HeadlineNasionalNUSANTARAPalembangPolda SumselSUMSEL

Anggota Subdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Sumsel Berhasil Mengamankan 20 Orang Terlibat Porstitusi Online

PALEMBANG,MEDIASRIWIJAYA – Anggota Subdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Sumsel, berhasil mengamankan 20 orang terlibat porstitusi online melalui aplikasi Mi Chat dua diantaranya sebagai mucikari, di Oyo Berlian Hotel di Jalan Kol. H Burlian Kecamatan Alang Alang Lebar Palembang, pada minggu (20/11) pukul 21.30 Wib.Gerak cepat pihak kepolisian dalam merespon laporan masyarakat ke nomor hot line kepolisian, pada jumat (18/11). Langsung di respon pihak kepolisian dengan melakukan penyidikan yang dipimpin langsung oleh Kasubdit IV Renata, Kompol Tri.

Dari hasil penyidikan di TKP, petugas mendapatkan sepasang pemuda pemudi kurang lebih dari 20 orang memiliki usia dari 17 tahun hingga 29 tahun. Dari 20 orang yang diamankan pihak kepolisian hanya menampilkan 6 orang saja. “Ada 20 orang yang kita amankan, memang ada usia 17 tahun tapi sudah putus sekolah, mereka ini terlibat porstitusi online melalui aplikasi Mi Chat, kasus ini masih kita dalami, kasus ini terungkap dari Hot Line WA bantuan Polisi program Bapak Kapolda,”ungkap Dirreskrimum Polda Sumsel, Kombes Pol M Anwar Reksowidjojo, didampingi Kasubdit IV Renata, Kompol Tri. Senin (21/11).

Diduga aksi kawanan pelaku ini baru berjalan beberapa bulan, modus dengan cara melakukan transaksi melalui aplikasi michat, untuk setiap orang atau tamu akan membooking jasa Open Booking Order (BO kemudian ada juga sebagai pelaku yang menjual jasa Open BO temannya Melalui aplikasi yang sama. “Modusnya mereka menjual diri melalui aplikasi Mi Chat, ada yang secara person pribadi atau ada yang melalui broker atau orang lain untuk mencari pelanggan,” ujar Ditreskrimum Polda Sumsel.

Dikatakan Kombes Pol Anwar. Jika sepakat pelaku akan mengirim foto dengan tarif bervariasi antara Rp 150.000 hingga Rp 400.000 dengan waktu 15 menit sekali kencan. Jika lebih dari 15 menit maka akan dikenakan tarif tambahan oleh penyedia jasa dan mampu melayani tamu hingga maksimal 3 orang dalam satu hari. Pihaknya juga mengamankan barang bukti. “Untuk barang bukti yang diamankan diantaranya satu buah kondom. Tiga buah kondom yang sudah dibuka. Dua unit handphone. Uang tunai hasil penyedia jasa prostitusi dan juga ada uang hasil free sebesar Rp 150.000 serta satu lembar uang negara Malaysia sebesar 1 Ringgit.,” jelasnya.

Saat ini pihak kepolisian masih melakukan pemeriksaan secara mendalam terhadap 20 orang yang diamankan titik bahkan tidak menutup kemungkinan pihak kepolisian juga akan melakukan pemeriksaan terhadap pemilik tempat atau hotel. “Kalau pengakuan pihak hotel, mereka sudah beberapa kali menyewa kamar di sana permalamnnya Rp 200 ribu mereka bayar, kalau pihak hotel kan tidak tahu, tapi patut di duga pihak hotel tahu, karena anak anak itu bolak balik ke sana dia pasti tahu, ini akan kita dalami,” tegasnya.

Atas perbuatannya para pelaku dijerat dengan pasal 76 huruf i Jo pasal 88 UU RI nomor 17 tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dan atau pasal 2 ayat 1 UU RI Nomor 21 Tahun 2007 tentang pemberantasan tindak pidana perdagangan orang dan atau pasal 27 ayat 1 Jo pasal 45 UU RI Nomor 19 tahun 2016 tentang ite dan atau pasal 296 KUHP pidana dengan ancaman pidana maksimal 6 tahun penjara dan atau denda paling besar 1 miliar. (Ly).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *