HeadlineNasionalPalembangPendidikanSUMSEL

UBD Lakukan Webinar Forum Guru Besar Tentang Mitigasi Karhutlah

PALEMBANG, MEDIASRIWIJAYA – Forum Guru Besar (Profesor) Sumsel menyikapi keadaan Sumatera Selatan yang saat ini banyak terjadi kebakaran kebun/hutan mengadakan webinar yang dilaksanakan pada Sabtu, (23/9/2023) di Gedung Buchori Universitas Bina Darma (UBD) lantai 6 Jalan Ahmad Yani Palembang dengan mengundang narasumber Gubernur Sumsel H Herman Deru yang diwakili oleh H Iriansyah S.Sos,SKM Kalaksa Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel, Nandang P dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Ansori dari BPBD


Prof.Dr.Ir Achmad Syarifudin selaku koordinator forum guru besar Sumsel dalam sambutannya menyampaikan bahwa inisiatif melaksanakan webinar ini guna turut berpartisipasi dan peduli pada pembangunan di Sumatera Selatan dan kota/kabupaten yang ada. Kontribusi forum guru besar ( professor di bidangnya ) ini agar bisa dimanfaatkan oleh pemerintah.

Gubernur Sumsel H, Herman Deru yang diwakili H.Iriansyah Kalaksa BPBD Sumsel dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan ucapan terimakasih partisipasinya dalam acara webinar ini tentang Mitigasi Karhutlah di wilayah Provinsi Sumatera Selatan. Di mana keberhasilan dalam menekan jumlah titik hot spot atau kebakaran hutan dan lahan merupakan suatu prestai yang telah dilaksanakan oleh tim pengendalian kebakaran hutan dan lahan di bawah komando Satgas Operasi pengendalian kebakaran hutan dan lahan, Korem Gapo 044, TNI/Polri dan OPD terkait. “ Mudah-mudahan puncak musim kemarau mulai berakhir dan kita mulai memasuki musim penghujan tentu kondisi kebakaran hutan dan lahan akan lebih kondusif.” Kata Herman Deru


Ansori staf BPBD Prov Sumsel dalam membawakan materi seminar menjelaskan bahwa setiap memasuki musim kemarau apalagi kondisi kemarau ekstrem seperti tahun ini yang dipengaruhi oleh EL Nino tentu ini akan lebih parah lagi, kebakaran hutan dan lahan tidak hanya terjadi di Sumatera Selatan atau Indonesia, tetapi sebagaimana berita yang kita ketahui dibeberapa belahan dunia juga mengalami kondisi kebakaran yang lebih parah bahkan sampai menimbulkan korban jiwa. Pengendalian kebakaran hutan dan lahan akan lebih baik jika dilakukan sebelum terjadinya kebakaran, karena kalau sudah terjadi kebakaran apalagi jika terjadi dilahan gambut maka upaya pemadamannya akan lebih sulit dilakukan serta membutuhkan sumber daya baik personil, peralatan maupun pendanaan yang cukup besar belum lagi kendala di lapangan seperti terbatasnya sumber air, cuaca, yang terik, luasnya lahan yang terbakar serta medan yang sulit untuk pengerahan atau mobilisasi peralatan dan personal.

Menyadari bahwa betapa berharganya hutan bagi kehidupan dan penghidupan yang berkelanjutan, dampak negative kerusakan lingkungan tidak hanya dirasakan oleh masyarakat lokal dan Indonesia namun juga dirasakan oleh masyarakat global. Kebakaran hutan dan alih fungsi hutan makin meniningkatnya jumlah penduduk, telah mengubah kondisi lingkungan dan menimbulkan berbagai tantangan seperti perubahan iklim, emisi gas, rumah kaca, kelangkaan biodiversitas dan sumberdaya air.

Nandang P dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika menegaskan dalam menyikapi kejadian kebakaran hutan dan lahan yang merupakan masalah lingkungan hidup yang cukup serius, perlu pengendalian secara komprehensif, memberikan sanksi yang tegas kepada oknum pelaku yang membuka lahan dengan cara membakar kebun/hutan baik perorangan maupun koorperasi. Pemerintah Provinsi Sumsel telah melakukan water bombing dan pelaksanaan modifikasi cuaca, Pelaksanaan evaluasi pencegahan kerusakan lingkungan kepada perusahaan perkebunan, Mengoptimalkan peralatan produksi pertanian untuk membantu pemadaman kebakaran, meningkatkan peran serta lembaga pendidikan dan memperkuat sarana prasarana pemadaman. (darisawalistyo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *