HeadlineNasionalNUSANTARAPalembangPendidikanSUMSEL

UKMC Lakukan Pelatihan Pengembangan Pola Pikir Kritis-Praktis

PALEMBANG, MEDIASRIWIJAYA – Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PkM) Universitas Katolik Musi Charitas (UKMC) melakukan kegiatan skema mandiri berupa “Pelatihan Pengembangan Pola Pikir Kritis-Praktis” bertempat di Rumah Postulat-Novisiat “St. Bonaventura” miliki Kongregasi Suster-Suster Charitas, Jln. Kol. H. Burlian Km. 7, Lorong Suka Senang, Kecamatan Sukarame, Kota Palembang.

Kegiatan PkM yang dilakukan oleh Br. Ign. Heri Satrya Wangsa SCJ (Dosen Prodi Manajemen) didampingi oleh mahasiswa Yohanes Irwanda Widyantara (mahasiswa Prodi Akuntansi) ini berlangsung selama 8 (delapan) sesi pertemuan. Setiap sesi dimulai Pk. 16.00 s/d Pk. 17.30 WIB dengan peserta para Postulan (calon anggota tarekat) sebanyak 14 (empat belas) orang berasal dari berbagai daerah di Indonesia antara lain Medan, Bengkulu, Aceh, Papua, Kalimantan Barat, Pekanbaru, Belitang dan Palembang. Rentang usia mereka adalah 18 s/d 22 tahun.

Adapun tujuan kegiatan PkM adalah memberi pembekalan berupa pengembangan pola pikir kritis-praktis, yakni penanaman rasa percaya diri (self-confidence)terutama ketika harus: (1) Menyampaikan dan mempertahankan argumentasi yang obyektif, relevan, didukung data ; (2) Melihat dan menilai pandangan orang lain secara komprehensif, lengkap, utuh, tidak memihak ; dan (3) Mengenali, mengidentifikasi sekaligus mengoreksi kerancuan dalam penalaran sehingga terhindar dari salah persepsi atau salah komunikasi (mis-communication). Selama kegiatan peserta diberi pemahaman teoritis dasar-dasar Logika menggunakan pendekatan berbasis permasalahan (studi kasus). Contoh-contoh kesalahan (fallacy) penalaran yang umum terjadi pada masyarakat Indonesia juga dibahas.

Kegiatan berpikir memiliki peran strategis sebagai pengakuan terhadap eksistensi manusia sebagaimana dikatakan oleh filsuf Rene Descartes dengan Cogito Ergo Sum (= aku berpikir, maka aku ada) (Warsono, 2020:2). Kegiatan ini secara praktis juga membantu peserta mempersiapkan diri sebelum ditugaskan oleh tarekat di berbagai karya misi antara lain Paroki, Rumah Sakit maupun Sekolah. Penugasan di tempat misi memerlukan kesiapan bagi pola pikir kritisdalam menghadapi permasalahan. Menyesuaikan dan memahami ruang lingkup penugasan di tempat baru, sekaligus berinteraksi dengan orang-orang yang belum dikenal akan menimbulkan permasalahan apabila tidak dipersiapkan dengan baik.

“Pelatihan ini memperluas wawasan dalam membangun sebuah persepsi yang akan memperbaiki relasi sosial saya bersama orang lain,” demikian komentar Marcellina Vianney (22 tahun) salah satu peserta dari Palembang. Sedangkan Wedyawati (18 tahun) peserta asal Kalimantan Barat mengatakan, “Saya sekarang menjadi lebih hati-hati dalam melihat dan menilai orang lain. Saya harus obyektif dan memiliki data pendukung sebelum mengambil sebuah kesimpulan tentang orang lain.” Pelatihan akan ditindaklanjuti melalui kegiatan PkM lanjutan dengan topik-topik yang masih berkaitan dengan pengembangan pola pikir kritis-praktis. (daris)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *