UIGM Siap Cetak Insinyur Andal Berkelas
- Insinyur Indonesia Harus Sejajar dan Kompatibel dengan Sistem Global
PALEMBANG, MEDIASRIWIJAYA – Wakil Rektor III Universitas Indo Global Mandiri (IGM) Prof Erry Yulian T Adesta, mengatakan, Indonesia memiliki banyak insinyur terbaik yang siap membangun bangsa. Menurutnya, sebagai profesi tertua di dunia, insinyur (engingeer) harus terus berkembang. Universitas Indo Global Mandiri (IGM) pun bertekad untuk terus mencetak generasi muda yang andal sebelum lulusan terjun ke dunia profesional nantinya. Demikian dikatakan Erry saat memberikan sambutan pada kegiatan Workshop Sertifikasi Insinyur Profesional dan Penandatanganan MoU antara Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Kota Palembang dengan 11 Perguruan Tinggi di kota Palembang dan Sumsel yang berlangsung di Lantai 3 Aula Gedung Utama UIGM, Minggu (17/4).
Menurutnya, Indonesia harus bisa memaksimalkan infrastruktur keinsinyuran melalui penambahan sarjana teknik, insinyur, dan insinyur profesional agar bisa berdaya saing global. “Setelah infrastruktur keinsinyuran terbangun, maka kini saatnya menambah sebanyak-banyaknya sarjana teknik, insinyur, serta insinyur profesional,” kata dia.
Ia mengatakan, dengan dilakukannya penandatangan nota kesepahaman (MoU) antara PII dengan perguruan tinggi termasuk Universitas Indo Global Mandiri merupakan langkah awal agar masing masing perguruan tinggi menyelenggarakan pendidikan teknik mereka secara maksimal dengan menyediakan SDM yang kompenten. “Kita juga berharap, jangan sampai insinyur di Indonesia mengalami downgrade dengan negara negara lain. Profesi ini tidak hanya terbatas dari negara kita sendiri, melainkan juga pengakuan dari negara lain, tempat kita berpraktek. Untuk itu, kita negosiasikan jangan sampai hal itu terjadi. Harus kita perbaiki mulai dari pembentukan kurikulum, apakah relevansi pendidikan itu sudah mutakhir dengan kebutuhan mutakhir yang akan datang,” ujarnya.
Di tempat yang sama, Ketua PII Sumsel diwakili Sekretaris PII Sumsel, Ir Ahmad Bastari Yusak, MT mengatakan insinyur di Indonesia baru 5 persen yang sudah mengantongi sertifikasi keahlian. “Sesuai dengan UU No 11 Tahun 2014 tentang Keinsinyuran. Langkah kami selain membentuk cabang-cabang PII di seluruh kabupaten kota di Sumsel juga dalam rangka mengejar ketertinggalan program sertifikasi keahlian ini,” kata Bastari.
Kerjasama UIGM bersama 10 perguruan tinggi swasta di Palembang dan Sumsel di antaranya Universitas PGRI Palembang, UMP, Unpal, Universitas IBA, Universitas Tridinanti, Universitas Bina Darma, serta beberapa universitas lain dalam rangka mengaplikasikan UU No 11 Tahun 2014 tentang Keinsinyuran. (saf)

Keterangan foto: Wakil Rektor III Universitas Indo Global Mandiri (IGM) Prof Erry Yulian T Adesta menyematkan pin PII.

Keterangan foto: Keterangan foto: Wakil Rektor III Universitas Indo Global Mandiri (IGM) Prof Erry Yulian T Adesta menandatangani berita acara MoU antara UIGM dan PII Kota Palembang.

Keterangan foto: Foto bersama usai penandatanganan MoU antara 11 perguruan tinggi di Sumsel dan Palembang dengan PII Kota Palembang.




