926 Personel Gabungan Amankan Aksi Unjuk Rasa

 

PALEMBANG. MEDIASRIWIJAYA – Sekitar 900 personil gabungan TNI Polri dan Instagram terkait diterjunkan untuk mengamankan aksi unjuk rasa dari dua kelompok mahasiswa Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Pemuda Progresif Revolusioner di Jalan Kapten A Rivai Palembang tepatnya di Kantor DPRD Sumsel. Kamis (7/4).

Aksi dari dua kelompok ini mengusung satu tujuan, yaitu Tolak Penundaan Pemilu. Tolak 3 Periode Jabatan Presiden dan Tolak Kenaikan Harga BBM. Aksi tersebut sebagai bentuk ‘Seruan Aksi Kartu Merah Jokowi, Indonesia Tidak Butuh Pemimpin Boneka’.

Sebelum melakukan Apel Pengamanan, seluruh personel pengamanan dari Polda Sumsel, Polrestabes Palembang, Seluruh Polsek Jajaran Polrestabes Palembang. Personel Kodim 0418 / Palembang, dan Satpol PP Sumsel. Yang dipimpin langsung oleh Kombes Pol Mokhammad Ngajib, Kapolrestabes Palembang. “Hari ini kita memberikan pelayanan kepada masyarakat kita dari BEM Sumsel dan Pemuda Progresif Revolusioner, mereka akan menyampaikan pendapat di muka umum di Kantor DPRD Sumsel,” ungkap Kombes Pol Ngajib.

Masih dikatakan Kombes Pol Ngajib, pihaknya telah menyiapkan tim gabungan TNI Polri dan stekholder terkait untuk menjaga dan memberikan pelayanan dalam aksi unjuk rasa agar berjalan aman dan damai. “Kita juga sudah menyiapkan tim gabungan dari TNI, Brimob, kepolisian serta dari Sat Pol PP disini kita memberikan pelayanan, agar jalannya aksi unjuk rasa ini berjalan kondusif, total tim gabungan ini sekitar 926 personel,” jelasnya.

Kapolrestabes Palembang, menghimbau kepada para pemdemo agar dapat mematuhi aturan dalam menyampaikan pendapat, apalagi saat ini dalam suasana Bulan Ramadhan dan masih suasana pademi Covid – 19. “Iya, selama menyampaikan aspirasi di muka umum laksanakan dengan tertib, jaga protokol kesehatan karena masih dalam pademi covid, dan lakukan dengan humanis karena kita masih menjalankan ibadah puasa” himbaunya. (Ly).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.