Waspada! Potensi La Nina di Akhir Tahun, Peningkatan Risiko Bencana Hidrometeorologis di Sumsel

PALEMBANG, MEDIASRIWIJAYA – Hasil monitoring BMKG menunjukkan potensi perkembangan La Nina pada akhir tahun hingga Februari 2022. Hal ini terlihat dari dinamika suhu muka laut yang telah di Samudra Pasifik bagian tengah dan timur dengan anomali -0.6 °C. Potensi La Nina diprediksi berada pada kisaran lemah hingga sedang. Demikian update BMKG Sumsel Palembang yang dirilis, Jumat (22/10) pukul  11.30 WIB.

Berdasarkan data historis pada Staklim Palembang, pada episode La Nina terdapat peningkatan curah hujan bulanan di Sumatera Selatan. Peningkatan curah hujan ini tentunya akan diikuti oleh peningkatan resiko bencana hidrometeorologis seperti banjir dan longsor.

Untuk itu diperlukan sinergi semua pihak terkait dengan pengelolaan sumber daya air dan pengurangan risiko bencana yang berada di wilayah yang berpotensi terdampak La-Nina, agar bersiap segera untuk melakukan langkah pencegahan dan mitigasi terhadap peningkatan potensi bencana Hidrometeorologi seperti banjir, longsor, banjir bandang, angin kencang atau puting beliung ataupun terjadinya badai tropis.

KONDISI TERKINI IKLIM SUMSEL
Curah hujan di wilayah SUMSEL pada dasarian II Oktober 2021 berada pada kategori rendah hingga tinggi yaitu 0 – 150 mm/das. Curah Hujan tertinggi terjadi di wilayah Gumay Talang, Kab. Lahat dengan jumlah curah hujan sebesar 390 mm/dasarian. Sifat hujan pada dasarian II Oktober 2021 di wilayah SUMSEL didominasi sifat Bawah Normal (BN). Sifat hujan Atas Normal (AN) terjadi di sebagian besar Pali, sebagian kecil MUsi Banyuasi bagian Selatan, sebagian kecil Musirawas utara,seluruh wilayah Lubuklinggau dan Musirawas, sebagian kecil Wmpat Lawang, seluruh Lahat dan PagarAlam, sebagian kecil Muara Enim, sebagian besar OKU, seluruh OKU Selatan dan sebagian kecil OKI.

Monitoring Hari Tanpa Hujan Berturut – turut (HTH) provinsi SUMSEL umumnya dalam kategori Sangat Pendek (1-5 hari). Sebagian kecil kota Palembang, Ogan Ilir dan Ogan Komering Ilir kategori Pendek (6-10 hari). Sementara sebagian besar Lahat dan Musirawas masih ada hujan sampai dengan pemutakhiran data. Kondisi HTH terpanjang terpantau di Ilir Barat I , Kec. Ilir Barat, Kota Palembang dan di Tanjung Raja Kec.Sungai Pinang, Kab. Ogan Ilir (10 hari).

PELUANG CURAH HUJAN HINGGA AKHIR OKTOBER 2021
Pada dasarian III Oktober 2021, terdapat potensi terjadinya hujan dengan intensitas menengah (50-150 mm/dasarian) di sebagian besar wilayah SUMSEL dengan peluang lebih dari 60%. Adanya peluang hujan rendah terjadi di sebagian OKU Selatan bagian utara dan sebagian kecil OKI bagian selatan dan utara dengan peluang kurang dari 20%.

Salam, Iklim Menyejahterakan

Info lengkap:

🌐 http://iklim.sumsel.bmkg.go.id/
☎️ 0711-811642
📧 staklim.palembang@bmkg.go.id
Instagram: bmkg.staklimplb
Twitter: staklimplb
Facebook: staklim.palembang96223
WA 0811-78-96223

Palembang, 22 Oktober 2021

Kepala Stasiun Klimatologi Palembang/
Koordinator BMKG Sumsel
ttd
Wan Dayantolis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *