Pascasarjana UPGRIP Gaungkan Reimajinasi Pendidikan, Siapkan Lulusan Adaptif, Inovatif dan Berkarakter Hadapi Era Super Smart Society 5.0
Teks foto: Penandatanganan MoU dilakukan oleh Rektor Universitas PGRI Palembang, Assoc. Prof. H. Bukman Lian, M.M., M.Si., bersama Prof. Dr. Sri Setyaningsih, M.Si. selaku perwakilan Universitas Pakuan, serta Prof. Dr. Dyah Werdaningsih, M.Pd. selaku perwakilan Universitas Islam Malang.
PALEMBANG, MEDIASRIWIJAYA – Program Pascasarjana (PPS) Universitas PGRI Palembang (UPGRIP) kembali menegaskan komitmennya sebagai salah satu institusi yang terus berinovasi dalam dunia pendidikan melalui Seminar Nasional bertema “Reimajinasi Pendidikan: Membangun Ekosistem Pembelajaran Adaptif, Inovatif, dan Berkarakter Menuju Era Super Smart Society 5.0” di Aula Gedung Guru PGRI Sumatera Selatan, Rabu (8/7/2026).
Seminar diikuti lebih dari 400 peserta dari Palembang maupun berbagai daerah di luar kota seperti Bogor, Malang Semarang dan berbagai kota lainnya menjadi momentum penting dalam memperkuat kualitas pendidikan tinggi sekaligus mendorong budaya publikasi ilmiah di kalangan mahasiswa.

Seminar dibuka Rektor UPGRIP Assoc. Prof. Dr. H. Bukman Lian, M.M., M.Si., didampingi Ketua Badan Pengurus Harian (BPH) Universitas PGRI Palembang, Dr. Hj. Meilia Rosani, SH., M.H., diwakili Wakil Ketua Drs. H. Djama’ani Djakfar, M.Pd., dan Plt. Direktur Program Pascasarjana Dr. Reva Maria Valianti, S.E., M.Pd., M.M.
Tururt hadir Ketua Program Studi Manajemen Pendidikan Dr. Hj. Ir. Tri Widiatsih, M.Si., Magister Pendidikan Bahasa Indonesia Dr. Yessy Fitria, M.Pd., Magister Pendidikan Bahasa Inggris Dr. Aswadi Jaya, M.M., M.Pd., Ketua Program Studi Pedagogi Dr. Riswan Aradea, M.M., Ketua Gugus Penjamin Mutu Dr. Neta Dian Lestari, M.M., para narasumber Prof. Dr. Sri Setyaningsih, M.Si. dari Universitas Pakuan, dengan moderator Dr. Imelda Ratih Ayu, M.Pd., Prof. Dr. Dyah Werdaningsih, M.Pd., dari Universitas Islam Malang dengan moderator Dr. Sri Wahyu Inderwati, M.Pd., , Prof. Dr. Fathur Rohman, M.Hum., dari Universitas Negeri Semarang dengan moderator Dr. Aswadi Jaya, M.M., M.Pd, dan Prof. Dr. Heni Mulyani, M.Pd dari Universitas Pendidikan Indonesia dengan moderator Dr. Neta Dian Lestari, M.M.., para dosen, peserta mahasiswa mahasiswi di lingkungan Program Pascasarjana UPGRIP baik yang mengikuti daring atau luring.
Plt. Direktur Program Pascasarjana UPGRIP, Dr. Reva Maria Valianti S.E., M.Pd., M.M., mengatakan seminar nasional ini merupakan agenda rutin PPS UPGRIP sebagai bagian dari strategi meningkatkan mutu akademik sekaligus membantu mahasiswa menyelesaikan studi tepat waktu.”Kegiatan ini menjadi salah satu upaya kami untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan publikasi ilmiah. Selain itu, seminar ini juga menjadi wadah pembelajaran langsung dari para narasumber profesional sehingga mahasiswa memperoleh wawasan yang relevan dengan tantangan masa depan,” ujarnya.

Menurut Reva, PPS UPGRIP terus berupaya menghadirkan program akademik yang tidak hanya berorientasi pada teori, tetapi juga menjawab kebutuhan dunia kerja dan perkembangan teknologi yang semakin dinamis.
Plh. Ketua BPH PGRI, Drs. Djamaini Jakfar, M.M., memberikan apresiasi atas konsistensi PPS UPGRIP dalam menghadirkan berbagai inovasi di bidang pendidikan. Bahkan, ia mengungkapkan bahwa konsep Reimajinasi Pendidikan yang diusung dalam seminar tersebut masih tergolong baru di Indonesia.”Setelah saya mencari referensi melalui Google, ternyata yang menggunakan tema Reimajinasi Pendidikan baru dua perguruan tinggi di Indonesia. Pertama Universitas Maritim Raja Ali Haji Kepulauan Riau, dan yang kedua adalah Universitas PGRI Palembang. Ini menunjukkan keberanian PPS UPGRIP menghadirkan gagasan-gagasan baru dalam dunia pendidikan,” katanya.

Sementara itu, Rektor UPGRIP, Assoc. Prof. Dr. H. Bukman Lian, M.M., M.Si., menegaskan bahwa lulusan pascasarjana tidak cukup hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga harus mampu beradaptasi dengan perubahan zaman.”Bagaimana alumni PPS UPGRIP mampu diterima di masyarakat, memiliki daya saing, dan mampu hidup layak di Bumi Indonesia. Karena itu, adaptif, inovatif, dan berkarakter merupakan bekal utama yang harus dimiliki setiap lulusan,” tegasnya.
Ia menambahkan, perkembangan teknologi menuju Super Smart Society 5.0 menghadirkan tantangan sekaligus peluang baru. Oleh sebab itu, perguruan tinggi harus mampu menciptakan ekosistem pembelajaran yang fleksibel, kreatif, serta berorientasi pada solusi. Sebagai bagian dari seminar nasional tersebut, peserta juga mendapatkan penguatan kompetensi dari berbagai bidang ilmu, meliputi Manajemen, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Pedagogik, yang dinilai sangat relevan dalam meningkatkan kapasitas akademik maupun profesional.

Melalui berbagai program akademik, seminar nasional, pelatihan, hingga pembinaan publikasi ilmiah, PPS UPGRIP terus menunjukkan komitmennya dalam mencetak lulusan yang unggul, adaptif terhadap perkembangan teknologi, inovatif dalam berkarya, serta berkarakter kuat.
Komitmen tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa Program Pascasarjana UPGRIP tidak hanya berfokus pada penyelesaian studi tepat waktu, tetapi juga mempersiapkan lulusannya agar mampu menjadi pemimpin perubahan dan menaklukkan tantangan di era Super Smart Society 5.0, baik di dunia pendidikan maupun berbagai sektor profesional.

Kegiatan Seminar Nasional ini juga dirangkaikan dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) sebagai bentuk penguatan kerja sama antarperguruan tinggi. Penandatanganan MoU dilakukan oleh Rektor Universitas PGRI Palembang, Assoc. Prof. H. Bukman Lian, M.M., M.Si., bersama Prof. Dr. Sri Setyaningsih, M.Si. selaku perwakilan Universitas Pakuan, serta Prof. Dr. Dyah Werdaningsih, M.Pd. selaku perwakilan Universitas Islam Malang.

Kerja sama tersebut diharapkan dapat memperluas kolaborasi dalam bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan sumber daya manusia di lingkungan perguruan tinggi.

Sebagai penutup rangkaian kegiatan Seminar Nasional, para peserta mempresentasikan artikel ilmiah pada sesi paralel yang diselenggarakan secara luring dan daring. Presentasi tersebut menjadi wadah bagi para mahasiswa untuk mendiseminasikan hasil penelitian serta bertukar gagasan dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan inovasi. (*)






