Bangkitnya Permainan Tradisional ”Layang-Layang” Bersama UPPKS Kampung KB Layang-Layang dan Universitas IGM

Kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi yakni Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dilaksanakan oleh Tim Universitas IGM selama tiga hari mulai tanggal 23 sampai dengan 26 Agustus 2023. Kegiatan PkM ini didanai oleh Kemendikbudristek melalui Program Kemitraan Masyarakat (PKM) tahun 2023 yang diketuai oleh Agutina Heryati, S.Kom, MM., M.Kom, yang beranggotakan Dr. Fauzia Afriyani, S.Pd.,M.Si dan Husni Mubarat, S.Sn., M.Sn dibantu 2 (dua) mahasiswa dari Fakultas Ilmu Komputer dan Sains yakni Aditya Aji Sagara dan Putri Octaria.
Kegiatan PKM ii bertujuan untuk membangkitkan permainan tradisional layang-layang di kota Palembang. Pelaksanaan PkM ini adalah implementasi dari Merdeka Belajar Kampus Merdeka.
Kegiatan PkM ini disambut sangat baik oleh Kepala UPPKS Kampung KB Layang-layang kota Palembang Bapak M. Usman Aris, serta dihadiri ibu-ibu, bapak, dan adik-adik remaja UPPKS Kampung KB Layang-layang kota Palembang 20 orang yang di bagi empat hari pelatihan. Para peserta sangat antusias mengikuti rangkaian pelatihan kegiatan PkM tersebut.
Pada pelatihan PkM ini menghadirkan narasumber yaitu M. Usman kepala UPPKS Kampung Layang-layang kota Palembang sebagai pelatih pembuatan layang-layang sekaligus pelatih alat pengabdian, dan narasumber lainnya dari dosen-dosen Universitas IGM yaitu Agutina Heryati, S.Kom, MM., M.Kom., Dr. Fauzia Afriyani, S.Pd., M.Si dan Husni Mubarat, S.Sn., M.Sn untuk pelatihan Digital Marketing, Brand Market, dan Pembukuan keuangan. Kampung KB layang-layang telah membentuk sekelompok perajin layangan yang di dengan Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Berhasil (UPPKS) yang memiliki 45 perajin layangan.

Pada Kampung KB Layang-layang mayoritas masyarakatnya merupakan pengrajin layangan. Pak Usman sendiri berasal Kampung KB layang-layang juga sekaligus memiliki usaha layang-layang yang di produksi sendiri di rumah. Kampung KB Layang-layang yang menjadi sentral produksi dan penjualan layangan secara turun menurun. Jenis layangan di produksi di Kampung KB layang-layang ini adalah layangan aduan.

Untuk menjadi ikon “Brand Market” agar menambah nilai dari layang-layang serta ikon sentral produksi dan penjualan layangan dengan di buatkan logo “ Kampung KB Layang-Layang Kota Palembang” serta penerapan motif layang-layang yang etnik yang menjadi ciri khas dari produksi Kampung KB Layang-Layang Kota Palemban. Menurut Husni, bahwa logo harus memberikan identitas tertentu, baik untuk produk maupun pemilik produk, sehingga diperlukan sebuah desain penerapan motif etnik kota Palembang yang mencerminkan Kampung KB Layang-layang agar sekaligus memperkenalkan hasil yang telah dikelolah oleh UPPKS Kampung KB Layang-layang. Logo berupa Cap “Kampung KB layang-Layang Kota Palembang.”

Untuk peningkatan penjualan layang-layang diperlukan perluasan jangkauan promosi dengan digital marketing. Menurut Agustina, penjualan layang-layang melalui digital marketing dapat dilakukan menggunakan dengan penggunaan berbagai media sosial seperti Facebook, Instagram, WhatshApp, Twitter, dan lain sebagainya.
Untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan tentang pembukuan keuangan menurut Dr. Fauzia, di butuhkan pelatihan agar semua transaksi melalui pencatatan sehingga keuntungan (laba) dari penjualan dapat diolah dengan baik dan benar.

Target dan hasil dari pelatihan PkM agar UPPKS Kampung KB Layang-Layang dapat bertambah ilmu pengetahuan dan keterampilan dalam membangkitkan permainan tradisional layang-layang di kota Palembang dan menambah wirausaha baru serta mandiri secara ekonomi. Sehingga, diharapkan melalui pelatihan ini akan bangkitnya permainan tradisional bersama Kampung KB layang-layang dan Universitas Indo Global Mandiri sehingga dapat membawa Kampung KB layang-layang dan bangkitnya permainan layang-layang kota Palembang sehingga dapat membantu menjadi daya tarik wisata di Kota Palembang. (*)





