Walikota Palembang Dukung Penuh Kegiatan FJPI Sumsel
* Siap Support Pelatihan Digital Storytelling ABCID Australia, Festival Bidar dan Pelantikan FJPI Sumsel
PALEMBANG, MEDIASRIWIJAYA – Walikota Palembang H Drs Ratu Dewa Msi memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan yang akan diselenggarakan oleh Forum Jurnalis Perempuan Indonesia (FJPI) Perwakilan Sumatera Selatan. Dalam audiensi bersama FJPI Sumsel, Walikota Palembang menegaskan bahwa Pemkot Palembang siap untuk mensupport setiap program yang akan dilaksanakan oleh FJPI baik yang diselenggarakan FJPI Pusat maupun FJPI Sumsel. “Semua program yang mereka paparkan sangat bagus. Saran saya, persiapkan semuanya dengan maksimal, dan Pemkot Palembang siap memberikan dukungan penuh,” ujar Walikota Palembang Drs H Ratu Dewa Msi saat menerima audiensi Pengurus FJPI Sumsel, Senin (4/8).

Ratu Dewa pada kesempatan ini mengingatkan agar FJPI Sumsel betul-betul menjalankan perannya sebagai organisasi jurnalis perempuan yang ikut serta mendukung dan menjalankan misi terutama dalam menegakkan profesi jurnalis dikaitkan dengan berbagai isu seperti kesetaraan gender, perlindungan perempuan dan anak, serta kegiatan lain. “Saya ingatkan agar FJPI Sumsel jangan hanya melaksanakan kegiatan seremonial namun ada tindaklanjut. Pemkot Palembang siap memfasilitas. Seperti worshop yang akan digelar. Bahkan adanya kegiatan yang bersifat internasional dengan hadirnya Forum Jurnalis Internasionasl ABCID yang bermarkas di Australia yang sengaja datang ke Palembang untuk melaksanakan peliputan khusus pelaksanaan Lomba Bidar, ini sebagai sebuah apresiasi luar biasa. Kita sebagai tuan rumah, siap memberikan support. Apa yang bisa kita bantu, ayo bantu. Mulai dari penjemputan di Bandara sampai kegiatan mereka. Khusus seminar yang digelar, saya sangat berharap ada tindaklanjutnya. Artinya, hasil dari seminar itu bisa menjadi sebuah rekomendasi yang dibutuhkan dalam rangka mendukung program Pemkot Palembang khususnya di bidang pemberdayaan perempuan dalam kesetaraan gender dan isu-isu lainnya,” ujar Walikota yang juga menyatakan siap memberikan waktu untuk wawancara khusus bagi jurnalis dari Australia terkait pelaksanaan even lomba bidar di Palembang.
ABCID adalah singkatan dari ABC International Development, sebuah unit pengembangan media dari Australian Broadcasting Corporation (ABC). ABCID fokus pada dukungan terhadap jurnalisme kepentingan publik dan tata kelola demokrasi yang lebih baik di kawasan Asia-Pasifik, termasuk Indonesia. Mereka memberikan pelatihan, dukungan teknis, dan program kepada organisasi media dan jurnalis.
Festival Bidar yang masuk dalam kalender pariwisata nasional dan internasional, menjadi salah satu alasan utama mengapa Palembang terpilih sebagai lokasi untuk pelatihan ini. ABCID, sebuah organisasi yang fokus pada pengembangan media, khususnya jurnalis perempuan, sering memilih tempat pelatihan berdasarkan keberadaan event pariwisata internasional yang besar.

“Alhamdulilah, even bidar di Palembang sudah menjadi even internasional. Buktinya agenda ABCID bekerjasama dengan FJPI Pusat khusus melakukan peliputan kegiatan lomba bidar yang akan digelar di Palembang, serta beberapa rangkaian kegiatan yang diusung Pemkot Palembang berdasarkan kalender pariwisata yang dikoordinir Dinas Pariwisata Kota Palembang. Mulai tanggal 13-19 Agustus, ABCID dan FJPI Pusat berada di Palembang, FJPI Sumsel siap menjadi pendamping. Semoga semua berjalan lancar. Pada 14-19 Agustus 2025, digelar FJPI Pusat menggelar Workshop Digital Storytelling bekerja sama dengan ABCID. Pelatihan ini akan diikuti oleh 20 peserta, dengan rincian 5 peserta dari ABCID (Australia), 5 wartawan luar Sumsel (berbagai provinsi di Indonesia), dan 10 wartawan Palembang yang tergabung dalam beberapa organisasi pers,” ujar Ketua FJPI Sumsel, Dwitri Kartini.
Dwitri Kartini, mengungkapkan FJPI Sumsel di sela momen internasional ini juga menggelar kegiatan yaitu Pelantikan Pengurus FJPI Sumsel periode 2025-2029 yang akan dilaksanakan pada 12 Agustus 2025 berbarengan dengan juga digelar seminar yang akan mengangkat tema “Urgensi Penguatan Jurnalisme Inklusif, untuk Kebebasan Bereksprasi bagi Jurnalis Perempuan” dengan Narasumber dari FJPI Pusat dan akademisi. (saf)





