HeadlineHukum&KriminalNasionalNUSANTARAPalembangPendidikanPolitikSUMSEL

UKMC Hadirkan Pius Lustrilanang, Gelar Kuliah Umum dan Bedah Buku ALDERA

PALEMBANG, MEDIASRIWIJAYA – Universitas Katolik Musi Charitas (UKMC) pada Jumat (2/12) menggelar kuliah umum dan bincang buku, dengan membedah buku ALDERA (Aliansi Demokrasi Rakyat) “Potret Gerakan politik kaum muda 1993-1999”. Kuliah Umum dan bincang buku kali ini secara khusus menghadirkan salah satu pelaku sejarah gerakan politik kaum muda, yang saat ini menjabat anggota VI BPK RI Dr. Pius Lustrilanang, S.IP., M.Si., CFrA., CSFA.,. Buku Aldera ditulis oleh Teddy Wibisana, Nanang Pujalaksana, dan Rahadi T. Wiratama, dibedah oleh narasumber yakni Dr M Husni Thamrin,M.Si Kajur Ilmu Komunikasi FISIP UNSRI dan Kemas Khoirul Mukhlis Direktur Lintas Politika Indonesia dengan moderator Mickey dan opening speech oleh Dr Antonius Singgih Setiawan,SE.,M.Si Rektor UKMC dan Okta Piandy,ST.,CLMA Ketua IKA UKMC.


Antonius Singgih Rektor UKMC dalam sambutannya mengatakan kuliah umum dan bedah buku ALDERA menjadi sangat penting, karena buku tersebut berisikan potret pergerakan mahasiswa ditahun 1998 merupakan salah satu tonggak sejarah dalam perjalanan bangsa Indonesia. “Perjuangan Pius Lustrilanang bersama aktivis 98 yang tertuang dalam buku Aldera ini perlu diketahui masyarakat khususnya mahasiswa. Diharapkan generasi saat ini maupun yang akan datang dapat melanjutkan gagasan dan ide reformasi yang telah diperjuangkan,” ungkap Singgih

Narasumber M.Husni Thamrin mengungkapkan bahwa Kuliah umum dan diskusi bedah buki ini menjadi sangat istimewa karena dihadiri langsung salah satu tokoh penting pergerakan pemuda melawan rezim orde baru, untuk berbagi cerita sekaligus memberi motivasi tentang bagaimana gerakan mahasiswa harus dikelola dan ditata dalam mencapai tujuan yang semestinya.

Nama Pius Lustrilanang yang wong asli Palembang masa kecilnya bertempat tinggal di Kampus dekat TVRI Palembang dalam dunia pergerakan mahasiswa tidak hanya dikenal sebagai Sekjen Aldera, tetapi juga korban penculikan. Pius sempat menghebohkan Indonesia setelah ia memberikan keterangan sebagai korban penculikan karena dianggap terlalu berani memprotes pemerintahan. Bahkan kesaksian Pius mampu membuat dunia internasional mendesak Pemerintah Indonesia melepaskan aktivis mahasiswa yang diculik. Gerakan moral adalah kelompok mahasiswa yang mengedepankan akademis dan tidak mau bergabung dengan kelompok masyarakat di luar kampus. Sementara gerakan politik menitikberatkan pada penyatuan diri antara mahasiswa dan rakyat kecil. Berawal dari gerakan politik mahasiswa inilah Aldera lahir. Aldera membantu melakukan advokasi bagi masyarakat.

Menurut Kemas Khoirul Mukhlis, Nilai-nilai tersebut mengilhami Pius membentuk Aldera tahun 1994. Dan sejak itu, Aldera selalu menjadi organisasi politik mahasiswa yang bersuara untuk menghapuskan kemiskinan di Indonesia. Aldera memperlihatkan diri bahwa anak muda mampu memberikan perubahan besar bagi Indonesia. Semoga para generasi muda dan para mahasiswa dapat mengikuti jejak Pius Lustrilanang berlaku berani, jujur, lugas dan memaknai cita-cita, perjuangan serta komitmen kebangsaan. Andreas Daris Awalistyo)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *