Luruskan Opini di Masyarakat, Pengacara Yayasan UBD Sebut Aset UBD Dibeli dengan Uang Yayasan UBD
Didampingi Plt. Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Kerjasama Dr. Yanti Pasmawati, S.T., M.T, Fajri Yusuf Herman mengatakan Yayasan UBDP memiliki bukti yang konkret atas pembelian berbagai aset tersebut. “Semuanya ada bukti yang cukup jelas, mulai dari surat berharga, akta pembelian, bahkan terdapat LOI atau Letter of Indemnity yang semuanya atas nama Yayasan UBD,” kata dia.

Dia menjelaskan, bahkan saat akan melakukan pembangunan Gedung kampus, UBD pernah mengajukan pinjaman kredit ke perbankan, dan terdapat LOI yang merupakan dokumen kontrak yang dibebankan sepenuhnya kepada UBD. Meski yang menandatangani adalah pendiri dan pengurus dari Yayasan. Dan untuk diketahui, terdapat empat orang pendiri Universitas Bina Darma, yakni Prof. Ir. H. Bochari Rachman, M.Sc (almarhum), Prof Zainudin Ismail (almarhum), Suheriyatmono dan Rifa Ariani.

Fajri meminta, agar pers dan penggiat media sosial meluruskan pelbagai pemberitaan yang tidak sesuai fakta, karena kasus tersebut hingga kini masih dalam proses persidangan di PN Palembang yang berlangsung Selasa (23/5) menghadirkan saksi dan notaris Amir Husein.“Kehadiran notaris itu terkait adanya pembuatan akta perdamaian untuk memperkuat posisi kepemilikan yayasan UBD,” kata Fajri.
Dia mengungkapkan, dalam sidang lanjutan tersebut terdapat tiga poin yang disampaikan saksi yakni mengganti Kepengurusan Yayasan, memverifikasi aset-aset yang dibeli oleh Yayasan UBD dan saling mencabut laporan polisi dan melaksanakan upayakan hukum perdata. “Pada sidang itu, saksi ditanya, apakah akta itu ditanyakan oleh para pihak? Saksi menjawab menurut sepengetahuan saksi bahwa akta tersebut tidak dijalankan kedua belah pihak. Dan kami bertanya kepada saksi, ‘saksi kalau misalnya isi dari draft perjanjian itu dibawa oleh kedua belah pihak, itu menjadi tanggung jawab siapa? Tadi saksi menjawab pihak yang membawahi yaitu pihak yang hadir di hadapan notaris bukan tanggung jawab notaris,” ujarnya seraya berharap agar dengan adanya konferensi pers ini semua masyarakat kota Palembang terutama keluarga besar para mahasiswa, dosen dan karyawan mengetahui duduk persoalan sebenarnya. Sehingga tidak mudah dipengaruhi pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab yang justru akan memperkeruh suasana dan menciptakan situasi tidak kondusif. (saf)




