HeadlineHukum&KriminalMurataraPolda SumselSUMSEL

Terungkap Motif Pembunuhan Adik Bupati Muratara, Sakit Hati karena Diusir dari Pertemuan

PALEMBANG, MEDIASRIWIJAYA – terungkap motif pembunuhan sadis, korban almarhum Muhammad Abadi (46) adik kandung Bupati Musi Rawas Utara (Muratara). Ternyata pelaku Arpandi sakit hati karena diusir korban dari sebuah pertemuan, karena bukan peserta rapat, bertempat di Rumah Warga Dusun III Desa Selama Kecamatan Rawas Ilir Kabupaten Muratara Sumsel.

Dua tersangka kakak adik ini, diamankan Unit 2 Jatanras Subdit III Ditreskrimum Polda Sumsel, tersangka Arwandi (28) dan tersangka Ariansyah (35), keduanya warga Dusun II Desa Selama Kecamatan Rawas Ilir Kabupaten Muratara.

Selain itu, petugas juga mengamankan barang bukti, berupa satu bilah senjata tajam (sajam) jenis parang, satu bilah sajam jenis golok, satu buah gagang sajam jenis kolom terdapat lilitan kawat, milik tersangka. Satu helai baju kaos warna hitam lengan pendek. Satu helai celana jean panjang warna biru dan satu helai baju lengan panjang warna hijau tua.

Dirreskrimum Polda Sumsel, Kombes Pol M Anwar Reksowidjojo, setelah adanya kasus pembunuhan sadis, pihaknya langsung bergerak cepat melakukan penyelidikan yang ternyata motif dari pembunuhan tersebut dikarenakan sakit hati diusir dari sebuah pertemuan. “Tersangka Arwandi ini mendatangi ke tempat pertemuan itu sementara tersangka ini tidak diundang, lalu diusir oleh korban, membuat tersangka sakit hati, pulang ke rumah menghubungi kakaknya, tersangka Ariansyah, dengan menggunakan mobil sambil membawa sajam mereka mendatangi korban,” ungkap Kombes Pol Anwar, Jumat (8/9).

Dijelaskan Dirreskrimum Polda Sumsel kejadian berawal korban Abadi, saat itu melakukan pertemuan dengan beberapa warga, termasuk salah satu saksi korban Deki yang sekarat sekarang masih dalam perawatan di Rumah Sakit di Dusun II. pada hari Selasa (5/9) sekitar pukul 20.00 Wib. Tiba- tiba tersangka Arwandi yang seorang residivis atas perkara perbuatan tidak menyenangkan dengan ancaman kekerasan ini datang ke pertemuan, yang diadakan korban almarhum Abadi.

Tersangka Arwandi yang tidak diundang, diusir oleh kedua korban Abadi dan Deki. Lalu pergi menghadap kakaknya tersangka Ariansyah, mengatakan jika dirinya diusir oleh korban. Tidak senang, kedua tersangka mendatangi lokasi pertemuan dengan membawa beberapa senjata tajam jenis parang dan golok.

Kedua tersangka memanggil kedua korban keluar rumah, dan tersangka Apriansyah langsung menyerang kedua korban, dengan menggunakan senjata tajam secara membabi buta, dengan kejamnya. “Di sana mereka melakukan penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal dunia dan luka berat. Untuk korban meninggal mengalami luka bacok hampir di seluruh tubuh ada di kepala, ada di badan ada juga di perut. Kalau yang dirawat jari tangannya putus,” jelasnya.

Sementara itu, menurut pengakuan tersangka Ariansyah, dirinya setelah mendapat informasi dari adiknya, tersangka Arwandi jika sudah menjadi korban pengeroyokan oleh korban, mendatangi korban meminta penjelasan.

Berdalih meminta penjelasan prihal pengusiran dan pengeroyokan, tersangka adik dan kakak ini telah mempersiapkan diri dengan senjata tajam yang digunakan untuk ke kebun di dalam mobil, sekaligus beralasan untuk jaga diri. “Di sana, adek saya di mobil, saya keluar manggil Deki, sambil keluar bawa kursi, saya mundur ke mobil ambil parang lalu terjadi itu, parang itu untuk di kebun,”akunya.

Sementara itu, tersangka Arwandi, yang merasa dikeroyok atas pengusiran itu tidak dapat menunjukan bukti bekas pengeroyokan itu. Dari peristiwa berdarah yang menyebabkan satu korban jiwa melayang, di hadapan penyidik dan awak media meminta maaf. “Saya sampaikan permohonan maaf kami berdua, kepada pihak korban, kami menyesali perbuatan kami,” akunya.

Atas pembuatan, kini kedua tersangka kakak adik ini terancam hukuman mati atau seumur hidup pidana penjara, dimana diatur dalam Primer Pasal 340 KUHP Subsider Pasal 338 KUHP Lebih Subsider Pasal 170 Ayat (2) KUHP dan Pasal 351 Ayat (2) KUHP. (Ly)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *