EkonomiHeadlineNUSANTARAPalembangSUMSEL

Antisipasi Terjadi Inflasi Jelang Idul Fitri, BI Bersinergi Gelar HLM dan Capasity Building

Teks foto: Gubernur Sumsel H Herman Deru bersama Deputi Bank Indonesia dan beberapa pejabat lain saat memberikan keterangan pers usai acara HLM dan Capasity Building di Ballroom The Arya Duta Hotel Palembang, Selasa (11/4). dok humas pemprov sumsel.

* Bersama Tim TPID Sumsel

PALEMBANG, MEDIASRIWIJAYA – Tak henti berupaya menjaga stabilitas dan kondisi ekonomi di wilayah kerja, Bank Indonesia Sumbagsel melakukan berbagai upaya termasuk upaya mengantisipasi terjadinya inflasi akibat meningkatnya permintaan masyarakat terhadap bahan pokok menjelang Idul Fitri 1444 Hijriah yang tinggal beberapa hari lagi. Seperti yang dilakukan, Selasa (11/4) dengan memfasilitasi kegiatan High Level Meeting (HLM) dan Capasity Building yang digelar bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Prov Sumsel. Kegiatan yang dihadiri langsung oleh Gubernur Sumsel H Herman Deru ini berlangsung mulai pukul 13.00 WIB di Ballroom Hotel The Arya Duta Palembang dan digelar sampai mendekati buka puasa bersama dan dilanjutkan dengan Buka Puas Bersama.
Gubernur Sumsel H Herman Deru mengatakan apa yang dilakukan ini merupakan langkah konkrit kita dalam mengendalikan inflasi di Sumsel. “Kita jangan lalai terhadap tekanan inflasi yang setiap saat bisa terjadi. Apalagi, menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HKBN) seperti Idul Fitri, inflasi di sejumlah daerah kerap terjadi. Hal itu disebabkan karena tingginya permintaan atas suatu barang,” ujar Gubernur Sumsel Herman Deru.
Pada kesempatan ini HD juga menegaskan agar Bupati dan Walikota yang ada di Sumsel harus memonitor langsung dengan rajin turun ke lapangan untuk memastikan ketersediaan dan harga pangan. “Sejauh ini stok ketersediaan pangan di Sumsel sangat aman. Sebagai salah satu penghasil pangan terbesar di Indonesia, Sumsel mampu mengendalikan laju inflasi yang kerap terjadi di sejumlah daerah lain jelang Idul Fitri. Bahkan, jauh sebelum HBKN Ramadhan dan Idul Fitri 1444 H, Sumsel terus melakukan upaya pengendalian inflasi. Maka tak heran, jika Sumsel disebut-sebut sebagai salah satu provinsi terbaik dalam pengendalian inflasi secara nasional. Hal itu juga tak lepas dari inisiasi untuk terus menggaungkan Gerakan Sumsel Mandiri Pangan (GSMP). GSMP sendiri memiliki andil cukup besar dalam menekan laju inflasi,” tambah Deru.
Di tempat yang sama, Deputi Bank Indonesia, Nurcahyo Heru Prasetyo mengatakan inflasi Sumsel berdasarkan data Badan Pusat Statistik, inflasi IHK Maret 2023 tercatat 0,18% (mtm), tidak berbeda jauh dibandingkan dengan inflasi bulan sebelumnya 0,16% (mtm).“Realisasi inflasi IHK Maret 2023 tersebut lebih rendah dibandingkan dengan pola historis inflasi periode awal Ramadan”, ujar Heru.
Bank Indonesia dan TPID Sumsel menurut Heru terus melakukan berbagai upaya menjaga inflasi daerah melalui strategi 4K yaitu ketersediaan pasokan, keterjangkauan harga, kelancaran distribusi dan komunikasi yang efektif. Sinergi Kerjasama Antar Daerah (KAD), modernisasi pertanian, digelarnya pasar murah serta penguatan gerakan tanam GSMP dan GNPIP akan terus dilakukan untuk menjaga stabilitas harga dan inflasi. (saf)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *