HeadlineNasionalOKU TimurSUMSEL

Koperasi Pedesaan Namun Asset Milyaran, Desa Wana Bhakti Madang Suku III OKU Timur

OKU TIMUR,MEDIASRIWIJAYA – Desa Wana Bhakti Kecamatan Madang Suku III, OKU timur, merupakan wilayah perdesaan yang berpenduduk mayoritas warga Bali, wilayahnya cukup tenang, ASRI dan nyaman jarak tempuh dari Palembang sekitar 5 jam, berbatasan dengan kabupaten OKU Induk. Desanya di tengah perkebunan sawah dan karet. Kehidupan mereka sangat maju, dalam perekonomian dan perkoperasian di masyarakat ini sangat baik dan berkembang maju. Saat Dinas Koperasi dan UKM OKU Timur hadir dalam kegiatan yang dilaksanakan berupa Pelatihan Manajerial pada tanggal ( 18/2/2022), memberikan wawasan perkoperasian yang sesuai dengan perundang-undangan Koperasi. Acara pelatihan Manajerial di buka oleh Bpk. Didik Riyadi( wakil dari Dinas OKU Timur ) di Gedung Serba Guna Koperasi, Desa Wana Bhakti. Dalam sambutannya Didik Riyadi mengatakan bahwa di Desa Wana Bhakti ada 6 koperasi yang memiliki asset dari 2 milyar s.d 20 milyar dan jarak koperasinya berdekatan. Wilayah pelayanan yang di garap sekitar kabupaten OKU Timur. Merekalah yang memiliki visi dan misi ke depan. Dan yang patut dibanggakan adalah ada beberapa putra / putri mereka yang kuliah di luar Jawa setelah lulus kembali mengabdi di Desanya. Dan program tahun 2022 akan dibangun pasar koperasi.

Pelatihan diikuti 35 orang peserta dari 6 koperasi di desa Wana Bhakti, nara sumber dari Lembaga diklat LPK Sriwijaya Mandiri dan Universitas Sumatera Selatan, Agustinus Supriyanto,S.E., M.Si. beliau mengatakan bahwa koperasi harus bergerak sesuai dengan koridor aturan – aturan yang ada seperti mengenai keanggotaan maupun tatanan pengelolaannya. Melihat tradisi Kerja sama, semangat dan gotong royong yang cukup kuat sehingga membuahkan hasil dan beberapa kebijakan yang dimiliki. Pada pelatihan ini, peserta begitu antusias dan waktu pun kurang. Mereka sangat butuh pendidikan berkelanjutan. Dan mengharapkan Pendidikan tersebut di desa Wana Bhakti supaya semua peserta bisa mengikuti dan aktif. Hari kedua dilanjutkan dari perbankan mengenai perbedaan Lembaga keuangan dan tata Kelola yang baik dan benar sesuai prinsip prinsip dan jati dirinya. Semoga ada kegiatan tersebut berlanjut. ( daris )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *