BanyuasinEmpat LawangHeadlineHukum&KriminalLahatLubuk LinggauMuaraenimMUBAMurataraMusirawasNasionalNUSANTARAOgan IlirOgan Komering IlirOgan Komering UluOKU SelatanOKU TimurPagaralamPalembangPALIPrabumulihSUMSEL

Wow, 7.982 Unit Kendaraan di Kota Palembang dalam Satu Hari Terpantau ETLE Melakukan Pelanggaran

PALEMBANG, MEDIASRIWIJAYA – Sejak Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sumatera Selatan (Sumsel) menerapkan Tilang Elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) di 9 titik ruas Jalan dan persimpangan jalan di Kota Palembang mulai awal Januari 2022. Terbukti dalam kurung waktu kurang satu hari, sebanyak 7.982 unit kendaraan baik roda 2 maupun roda empat, melakukan pelanggaran. Hal ini terpantau dari ruang kontrol RTMC Ditlantas Polda Sumsel. “Berdasarkan data yang ada dalam komputer, hari ini tanggal 6 Januari 2022 hingga pada pukul 11.30 WIB sudah 7.982 pelanggaran. Dengan sistem ETLE, ini jadi bank data kita, bisa terlihat pengendara yang melakukan pelanggaran lalu lintas,” ungkap Dirlantas Polda Sumsel Kombes Pol M Pratama Adhyasastra. Sik, Kamis (6/1/2022).

Masih dikatakan Dirlantas Polda Sumsel, untuk pengendara yang melakukan pelanggaran, saat ini pihaknya masih dalam tahap sosialisasi, dimana warga masyarakat yang melakukan pelanggaran akan dikirim ‘surat’ untuk dapat mengkonfirmasi pelanggaran apa yang telah dilakukannya saat mengendarai kendaraan, di Ruang Front Office ETLE Ditlantas Polda Sumsel, nanti pada saat diterapkan maka akan dikenakan sanksi denda maksimal. “Saat ini masih dalam tahap sosialisasi, bagi mereka yang dikirim surat silakan mengkonfirmasi benar tidak yang bersangkutan melakukan itu, saat dilakukan penerapan akan dikenakan denda tilang maksimal itu akan kita lakukan,” jelasnya.

Diterangkan beliau, Surat Konfirmasi akan dilayangkan kepada pemilik kendaraan yang sah pemilik kendaraan, jika kendaraan dalam status belum melakukam Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) maka si penerima Surat Konfirmasi bisa menjelaskan kepada petugas di Ruang Front Office ETLE Ditlantas Polda Sumsel. “Yang dikirim surat konfirmasi itu yang sesuai pemilik data kendaraannya. Jika sudah berganti pemilik dan belum melakukan BBNKB maka dapat dijelaskan kepada petugas di front office ETLE, agar denda tilangnya dapat dikirimkan ke alamat pemilik yang baru,” ujarnya.

E – Tilang smart ini, juga dapat mendeteksi pelanggaran lalu lintas seperti kendaraan mengunakan plat bodong alias palsu, dituturkan Dirlantas Polda Sumsel Kamera ETLE dapat mendeteksi semua pelanggaran termasuk plat bodong. “Jika platnya bodong, maka kamera ETLE akan menyala alarmnya. Operator di sini akan mengirimkan sinyal untuk memberitahu ke petugas lantas di lapangan untuk mengejarnya dan dapat menyebarkan foto kendaraan tersebut, ” tandasnya.

Hal senada juga disampaikan Paur Subbagnev Bagbinopsnal Ditlantas Polda Sumsel AKP Sadeli SH MSi menjelaskan, ETLE adalah implementasi teknologi, untuk mencatat pelanggaran – pelanggaran dalam berlalu lintas secara elektronik untuk mendukung keamanan, ketertiban, keselamatan dan ketertiban dalam berlalu lintas. “Jadi pelanggar lalu lintas dapat tertangkap kamera. Hasil capture masuk ke komputer ETLE. Kemudian, hasil capture akan dicetak surat konfirmasi,” urainya.

Sadeli menjelaskan, ETLE yang berada di 9 titik mengunakan dua macam kamera, E – Police dan Cek Point, cara kerjanya kamera ETLE E – Police dipasang pada Persimpangan Jalan dan ETLE Chek Point dipasang untuk pelanggaran di Jalan Lurus.

9 Titik Kamera ETLE di Kota Palembang, untuk kamera ETLE Cek Point adalah di Jalan Kol H Burlian Km 8,5 tepatnya di depan PT Trakindo, Jalan R Soekamto tepatnya seberang Hotel Novotel. SPBU Taman Makam Pahlawan Jalan Jend Sudirman, Jalan Sudirman tepatnya di Rumah Makan Sederhana Pasar Cinde, Depan Honda Astra Jalan A Yani Plaju, Jalan Wahid Hasyim depan Mitsubishi dan di depan Bank Sumsel Babel Jalan Gubernur Hasyim Ashari Jakabaring. Untuk Kamera ETLT E – Police pada Simpang Empat Charitas. Simpang 8 Ulu.

Untuk mekanisme cara kerja Kamera ETLE, dijelaskan AKP Sadeli, saat terjadi pelanggaran, hari pertama atau kedua, petugas mengantar ke alamat sesuai data pemilik kendaraan. Setelah ditunggu sampai hari ke 8 front office ETLE, kalau tidak datang, maka di hari ke 9 diblokir data pemilik kendaran. “Kalau pemilik kendaraan datang ke front office ETLE datang maka akan dikeluarkan surat tilang. Dan akan dihitung denda yang harus dibayar. Kalau denda tidak dibayar hingga hari 16 secara sistem data kendaraan diblokir,” jelasnya. (Ly).

Keterangan foto: Dirlantas Polda Sumsel Kombes Pol M Pratama Adhyasastra. Sik, Kamis (6/1/2022).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *