Tim Gabungan Capai 1.805 Personel Antisipasi Aksi Demo Mahasiswa
PALEMBANG, MEDIASRIWIJAYA – Aksi unjuk rasa mahasiswa di Sumatera Selatan (Sumsel) menolak penundaan Pemilu tahun 2024. Menolak tiga periode jabatan presiden dan menolak kenaikan BBM dan sembako. Kini datang dari Badan Eksekutif Mahasiswa UIN Raden Fatah Palembang dan Kelompok Aliansi Mahasiswa Cipayung.
Dua kelompok massa aksi ini, berdampingan mengelar aksi unjuk rasa di simpang 5 DPRD Sumsel Jalan Kapten A Rivai Palembang, Senin (11/4) pukul 11.30 Wib.
Kedua massa aksi dalam orasinya di tengah terik, sempat ditemui langsung Ketua DPRD Sumatera Selatan, RA Anita Noeringhati didampingi Kapolda Sumsel, Irjen Pol Toni Harmanto dan Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol M Ngajib. Dirlantas Polda Sumsel, Kombes Pol M Pratama Adhyasastra, Dandim 0418 / Palembang, Letkol Ibf Sumarlin Marzuki SE. Direskrimum Polda Sumsel dan Dirintelkam Polda Sumsel.
Dalam pertemuan di tengah terik matahari dalam suasana bulan Ramadhan, aspirasi massa BEM UIN FP Palembang diterima apa yang menjadi tuntutan akan disampaikan segera ke pimpinan pusat dalam hal ini DPR RI.
Massa aksi BEM UIN RF Palembang menerima dan langsung membubarkan diri pulang ke rumah. Tapi, sebaliknya massa dari Aliansi Mahasiswa Cipayung yang terdiri dari beberapa elemen organisasi Mahasiswa menolak bernegosiasi di luar, mereka terus mendesak untuk masuk ke Gedung DPRD Sumsel.
Karena mendapat penolakan dari massa aksi Aliansi Cipayung Sumsel, Ketua DPRD Sumsel, RA Anita Noeringhati memilih mundur masuk ke Gedung DPRD Sumsel. Ketua DPRD Sumsel mengatakan jika aspirasi mahasiswa diterima bahkan pihaknya besok Selasa (12/4) akan langsung bertolak ke DPR RI untuk menyampaikan aspirasi massa aksi mahasiswa. “Saya sebagai Ketua DPRD sangat menghormati dan menghargai mahasiswa, kami dari tanggal 7 sudah mengubah, tapi hari ini saya sendiri yang menerima aspirasi mahasiswa karena itu merupakan kebijakan dari Pusat bukan kewenangan kami untuk mengubahnya. Dan lagi saya sudah perintahkan ibu Cici untuk langsung berangkat ke DPR RI, nah kurang apa lagi, mereka mintanya aneh- aneh sih,” ujarnya sambil berlalu.
Sementara Kapolda Sumsel, Irjen Pol Toni Harmanto, didampingi Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol M Ngajib. Dirlantas Polda Sumsel, Kombes Pol M Pratama Adhyasastra, Direskrimum Polda Sumsel dan Dirintelkam Polda Sumsel, tetapi di lokasi demo.
Massa terus meneriaki ‘masuk…masuk’ bahkan massa aksi berusaha merasa kawat berduri yang sengaja di pasang pihak kepolisian untuk mengantisipasi hal- hal yang tidak diinginkan terjadi.
Massa aksi tak berhenti di situ, massa yang membawa replika keranda mayat berusaha membakarnya. Tapi dapat dipadamkan petugas kepolisian gabungan. Saat petugas berusaha memadamkan api, massa aksi tiba- tiba melontarkan batu dan botol air mineral ke arah petugas.
Massa aksi sempat disemprot dari kendaraan rantis water canon, membuat massa aksi mundur ke tengah, aksi mahasiswa tersebut membuat arus kendaraan lalu lintas terblokir sekitar pukul 15.00 wib.
Massa aksi yang terus didesak mundur, akhirnya terpecah dua, sebagian memilih pulang ke rumah sebagian lagi memilih tetap bertahan bagi massa aksi yang tetap memilih melanjutkan aksi, mengingat sudah menjelang petang, akhirnya beberapa massa aksi yang dinilai sebagai provokator diamankan pihak kepolisian. “Setelah selesai demo tadi, dia sebagai provokator dia memancing masa untuk bangkit lagi untuk kumpul lagi untuk membuat kerusuhan lagi, alhamdulilah semua bisa kita amankan, nanti akan kita lakukan pemeriksaan sejauh mana pelanggaran yang mereka lakukan, sekarang massa sudah bubar dan tertib,” ungkap Kombes Pol Ngajib.
Masih dikatakan Kapolrestabes Palembang. Untuk mengamankan aksi unjuk rasa di hari ini, setidaknya pihaknya menurunkan tim gabungan mencapai 1.805 personel. “Untuk personel keseluruhan ada sekitar 1.805 gabungan TNI Polri, Pemkot terdiri dari Sat Pol PP, TNI, Dishub, juga kita diback up dari Polda dari Brimob, Samapta serta seluruh fungsi di Polda dan Polrestabes Palembang,” jelasnya. (Ly).




