HeadlineNasionalNUSANTARAPalembangPendidikanSUMSEL

Bangga Menyambut 242 Wisudawan UKMC ke -16

PALEMBANG, MEDIASRIWIJAYA – RP. Donatus Kusmartono SCJ, M.Sc. Ketua Pengurus Yayasan Musi Palembang yang mengelola Universitas Katolik Musi Charitas (UKMC), menyambut bangga para wisudawan, keluarga, dan fakultas yang akan diwisuda pada Sabtu (6/5/2023). Di mana UKMC dapat meluluskan kembali angkatan mahasiswa yang siap berjuang di dunia kerja dan membangun masyarakat sebanyak 242 wisudawan.
Romo Donatus berharap kepada para wisudawan yang telah menyelesaikan satu tahap pendidikan tinggi pasti merasa bahagia dan bangga, ada senyum mengiringinya. Senyum kebahagiaan adalah juga menjadi kebahagiaan banyak orang. “ Selepas dari kampus UKMC ini, kalian akan memasuki dunia yang lebih luas, bahkan tak terbatas. Buatlah mereka menjadi tersenyum bangga atas segala karyamu. Kami tahu bahwa untuk pencapaian kelulusan ini tidak begitu mudah bagi cukup banyak dari antara kalian; bukan hanya masalah kemampuan akademik, tetapi masalah waktu, masalah dana, masalah kesempatan. Ada di antaramu, misalnya, yang sembari menjalani perkuliahan juga harus bekerja; harus berbagi waktu urusan lain.” Kata Romo Donatus.

Lebih lanjut Romo Donatus mengatakan bahwa para wisudawan merupakan orang yang hebat, telah berjuang dan menang dan memiliki pribadi yang bermartabat, unggul, dan cintakasih yang merupakan marwah pendidikan di UKMC. Semoga core values ini terus menjiwai para alumni. Berbekal pencapaian Diploma, Sarjana Terapan, Profesi, maupun Strata satu , saat semua memasuki masa-masa produktif di dunia kerja, hendaknya tidak jual martabat luhurmu itu. Pasti akan ada banyak tawaran yang sangat mungkin menggoyahkan martabat dirimu sebagai citra Allah. Maka Anda perlu memegang integritas diri dengan ketat. Salah satu pembelajaran dari pandemi Covid 19 yang lalu. Romo Donatus mengajak kepada para wisudawan agar ketika menapaki langkah hidup berikutnya, tidak hidup sendirian. Dalam jalinan tak terpisahkan inilah nilai cintakasih perlu disuburkan. Pupuklah terus “compassionate love”, “companionate love”, “welas asih”. Jangan biarkan orang lain menderita karena diri Anda; juga jagalah hatimu agar tetap mudah digerakkan untuk bertindak atas penderitaan orang lain (sense of crisis). Pastikan bahwa dirimu akan berguna dan bekerja bersama dengan semakin banyak orang. (darisawalistyo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *