HeadlineOKU TimurPolitikSUMSEL

Reses Fenus Antonius Jadi Ruang Dialog Warga Pulau Negara tentang Pembangunan

PULAU NEGARA, MEDIASRIWIJAYA – Tak semua suara masyarakat lahir dari podium. Di Desa Pulau Negara, Kecamatan Buay Pemuka Peliung, Rabu (8/7/2026), suara itu justru datang dari cerita-cerita sederhana tentang jalan yang masih gelap saat malam, sawah yang dekat dengan saluran irigasi tetapi tetap kekurangan air, hingga petani yang harus berjibaku mencari BBM agar mesin pompa tetap menyala. Di tengah obrolan yang mengalir itulah, Anggota DPRD Provinsi Sumatera Selatan Fraksi PAN, Fenus Antonius, SE., MM, menjalankan reses sebagai ruang untuk mendengar langsung persoalan yang dihadapi masyarakat.

 

Keluhan pertama yang mengemuka adalah permohonan pemasangan lampu penerangan jalan di Dusun Pulau Baru. Bagi warga, lampu jalan bukan sekadar tiang dan bohlam, tetapi juga rasa aman bagi anak-anak yang pulang mengaji, petani yang kembali dari sawah, dan masyarakat yang masih beraktivitas pada malam hari.

Percakapan kemudian bergeser ke sektor pertanian. Warga mengaku masih bergantung pada mesin pompa air berbahan bakar minyak untuk mengairi sawah. Persoalan muncul ketika BBM sulit diperoleh. Ironisnya, saluran irigasi berada tidak jauh dari lahan pertanian, tetapi air belum mengalir secara optimal ke sawah warga.

Karena itu, masyarakat mengusulkan bantuan mesin pompa air sekaligus pembangunan jaringan listrik ke area persawahan. Dengan listrik, petani berharap tidak lagi bergantung pada mesin berbahan bakar minyak yang biaya operasionalnya semakin membebani. Kelompok tani juga meminta kemudahan memperoleh pupuk bersubsidi agar produktivitas pertanian tetap terjaga.

Persoalan lain yang turut disampaikan adalah harapan agar pengaliran air di Daerah Irigasi Komering dilakukan secara lebih adil, terutama antara wilayah Belitang dan pesisir Komering. Menurut warga, persoalan tersebut telah beberapa kali disampaikan kepada para pemangku kepentingan, namun hingga kini masih menunggu penyelesaian yang memberikan kepastian bagi para petani.

Di tengah berbagai aspirasi itu, Fenus Antonius juga menyerahkan bantuan dana kepada kelompok Muslimat di Dusun Pulau Baru untuk pembangunan teras sebagai tempat penyimpanan perlengkapan usaha prasmanan. Bantuan tersebut diharapkan dapat mendukung aktivitas ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat peran perempuan di desa.”Kami datang bukan hanya untuk mendengar, tetapi untuk memastikan setiap aspirasi memiliki jalan untuk diperjuangkan. Lampu jalan, pengairan, listrik sawah, hingga kemudahan pupuk bersubsidi adalah kebutuhan nyata masyarakat. Tugas kami adalah mengawal agar kebutuhan itu tidak berhenti sebagai usulan, tetapi dapat menjadi program pembangunan yang benar-benar dirasakan manfaatnya,” ujar Fenus Antonius.

Ia menegaskan seluruh aspirasi yang diterima akan diperjuangkan sesuai kewenangan DPRD Provinsi Sumatera Selatan melalui pembahasan bersama pemerintah daerah.”Pembangunan akan berarti jika berangkat dari persoalan yang dihadapi masyarakat setiap hari. Karena itu, saya ingin setiap reses tidak hanya menghasilkan catatan, tetapi juga menghadirkan solusi yang nyata bagi warga,” katanya. (*)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *