HeadlineNasionalPalembangSUMSEL

Tim buser Polsek Ilir Timur (IT) 2 Berhasil Mennagkap Satu Dari Empat Pelaku Spesialis Bongkar Rumah Kosong

PALEMBANG,MEDIASRIWIJAYA – Satu dari empat pelaku spesialis bongkar rumah kosong ‘pencuri pagar besi rumah’. Niko Maurice (25), keok tak berdaya ketika sebutir timah panas petugas bersarang di salah satu kakinya lantaran berusaha melawan dan kabur saat hendak di tangkap buser Polsek Ilir Timur (IT) 2 Palembang.

Tersangka Niko, warga Jalan Seduduk Putih Gang Bedulur No 168 Rt 28 Rw 07 Kelurahan 8 Ilir Kecamatan IT III Palembang, berhasil ditangkap tim Buser Polsek IT 2 Palembang, yang dipimpin langsung Kanit Reskrim AKP Firman, saat berada di depan Novotel Jalan R Soekamto Palembang.

Tersangka Niko diamankan bersama barang bukti 3 buah pagar besi milik rumah korban Ahmad Sazili (52) yang tak lain masih tetangga tersangka, yang belum sempat di jual tersangka Niko cs. “Dia ini (tersangka Niko – red) spesialis rumah kosong, yang diambilnya pagar besi, jika ada keramik diambil oleh tersangka juga,” ungkap Kapolsek IT 2 Palembang, Kompol Yuliansyah didampingi AKP Firman, Kanit Reskrim. Senin (03/01).

Dijelaskan Kapolsek IT 2 Palembang, jika komplotan Niko Cs ini, yang mana 3 pelaku masih buron bernama Hendri alias Een, Dodi dan Andre. Mereka berempat pada minggu (05/12/2021) lalu sekitar pukul 03.00 Wib, mencuri pagar besi rumah korban di Jalan Seduduk Putih Komplek Arofah Residence Palembang, setidaknya di tempat yang sama para tersangka Niko Cs ini sudah beraksi sebanyak 4 kali.

Dalam aksinya tersangka Niko dengan modal kayu mencongkel pagar besi milik korban, sedangkan tiga tersangka yang masih DPO atau Buron Een, Dodi dan Andre bertugas membawa pagar besi ke rumah tersangka Niko. “Pelakunya ini ada 4 orang, tiga lagi belum di tangkap masih lagi kita kejar, untuk pelaku yang lain saya himbau untuk segera menyerahkan diri sebelum di tangkap. Karena ini kasus 3C apa boleh buat saya hadiahkan timah panas,” tegas Kompol Yuliansyah.

Sementara itu. Tersangka Niko, dengan jalan tertatih tatih, mengakui jika dirinya bersama 3 temannya sudah empat kali mencuri di rumah tetangganya ketika dalam kondisi kosong. “Sudah 4 kali di situlah, terakhir peran aku congkel pagar besi dengan kayu belum sempat di jual, rencananya mau di jual di burukan (tempat rongsokan – red) di simpang lima, aku nekat karena butuh duet,” akunya.

Atas pembuatannya tersangka di jerat dengan Pasal 363 KUHP dengan ancaman 7 tahun penjara. (Ly).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *