Babinsa Koramil 418 – 07 / Sukarami Monitor Pemakaman Almarhum Sertu Imam Asbawi
PALEMBANG, MEDIASRIWIJAYA – Babinsa Koramil 418 – 07 / Sukarami Palembang, monitor upacara persemayaman dan pemakaman Almarhum Sertu Imam Asbawi Bin Awamid, bertempat di Perumahan Griya Buana Indah II Blok O No. 10 RT. 90 RW. 08 Soak Simpur Kelurahan Sukajaya Kecamatan Sukarami Palembang, Kamis (10/3) pukul 09.33 wib.
Almahum Sertu Imam Asnawi meninggal dunia pada hari Rabu (09/3) pukul 14.10 wib di Rumah Sakit Dr. AK. Gani Palembang karena sakit. Upacara persemayaman dan pemakaman dilaksanakan secara upacara militer, dengan Pejabat Upacara Militer antaraain Irup Pemberangkatan Jenazah Letkol Farid Hidayat Dandim 0430/BA. Komandan Upacara Kapten Inf Hasidin Danramil 430 – 01/Pangkalan Balai. Perwira Upacara Letda Inf Suharsono Plh. Pasipersdim 0430/BA.
Pembawa acara Serma Saribun Staf Pers Kodim 0430/BA. Pembawa foto Jenazah 1 orang. Pengusung Jenazah 6 orang dari Kodim 0430/BA dan Petugas Upacara 1 SST kodim 0430/BA. Pemberangkatan Jenazah dari rumah duka menuju Masjid Al-Hanin Kelurahan Sukajaya Kecamatan Sukarami untuk disholatkan
Selanjutnya acara penyerahan jenazah, dan upacara persemayaman serta pemberangkatan jenazah secara militer, dimana penyerahan jenazah dari keluarga kepada Inspektur Upacara. Pemberangkatan Jenazah menuju TPU Soak Simpur , menggunakan Mobil Jenazah Garnizun Palembang No.Reg 1840-II.
Pada saat prosesi pemakaman, selanjutnya Pasukan pasang sangkur. Penghormatan kepada jenazah. Pasukan lepas sangkur. Dan diakhiri dengan Laporan Komandan Upacara.
Amanat Inspektur Upacara Letkol Farid Hidayat Dandim 0430/BA dihadapan para peserta upacara dan seluruh keluarga Almarhum Sertu Imam Asnawi menuturkan rasa duka yang mendalam. “Para hadirin yang saya hormati, dengan penuh rasa duka yang amat dalam, pada hari ini kita semua berkumpul di TPU Soak Simpur Palembang, untuk bersama-sama melaksanakan upacara pemakaman secara militer, sebagai perwujudan dan penghargaan negara terhadap almarhum yang telah meninggalkan kita semua, karena sakit.” ungkapnya.
Masih dikatakan beliau. Musibah ini sangat mengejutkan kita semua, namun tuhan menghendaki demikian, kita diwajibkan untuk berusaha atas apa yang kita derita, semua kita kembalikan kepada takdir Tuhan Yang Maha Esa.
Oleh karena itu, sudah selayaknya kita menerima dengan lkhlas atas musibah ini, karena pada dasarnya kita semua akan kembali kepada-nya, namun sebagai insan biasa kita tidak luput dari rasa duka cita dan kehilangan akibat musibah ini. “Maka pada kesempatan ini, saya atas nama pimpinan upacara dan seluruh teman sejawat almarhum. menyatakan belasungkawa yang sedalam-dalamnya dan turut berduka cita kepada keluarga yang ditinggalkan. Mudah-mudahan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dalam menerima musibah ini, semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa melimpahkan petunjuk dan bimbingan-Nya.” ujarnya.
Beliau juga menuturkan jika sosok almarhum orang yang baik dalam kesatuan maupun di tengah masyarakat. “kita semua merasa kehilangan almarhum yang telah memberikan pengabdian terbaiknya pada negara dan bangsa untuk itu marilah kita semua berlapang dada untuk memaafkan kesalahan almarhum selama ini, baik dalam berdinas maupun dimasyarakat,” “Kepada keluarga almarhum. sekali lagi saya menyatakan turut berduka cita atas kepergian almarhum, semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa memberikan ketabahan dan kesabaran untuk menerima kepergian almarhum dengan tabah iklhas dan tawakal.” jelasnya.(Ly).




