RSMH Palembang Berikan Pernyataan Resmi Kondisi Bayi Kembar Siam Pasca Dilahirkan
PALEMBANG, MEDIASRIWIJAYA – Pihak Rumah Sakit Mohammad Hoesen (RSMH) Palembang, membenarkan jika bayi kembar siam meninggal dunia tiga jam setelah lahir, karena permasalahan pernafasan. Bahkan kelahiran bayi kembar siam dengan dua kepala hal pertama di RSMH Palembang di tahun 2022. Hal ini disampaikan dr. Marta Hendry Spu (k). Mars selaku Koordinator Kelompok Substansi Pelayanan Medik, didampingi dr. Abarham Martadiansyah Spog, KFM selaku operator oprasi kembar siam. “Ini pernyataan resmi dari penyampaian medik dari RSMH Palembang, mengenai kasus bayi kembar siam, dia memiliki dua kepala ini yang pertama di RMSH Palembang untuk tahun 2022 ini,” ungkap dr Marta. Senin (17/1).
Masih dikatakan dr Marta, bayi yang dilahirkan pada tanggal 14/1/2022 pada pukul 08.30 Wib dengan cara operasi caesar, seorang ibu melahirkan anak ketiga, setelah 3 jam kelahiran bayi kembar siam mengalami gangguan pernafasan. “Tapi dengan sedih kami mengatakan setelah 3 jam kelahiran bayi ini meninggal dunia di ruang NICU dengan kemungkinan besar gejala nafas,” jelasnya.
Kasus bayi kembar siam di RSMH Palembang, termasuk jenis bayi kembar siam yang menempel pada dinding dada bagian bawah, dinding perut dan panggul. Pada bayi kembar siam diketahui bahwa salah satu bayi tidak memiliki saluran tenggorokan (nafas) dan tidak terbentuk paru-paru, sehingga bayi tidak bisa bernafas sendiri. Sedangkan bayi kembar yang satunya lagi memiliki saluran nafas yang normal. Bayi yang tidak mempunyai saluran nafas dan paru-paru tersebut selama ini mendapat oksigen dari bayi yang sehat, membuat bayi yang normal mengalami kendala.
Sementara itu. dr. Abarham Martadiansyah Spog, KFM selaku operator operasi kembar siam menjelaskan jika pasien terdianogsis kehamilan kembar pada usia 18 minggu, dimana bayi laki- laki ini memiliki dua kepala yang menyatu pada tulang belakang setinggi dadanya, membuat bayi selamat sangat sulit.”Dua kepala ini berfungsi dan otak, tapi panggulnya satu, parunya dua, jantungnya satu, pada kasus conjoined twins jadi kemungkinan dia berhasil selamat dua- duanya itu berkisar 5 sampai 9 %. Dan pada kasus ini sesuai yang disampaikan, setelah 3 jam kelahiran dia meninggal dunia,” ujar dr Abarham.
Untuk kondisi sang ibu pasca melahirkan, dikatakan dr Abarham, saat ini sudah dalam kondisi sehat, bahkan sudah mendapat perawatan rawat jalan.”Kondisi ibu bayi baik, hari ini sudah bisa dilakukan rawat jalan,” tuturnya. (Ly).




