Malang 14 Desember 1961 ini.

Andre Wongso seorang motivator dan pembicara yang terkemuka di Indonesia, bahkan oleh public dijuluki. as a leverange to strengthen our will and fight with our best ability. Pun hadir pada kesempatan ini berbagi tips. Mengusung tema “Semangat Usaha di Era Digital” Andre dengan lugas memaparkan berbagai hal. Menurutnya, memang tidak ada jaminan bahwa “Sukses” itu bisa diraih namun dengan munculnya tipe sikap seperti pesimis pasif maka akan menjadi hambatan. Selama mental optimis tidak ada maka tidak akan bisa meraih sukses. Tetap optimis dan pesimir tapi aktif,” ujarnya.

Iri, dengki, lesu tapi berharap hidup enak, itu menurut Andre adalah hal yang tidak mungkin. Mental pesimis ini akan terus menghantui. “Kita yang harus memastikan bahwa bicara tentang bisnis memang tidak ada kepastian. Yang ada kita yang harus memastikan untuk belajar dan berjuang keras agar sukses dalam berusaha,” kata pria yang juga dilahirkan 6 Desember 1954 di kota Malang ini.

Kepala BI Sumsel Bambang Pramono dalam sambutannya mengatakan kegiatan yang digelar ini dalam melakukan perumusan kebijakan membutuhkan informasi dan data. “Data-data ini kami peroleh dari mitra strategis dari  berbagai pihak pelaku UKM, perbankan dan masyarakat. Kegiatan ini sebagai apresiasi dan terima kasih kami kepada mereka yang sudah berkenan memberikan datanya dalam bentuk Temu Responden 2025 ini,” ujar Bambang seraya mengatakan dalam kondisi globalisasi yang tidak ada kepastian ini, pelaku bisnis juga perlu motivasi, dan itu kita hadirkan Andre Wongso termasuk pencerahan dari ekonom senior ibu Aviliani. (saf)

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *