Karhutla Di Oki Belum Padam, Polda Tambah 100 Personel
PALEMBANG,MEDIASRIWIJAYA – Sumatera Selatan (Sumsel) darurat kabut asap akibat kebakaran hutan kebun dan lahan (kerhutbunlah) yang terus.meluas, menjadi perhatian serius khususnya Polda Sumsel dan Korem 004 / Garuda Putih (Gapo). Kapolda Sumsel, Irjen Pol A Rachmad Wibowo bersama Danrem 044 / Gapo, Brigjen TNI M Naudi Nurdika, turun langsung memantau kondisi situasi karhutbunlah di dua kabupaten yaitu Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) dan Kabupaten Ogan Ilir (OI). Sabtu (30/9). “tadi pagi saja bersama Danrem 044 / Gapo memantau langsung situasi kebakaran lahan di kabupaten OKI dan Kabupaten OI,” ungkap Kapolda Sumel, Irjen Pol A Rachmad Wibowo. Minggu (01/10).
Dikatakan Kapolda Sumsel, dari rute pemantauan di beberapa daerah seperti Tulung Selapan, Jungkal dan Tanjung Raja yang dilalui sesuai pantauan dari Satelit BRIN, setidaknya ada beberapa titik api yang terpantau. Dimana beliau meyakinkan terjadinya karhutbunlah ini kebanyakan terjadi akibat pembukaan lahan baru dengan cara dibakar. “terlihat banyak titik api di rute yang kami lewati sesuai pantauan satelit di daerah Tulung Selapan, Jungkal dan Tanjung Raja, dari beberapa kali kami patrol udara, diyakinkan bahwa kebakaran ini disebabkan oleh peladang yang membuka lahan dengan cara membakar,” jelasnya.
Akibat para oknum yang membuka ladang dengan cara membakar ini, dituturkan Kapolda Sumsel, selain sangat mudah dan murah, yang terparah dampak asap pembakaran bagi kesehatan orang banyak, seperti mata perih dan infeksi saluran pernapasan (ISPA) yang disertai sesak napas dan batuk termasuk mata perih atau iritasi mata, yang dapat berdampak pada kematian. Bukan hanya itu, Irjen Pol A Rachmad Wibowo juga mengingatkan asap dari Kabupaten OKI dan Kabupaten OI ini dapat terbang jauh mengingat arah angin ke Kota atau Kabupaten sebelahnya terutama Kota Palembang yang berpenduduk sekitar 1,7 juta jiwa. “perbuatan ini membuat orang lain menderita iritasi mata (perih), ISPA dengan gejala batuk dan sesak napas, bahkan orang dengan penyakit tertentu dengan asap ini bisa menyebabkan kematian. Ditambah lagi arah angin yang cenderung datang dari arah Tenggara menuju barat laut, membawa asap dari OKI dan OI ini ke arah Kota Palembang,” terangnya.
Untuk itu, Kapolda Sumsel Irjen Pol A Rachmad Wibowo menghimbau, untuk para pemilik kebun dan ladang untuk tidak mementingkan diri sendiri, dalam hal ini mengingat dampak dari pembakaran menimbulkan asap menyebabkan kerugian yang besar bagi makhluk hidup khususnya manusia. “sebagai umat manusia yang bersifat sosial, kita tidak boleh memikirkan diri sendiri dan mengabaikan kepentingan orang lain,” pesan Irjen Pol A Rachmad.
Dengan melihat langsung bagaimana petugas gabungan TNI Polri, Manggala Agni dan Instansi terkait serta masyarakat bahu membahu memadamkan karhutbunlah, dengan berbagai kendala dan tantangan di lapangan seperti akses masuk ke lokasi kebakaran yang sulit, minimnya sarana dan fasilitas serta ketersediaan air termasuk keterbatasan alokasi anggaran. Untuk itu diperlukan perhatian khusus bagi semua pihak agar bencana karhutbunlah ini dapat ditangani secepatnya. “sebesar apapun biaya yang dikeluarkan dan seberapapun usaha pemadaman
yang dilakukan, tidak ada artinya bilamana Masyarakat masih membuka lahan dengan cara membakar. Berhentilah membakar lahan,” harapnya.
Berdasarkan pantauan Situs IQair Pukul 01.30 Wib terdapat cukup banyak titik api di wilayah OKI dan arah angin membawa asap kebakaran ke Kota Palembang. Dan pantaian Situs IQair Pukul 03.25 Wib banyak titik api di daerah Kabupaten OKI, Kabupaten OI dan Kabupaten Banyuasin, sementara itu arah angin membawa asap menuju Kota Palembang. (Ly)





