UPGRIP Jadi Objek Anugerah Jurnalistik Pertamina 2024, Kunjungan Media Nasional pada Program Belida Musi Lestari PT KPI RU III Plaju
Ket foto: Rektor UPGRIP didampingi Area Manager Comrn, Ref, & CSR RU III, Siti Rachmi Indahsari dan Pusat Riset Konservasi Sumber Daya Laut dan Perairan Darat (BRIN), Dr. Boby Muslimi.
PALEMBANG, MEDIASRIWIJAYA – Universitas PGRI Palembang yang merupakan satu-satunya Perguruan Tinggi yang mendapat kepercayaan dari BRIN dan PT KPI RU III Plaju sebagai tempat pembudidayaan ikan belida yang sudah berjalan setahun yang lalu, kali ini menjadi objek dalam Anugerah Jurnalistik Pertamina 2024. “Kami mendapat kepercayaan sebagai tempat yang dikunjungi berbagai media Nasional dalam rangka Anugerah Jurnalistik Pertamina 2024, khususnya pada Program Belida Musi Lestari yang merupakan kerjasama PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) RU III Plaju, BRIN, Kementerian Perikanan dan Kelautan,” kata Rektor Universitas PGRI Palembang, Assoc.Prof. Dr. H.Bukman Lian, M.M..M.Si saat menyampaikan kata sambutan pada kegiatan Kunjungan Media Nasional dalam Rangka Anugerah Jurnalistik Pertamina 2024 di Fakultas Perikanan dan Kelautan Kampus C Universitas PGRI Palembang, Senin (9/9/2024).

Menurutnya, Mei 2023 UPGRIP ditawari BRIN dan Pertamina maupun Dinas Perikanan dan Kelautan untuk melakukan suatu kegiatan yang dikenal dengan eksebisi ikan belida dengan berbagai alasan di antaranya mengembalikan kepunahan ikan belida. “Selanjutnya, September melakukan MoU sekaligus menyebarkan ikan belida di lokasi Kampus C Universitas PGRI Palembang ini. Kami serius menyambut kerjasama ini. Bahkan ada tim dari Australia yang juga hadir menyaksikan MoU dan penyebaran ikan belida di sini. Selanjutnya, 2024 ikan belida berhasil dengan baik dan sukses bertelur seperti yang diharapkan,” tambah Bukman.

Kegiatan ini akan berkelanjutan supaya nantinya masyarakat dapat menikmati ikan belida. “Harapan saya sebagai akademisi, UPGRIP dapat mewujudkan keinginan masyarakat Sumsel khususnya dan Indonesia umumnya untuk mengembalikan keberadaan ikan belida. Generasi yang akan datang kembali bisa menikmati ikan belida. Harapan kami suatu saat UU yang melindungi ikan belida yang menyatakan tidak belida tidak boleh dikonsumsi akan segera dicabut setelah sukses eksebisi penyelamatan ikan belida. Satu-satunya kerjasama perguruan tinggi dengan BRIN, Pertamina dan Dinas Perikanan dan Kelautan adalah Universitas PGRI Palembang. Untuk itu dengan segala hormat kami ucapkan terima kasih atas kepercayaan ini. Keberhasilan ini mari kita angkat ke permukaan. Suatu saat ikan belida kita lepas di Sembilan Sungai di Sumsel yang dikenal dengan Batang Hari Sembilan. Ini obsesi kami, bahwa ikan belida ke depannya akan berkelanjutan. Ada 176 ikan belida dengan tiga spesies yang sudah dilakukan proses bersama BRIN,” ujar Bukman.

Sementara itu, Area Manager Comrn, Ref, & CSR RU III, Siti Rachmi Indahsari mengatakan ikan belida sebagai ikon kota Palembang. “Kami ingin sekali mengembalikan kejayaan ikan belida yang sudah terancam punah. Kami mencoba melakukan konservasi atau penyelamatan. 2019 sudah dilakukan penyelamatan dari lokasi-lokasi ikan belida. Penyelamatan induk dan saat ini kita sudah dapat 1 generasi dari indukan yang sudah kami observasi dengan mengandeng UPGRIP dan BRIN. Kami juga mencoba lebih dekat dengan siswa sekolah melalui buku Cinta Belida yang kami terbitkan. Dengan harapan dapat ikut berpartisipasi menyelamatkan ikan belida. Saat ini kami mencoba untuk melaporkan PATEN dengan harapan bank semen sperma ikan belida untuk dipatenkan. Kami juga berharap kurikulum ikan belida dapat dimasukkan dalam pembelajaran di tiap Perguruan Tinggi yang ada di kota Palembang. Ikan belida menjadi ikon Palembang dan di dekat Sungai Musi ada patung ikan belida. Harapan kami tidak sekadar patung tapi ikan belida ini jadi kenyataan. Tahun 2019 sudah melakukan pendampingan. 2020 kami lakukan konservasi dan 2021 melakukan kerjasama. 2023 kami melakukan kerjasama. dengan BRIN, Mas Boby kami percayakan. Kilang Pertamina Plaju Kerjasama dengan BRIN, selanjutnya kerjasama dengan Universitas PGRI Palembang (UPGRIP) yang menyiapkan kolam-kolam dan lokasi untuk pembudidayaan ikan belida ini. Fakta yang terjadi di lapangan, dulu pempek, pindang dan kerupuk ikan belida banyak sekali. Namun saat ini sudah tidak bisa lagi bahkan dunia internasional pun sudah mengakui bahwa ikan belida ini sudah punah. Kami melakukan berbagai hal dalam rangka mewujudkan keinginan ini termasuk suplai pakan untuk ikan belida yang juga berdampak pada perekononmian masyarakat,” ujar Rachmi.

Di tempat yang sama, Pusat Riset Konservasi Sumber Daya Laut dan Perairan Darat (BRIN), Dr. Boby Muslimin mengatakan pihaknya melakukan penelitian di seluruh Indonesia terhadap sebaran ikan belida. “Berdasarkan hasil penelitian kami, ada tiga jenis ikan belida yang sudah mengalami kepunahan. Ini yang menjadi focus kami untuk melakukan pembudidayaan agar bisa mengembalikan populasi habitat ikan belida ini. Dipercayakan kepada UPGRIP untuk menjaga dan mengikuti perkembangan. Kita melakukan sampling untuk proses injeksi. Perkembangan dari awal sangat baik, satu kali keluar sampai 200 telur dan diperkirakan dapat menjadi anakan. Risiko rusak atau mati, bisa 40 persen bisa hidup dari telur yang sudah dihasilkan ikan belida,”kata Boby seraya menyebut beberapa jenis belida yang sudah mengalami kepunahan di antaranya Notopterus notopterus (Jawa), Chitala lopis (Kalimantan), Chitala lopis (Kalimantan), Chitala Bornensis (Kalimantan).



Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengeluarkan daftar baru 19 ikan yang dilindungi karena terancam punah, salah satunya ikan Belida yang berasal dari Sumatera Selatan (Sumsel). Berangkat dari hal tersebut, Universitas PGRI Palembang bekerjasama dengan Pusat Riset Konservasi Sumber Daya Laut dan Perairan Darat Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) serta PT Kilang Pertamina Internasional Refinery Unit III Plaju berkolaborasi melakukan pengembangan teknologi Reproduksi dan Pelestarian Sumber Daya Ikan Belida. Launching Konservasi EX Situ Ikan Belida dilaksanakan di Kampus C PGRI Palembang, Kecamatan Sematang Borang Palembang, Rabu 27 September 2023 lalu. (saf)





