HeadlineNasionalNUSANTARAPALISUMSEL

Warga Simpang Solar PALI Keluhkan Minimnya SPBU

PALI, MEDIASRIWIJAYA – Warga Simpang Solar, Desa Semangus Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) keluhkan kurangnya Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) atau yang lebih dikenal dengan sebutan Pom Bensin di wilayahnya. Adapun Pom Bensin yang ada, jarak tempuhnya sangatlah jauh. Sehingga di wilayah tersebut tampak tak ada SPBU.
Menyikapi hal tersebut, warga mengharapkan dibangunnya SPBU di wilayah perbatasan dengan Musi Rawas. Mengingat jalan tersebut merupakan jalan alternatif lintas sumatra segitiga emas. Sehingga layak untuk dibangun SPBU agar dapat meningkatkan roda perekonomian masyarakat.
Salah seorang warga Jery Prima (38) mengatakan sudah selayaknya di wilayah tersebut ada SPBU. Hingga masyarakat warga yang melintas di wilayah terbantu dan mudah untuk mendapatkan bahan bakar. “Saat ini sangat sulit untuk mendapatkan pertalite, solar dan bahan bakar lainnya, jadi kami mendukung sekali seandainya pemerintah melalui Pertamina bisa mendorong pengusaha yang mau investasi membangun SPBU di wilayah Kecamatan Talang Ubi, ,” kata dia saat dikonfirmasi awak media, Rabu, pekan lalu.
Jery melanjutkan, harga pertalite di pengecer jatuh di angka Rp12 ribu. Sebab belanjanya sudah di angka Rp. 7.650 perliter dari harga SPBU- nya sendiri. “Ya tentunya harga pertalite dan yang lainnya akan beda antara harga pengecer dan SPBU, sebab belanjanya saja sulit, jadi wajar kalau para pengecer menjatuhkan harga rada tinggi. Mungkin kalau ada SPBU di wilayah tersebut, harga jual pengecernya bisa menurun jadi tidak akan jatuh di angka Rp12 ribu sebab dekat dengan SPBU,” ungkapnya.
Hal sama dikatakan Nana (48) warga Benakat Minyak. Dirinya sangat mendukung, apabila pemerintah melalui Pertamina bisa membangun SPBU di wilayah tersebut.“Tentunya kami sangat mendukung sekali seandainya dibangun SPBU sebab sudah jelas kami warga yang ada di desa pedalaman sangat sulit jika mau belanja bensin untuk pedagang eceran. Kadang bisa membeli mendapatkan Pertalite harus belanja ke ibukota Pendopo,” terangnya.
Nana berharap pada pemerintah agar diwilayahnya dibangun SPBU yang lengkap dengan fasilitasnya. Seperti SPBU yang ada di kota-kota besar. “Mudah-mudahan saja pemerintah melalui Pertamina mendengar keinginan warga ini, sehingga ada pengusaha yang mau berinvestasi membangun SPBU di wilayah perbatasan-perbatasan Kabupaten,” tandasnya. (bi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *