HeadlineOKU TimurSUMSEL

Puskesmas Pemetung Basuki Gencarkan Deteksi Dini TBC Lewat Pemeriksaan Dahak Terintegrasi CKG

OKU TIMUR, MEDIASRIWIJAYA  – UPTD Puskesmas Pemetung Basuki terus mengintensifkan upaya penemuan kasus Tuberkulosis (TBC) melalui program pemeriksaan dahak yang diintegrasikan dengan layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG). Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari deteksi dini untuk menekan penyebaran penyakit menular yang masih menjadi salah satu tantangan kesehatan masyarakat.

Tuberkulosis merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Penularannya terjadi melalui udara ketika penderita batuk, bersin, atau berbicara sehingga bakteri menyebar dalam percikan dahak.

Dokter UPTD Puskesmas Pemetung Basuki, dr. Nursiah Aristanti, menjelaskan bahwa masyarakat perlu mengenali gejala-gejala TBC sejak dini. Di antaranya batuk yang berlangsung lebih dari dua minggu, baik batuk kering maupun berdahak, demam yang disertai keringat pada malam hari tanpa aktivitas berat, serta penurunan berat badan akibat berkurangnya nafsu makan dan tubuh yang mudah lemas. “Jika infeksi menyebar ke organ lain, gejalanya bisa berbeda, seperti pembengkakan kelenjar getah bening, nyeri tulang, sakit kepala berat, hingga gangguan saraf. Sementara pada anak-anak, gejala TBC sering kali tidak khas sehingga kerap disalahartikan sebagai penyakit lain,” ujar dr. Nursiah, Rabu (29/7/2026).

Ia mengimbau masyarakat agar tidak menunda pemeriksaan apabila mengalami keluhan yang mengarah pada TBC, terutama jika gejala berlangsung lama atau semakin berat.

Menurut dr. Nursiah, pemeriksaan dahak atau tes sputum merupakan salah satu metode penting untuk mendeteksi infeksi saluran pernapasan, mengidentifikasi keberadaan bakteri maupun jamur, sekaligus membantu tenaga medis menentukan penanganan dan terapi yang sesuai.

Sementara itu, Penanggung Jawab Program Tuberkulosis UPTD Puskesmas Pemetung Basuki, Nindes Ayu Nurfitri, S.Kep., Ners, menjelaskan bahwa sampel dahak yang telah dikumpulkan dari masyarakat akan dikirim ke Laboratorium RSUD Martapura untuk menjalani pemeriksaan Direct Preparat BTA (Basil Tahan Asam). “Pemeriksaan ini bertujuan memastikan ada atau tidaknya bakteri penyebab TBC. Apabila hasil laboratorium menunjukkan positif tuberkulosis, pihak RSUD Martapura akan mengonfirmasi kepada kami untuk segera menindaklanjuti pasien melalui pengobatan rutin sesuai standar program nasional,” jelas Nindes.

Melalui kegiatan yang terintegrasi dengan layanan Cek Kesehatan Gratis, UPTD Puskesmas Pemetung Basuki berharap semakin banyak masyarakat yang bersedia melakukan pemeriksaan sejak dini. Dengan deteksi cepat dan pengobatan yang teratur, penularan TBC dapat ditekan sekaligus meningkatkan peluang kesembuhan pasien. (sp)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *