Refleksi Hari Kartini, GOW Palembang Dorong Emansipasi Nyata dan Apresiasi Sosok Perempuan Tangguh
PALEMBANG, MEDIASRIWIJAYA – Semangat perjuangan Raden Ajeng Kartini kembali digelorakan di Kota Palembang. Melalui Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kota Palembang, peringatan Hari Kartini tahun ini, dijadikan momentum krusial untuk memperkuat emansipasi dan mewujudkan kesetaraan gender yang berdampak nyata bagi masyarakat.
Demikian terungkap dalam acara Peningkatan Emansipasi Wanita di Rumah Dinas Wali Kota Palembang, Kamis (30/4/2024), yang dibuka oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Palembang, Aprizal Hasyim.
Dalam sambutannya, Aprizal menekankan bahwa peran perempuan di era modern kini semakin strategis, melintasi batas domestik hingga ke sektor pemerintahan dan ekonomi. “Peringatan Hari Kartini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan refleksi perjuangan perempuan dalam memperoleh hak dan peran yang setara. Saat ini, perempuan adalah pilar pembangunan bangsa,” ujar Aprizal Hasyim.
Ia juga mengapresiasi peran GOW Palembang yang menaungi 33 organisasi wanita dengan total 62 pengurus.
Menurutnya, sinergi antarorganisasi sangat diperlukan untuk menciptakan program yang mandiri dan berdaya saing tanpa meninggalkan nilai luhur budaya.
Ketua GOW Kota Palembang, Putri Azizah Prima Salam, menjelaskan esensi dari kegiatan ini adalah mengimplementasikan nilai kebaikan RA Kartini dalam kehidupan masa kini.
Salah satu bentuk nyatanya adalah dengan memberikan apresiasi kepada sosok ibu yang menjadi tulang punggung keluarga. “Kami memberikan penghargaan kepada ibu-ibu hebat yang berjuang sendirian menghidupi anak-anak mereka setelah ditinggal wafat suami. Mereka adalah sosok Kartini berdaya yang sebenarnya,” ungkap Putri Azizah.
Selain memberikan bantuan berupa sembako dan uang tunai, GOW juga memberikan penghargaan kepada organisasi yang dinilai berhasil mewakili perjuangan perempuan di berbagai bidang, mulai dari kesehatan, hukum, hingga kesetaraan gender.
Putri berharap, kegiatan ini mampu memacu seluruh anggota organisasi wanita untuk berani berpikir maju dan mengambil peran aktif dalam pembangunan daerah.”Kesetaraan gender bukan berarti menyamakan peran secara mutlak, tapi memberikan kesempatan yang adil bagi setiap orang untuk berkembang sesuai potensinya,” tambahnya. (*)




